Antologi · Mahaka · Resensi · Romance

Berjuta Rasanya – Tere Liye

Judul: Berjuta Rasanya
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Mahaka
Score: 5 of 5 (whuut?)

Saya tahu buku kumpulan cerpen Tere-Liye yang satu ini sudah sejak lama beredar—cetakan pertama yang tertera adalah bulan Mei 2012 lalu! Akan tetapi tak mengapalah, tidak pernah ada kata terlambat untuk urusan buku.

Baiklah, langsung saja, yuk. Berjuta Rasanya berisi lima belas cerita pendek (cerpen) bertema Cinta. Jelas, sebuah tema yang teramat kuno dan biasa. Namun, harus saya akui, semua cerpen yang terangkum dalam Berjuta Rasanya menawarkan cerita cinta yang berbeda, yang unik, yang non-mainstream! Tidak bisa tidak saya terkesima oleh jalinan kalimat demi kalimat yang ditorehkan Tere-Liye dalam Berjuta Rasanya.

Tere-Liye memang luar biasa!

Dari kelima belas kisah yang dituturkan Tere-Liye, tidak ada satu pun yang serupa. Semuanya mengisahkan cerita yang segar, yang baru, yang berbeda, yang lain. Dan kesemuanya sempurna dibalut keindahan diksi yang jelas sekali ini jagonya Tere-Liye. Sumpah, saya terpikat dengan diksi Tere-LIye, teramat sangat indah, memesona, menggugah.

Lewat Berjuta Rasanya, Tere-LIye lagi-lagi membuat saya jatuh cinta, mabuk kepayang. Tere-LIye bukan hanya sanggup membuat karakter-karakter dalam Berjuta Rasanya terombang-ambing oleh perasaan bernama cinta, beliau juga berhasil memikat jiwa pembaca. Tidak ada kata yang cukup untuk melukiskan betapa jalinan kata yang Tere-Liye hadirkan dalam Berjuta Rasanya.

Lain lagi soal alur bercerita. Lagi, Tere-Liye manghadirkan sesuatu yang baru pertama kali saya rasakan di dunia cerpen! Tentang repetisi-repetisi yang teramat sering digunakan dalam semua kisah. Tentang tiga—atau bahkan lebih—yang terangkum dalam satu judul. Tentang sudut pandang orang pertama, orang kedua, atau bahkan dua orang sekaligus!

Sungguh, meski di beberapa kesempatan repetisi yang dilakukan Tere-Liye memberikan kesan yang ‘membosankan’, namun segalanya termaafkan. Termaafkan oleh ending  sensasional di semua cerpen! Luar biasa!

Kombinasi diksi apik, alur menawan, dan akhir yang epik menghasilkan Berjuta Rasanya yang berjuta rasanya!

Meski di beberapa cerpen terdapat kisah yang sangat klise, penghujung cerita yang biasa, atau tema yang lazim. Namun Tere-Liye berhasil—dengan sangat sukses—membungkusnya dengan kesempurnaan yang hanya bisa diciptakan olehnya. Saya sangat tidak menyesal telah membaca Berjuta Rasanya.

Semua judul memberikan cerita yang menarik hati. Walaupun pada awalnya ketika saya melirik judul yang tertera di daftar isi saya sekilas mendengus. Sama sekali tidak ada kesan spesial yang saya rasakan di tiap judulnya.

Akan tetapi, segalanya berubah sejak negara api menyerang #eh, segalanya berubah setelah saya membuka lembar kisah pertama. Bahkan saat ini, sulit sekali bagi saya untuk menentukan cerpen mana yang menjadi favorit saya. sangat sulit.

Jadi, yang pasti, paduan Tere-Liye dengan cerpen itu menciptakan Berjuta Rasanya yang teramat berjuta rasanya! Mulai dari kisah cinta klise hingga beraroma science-fiction! Nyaris menyenggol segala genre dan menimbulkan kesan sesuai judul yang diusungnya, berjuta rasanya. Oleh karena paduan sempurna inilah, saya memberikan nilai sempurna untuk Berjuta Rasanya.

Belum lagi berjuta hikmah yang bisa saya tarik setelah membaca kisah-kisah dalam Berjuta Rasanya. Ckck. Entah karena saya terlampau terbiaskan sehingga tidak bisa memberikan nilai yang objektif, ataukah ini memang sebuah kenyataan … yang pasti Berjua Rasanya layak mendapatkan lebih dari nilai 5!

Daftar isi Berjuta Rasanya:

  1. Bila Semua Wanita Cantik
  2. Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku
  3. Cinta Zooplankton
  4. Cintanometer
  5. Harga Sebuah Pertemuan
  6. Kotak-kotak Kehidupan Andrei
  7. Mimpi-mimpi Laila-Majnun
  8. Kutukan Kecantikan Miss X
  9. LOVE Ver 7.0 & MARRIED Ver 9.0
  10. Kupu-kupu Monarch
  11. Joni dan Doni
  12. Kutukan Kecantikan Miss X – 2
  13. Lily dan Tiga Pria Itu
  14. Pandangan Pertama Zalaiva
  15. Antara Kau dan Aku
Advertisements

2 thoughts on “Berjuta Rasanya – Tere Liye

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s