MAZOLA · Resensi · Romance

The Banker – Ranny Afandi

20140917_082432Judul: The Banker
Penulis: Ranny Afandi
Penerbit: MAZOLA


The Banker berkisah tentang Arkha, seorang bankir muda yang ditinggal menikah oleh sahabat sejak kecilnya, dan Kania, seorang wanita karir yang harus membuang karirnya demi menyelamatkan usaha kedua orang tua. Segalanya dimulai dengan pertemuan di dalam maskapai penerbangan dari Singapura.

“Kalau kita ketemu kelak, it means what happened to us is called serendipity.” (hlm. 12)

Mereka berdua duduk bersisian dan mengobrol layaknya teman dekat. Hingga mencapai saatnya berpisah menuju tujuan masing-masing, mereka lupa berkenalan. Dan hari demi hari pun berlalu begitu saja. Arkha sibuk dengan pekerjaannya dan usahanya melupakan Dina, sahabatnya yang akan segera menikah (sekaligus gadis yang dicintainya sejak dulu). Kania sendiri sibuk mengurus bisnis batik orang tuanya yang terancam hancur setelah ayahnya sakit dan tidak bisa mengurus bisnis tersebut.

Keduanya lantas bertemu kembali ketika Mama Arkha memesan batik di tempat Kania. Pada awalnya Arkha tidak mengenali Kania sebagai gadis cantik yang ditemuinya dalam pesawat. Arkha menyadari Kania adalah gadis itu setelah beberapa kali bertemu—setelah Arkha juga membantu Kania mengatasi masalah bisnis ayahnya yang terlibat utang kredit dengan bank (tempat Arkha juga bekerja).

“Kata orang, kita akan bertemu lelaki atau perempuan yang salah, sebelum menemukan yang terbaik dalam hidup.” (hlm. 117)

Saat bertemu kembali itu, baik Arkha maupun Kania sedang patah hati. Arkha ditinggal Dina menikah (sampai bertemu Kania pun, Arkha masih belum bisa merelakan Dina dengan lelaki lain). Sedangkan hubungan Kania dan Denis (yang tinggal di Singapura, tempat Kania bekerja dulu) berakhir  karena sang pacar tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh.

Begitulah, The Banker. Sesuai dengan tagline-nya: something you didn’t realize began a story. Perlahan tapi pasti, pertemuan keduanya pun menghasilkan cerita (yang sudah bisa ditebak oleh pembaca, sebenarnya). 🙂

Meskipun demikian, The Banker diceritakan dengan gaya bahasa yang asyik. Sesuai judulnya juga, dalam novel ini pun banyak bertebaran istilah (serta kejadian) yang berhubungan dengan perbankan. Akan tetapi, Ranny Afandi berhasil mengemasnya dengan menarik tanpa terkesan membosankan. Dengan gaya bahasa yang lugas, ringan, dan renyah. Alhasil, saya membaca novel ini tanpa perlu banyak berpikir (meski banyak juga konflik disajikan dalam urusan Arkha sebagai bankir). Salut untuk penulis!

Untuk jalan cerita sendiri sudah tersusun dengan apik dan rapi. Kejadian demi kejadian yang dirangkai tidak melewati sesuatu apa pun. Walaupun saya merasa kemunculan Kania (sebagai tokoh utama perempuan) di halaman 63 itu rasanya terlalu lama. Tetapi, tak mengapalah. The Banker disajikan dengan plot cerita yang runtut dan ini membuat saya menikmatinya.

Saya hanya punya empat catatan.

Satu, bagaimanakah kabar gathering awal tahun yang disambut dengan gembira oleh seluruh karyawan di halaman 66? Saya tidak mendengar gathering ada diungkapkan lagi setelah itu. Selalu saja berisi permasalahan dengan debitur dan pernikahan.

Dua, sebenarnya Kania sudah sadar bahwa Arkha itu lelaki yang ditemui dalam pesawat bukan? Pada halaman 133, ketika Arkha sadar bahwa gadis itu adalah Kania, Kania terlihat sudah tahu. Bahkan di beberapa pertemuan mereka sebelumnya, Kania seperti memang sudah tahu dengan bersikap misterius ketika Arkha bertanya apakah mereka pernah bertemu. Akan tetapi, saya sama sekali tidak menemukan penegasan bahwa Kania sudah sadar sejak awal. Ataukah ada bagian yang terlewatkan?

Tiga, adegan Arkha dan Kania berhujan-hujanan di halaman 145 (hingga berikutnya) itu membuat saya berpikir. Bukankah Kania alergi dingin? Nah, saat berhujan-hujanan itu kok tanda-tanda alerginya tidak muncul, ya? Bahkan yang tidak enak badan itu Arkha dan bukannya dia. Memang sih Kania telah menggunakan jaket Arkha, tapi gadis itu kan alergi dingin. Kok sama sekali tidak muncul (meski sedikit) tanda-tanda alerginya?

Empat, alias terakhir, antara kejadian di bab The Banker dan bab Menemukanmu itu … terlalu cepat. Penyelesaian konflik kesalahpahaman Arkha dan Kania itu hanya berisi ringkasan dan saya merasa kecewa. Padahal peningkatan hubungan mereka dilakukan dengan tahapan-tahapan yang pas. Tetapi kenapa penyelesaian konflik paling puncaknya justru seakan di-skip dan langsung masuk ke bagian mereka bersatu?

Yah, meskipun demikian, The Banker adalah bacaan yang menyenangkan. Terlebih ending-nya itu manis banget sampai bikin saya cengengesan sendirian (sambil senyum-senyum gaje haha). The Banker saya rekomendasikan bagi mereka yang ingin membaca kisah romantis yang ringan tetapi tidak menye dan dibalut dengan gaya bahasa yang asyik. 🙂

Advertisements

7 thoughts on “The Banker – Ranny Afandi

      1. Haha. Suka2 aja sih trgntg alur dan gaya critanya gmna. Isi crita secara generalnya kayanya oke, kisah patah hati kemudian nemu pengganti kan banyak tuh yg ngalamin :p

        1. Gaya ceritanya asyik kok, Mbak. Insya Allah ga nyesel. 🙂

          Wkwk, kan hidup itu menemukan, berpisah, menemukan (yang baru), dan begitu terus.

          1. Ahaha. Benar sekali. Menemukan, berpisah dan siklusnya berputar terus yaa :p.
            Aku jadi rekomen bgt ni buku berjudul London. Setema tentang patah hati, ahaha. Tapi bagus isinya.. 🙂

            1. Wah.. Ternyata udah baca duluan. Ahaha. Buku itu juha bagus menurutku. Anti mainstream karena kebanyakan cerita dari sahabat menjadi pasangan, wkwk

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s