Resensi · Romance

Better with You – Krisan Tania

20141003_105950

Judul: Better with You
Penulis: Krisan Tania
Penerbit: Senja
Tebal: 220 halaman


Fujiwara Shena dijuluki hikikomori, orang yang selalu menyendiri dan mengisolasi diri dari sekitarnya, oleh teman-teman satu kampusnya. Karena julukan itu, Shena harus terima diperlakukan sebagai “pembantu” di klub musik yang diikutinya—padahal gadis itu ingin bisa bernyanyi dan bermain alat musik. Karena itu jugalah, Shena harus berurusan dengan Hiroshi Takuya, seorang penyanyi terkenal se-Jepang.

“Sudah kuduga. Ternyata kau sama saja seperti fansku yang lain. Bedanya kau lebih berani dan agresif dibandingkan mereka yang lain. Kau berani memanfaatkan adikku yang sedang sakit agar bisa masuk ke apartemenku.” (hlm. 37)

Begitulah kesan pertama Takuya terhadap Shena.  Padahal, Shena tidak pernah tahu bahwa Takumi, adik Takuya, sakit ketika dia meminta tolong pada Takumi untuk mempertemukan dirinya dengan Takuya. Gadis itu tidak pernah sekalipun memanfaatkan Takumi untuk mendekati Takuya. Shena hanya ingin mewawancarai Takuya untuk tugas yang diberikan dari klub musik dalam rangka mengikuti perlombaan mading.

Shena dan Takuya berpisah dengan kesalahpahaman. Shena merasa Takuya sangat menaruh curiga padanya, sedangkan Takuya yakin bahwa Shena memang telah memanfaatkan Takumi untuk dekat dengannya. Kesalahpahaman yang akhirnya terselesaikan karena Takumi. Setelah itu, Takuya akhirnya meluluskan keinginan Shena untuk mewawancarainya. Akan tetapi, tentu saja tidak semudah itu.

“Jadi aku hanya bisa mewawancarai Takuya seminggu dua kali dan itu pun hanya terbatas tiga pertanyaan saja di setiap pertemuan? Dan wawancara hanya bisa selama tiga minggu saja, tidak lebih dari itu?” (hlm. 65)

Takuya telah membuat berbagai macam peraturan dalam wawancaranya. Peraturan-peraturan yang sengaja dirancangnya untuk melihat kegigihan dan kesungguhan Shena. Suatu hal yang sama sekali tidak disangka Takuya akan membuatnya semakin dekat dengan gadis itu. Kedekatan yang menimbulkan perasaan hangat dan nyaman dalam diri mereka.

Di saat keduanya semakin dekat, Ryuuji, tunangan Shena yang sudah tiga tahun ini koma, terbangun. Masalah demi masalah muncul di antara Takuya dan Shena. Mulai dari kecelakaan salah satu adik Shena hingga skandal yang lalu timbul dalam karir Takuya. Masalah yang mengancam mereka untuk membunuh perasaan mereka yang sebenarnya.

Begitulah isi dari novel berjudul Better with You karya Krisan Tania ini. Cerita yang diangkatnya cukup klasik dan tergolong ringan. Sangat khas dengan novel-novel teenlit yang membuat saya teringat novel-novel teenlit yang saya baca ketika masih SMA sekitar empat tahun lalu (orz saya tahu saya sudah tua sekarang). Perbedaan novel ini dengan novel teenlit lain adalah setting Jepang yang diangkatnya.

Saya sangat salut membaca bagaimana Krisan Tania mendeskripsikan segala apa yang berbau Jepang dalam novel ini (terlebih soal makanan XD). Pengetahuan Krisan Tania akan Jepang membuat nuansa Jepang terasa dalam Better with You. Hanya saja, kadang saya merasa jengah dengan deskripsinya yang begituuu detail, seperti pada pembukaan bab “Kabar Baik: Takumi-kun Menelepon” itu. Sekitar tiga lembar hanya berisi kalimat-kalimat panjang tentang suasana tempat tinggal Shena (yang lebih mirip dengan laporan, menurut saya).

Alur yang dibangun Krisan Tania dalam novel ini sudah cukup baik. Meski ada hal-hal yang tidak cukup dikembangkan dalam keseluruhan buku ini. Seperti bagaimana Takumi dan Shena bisa dekat, alasan Ryuuji koma (atau saya yang melewatkan bagian ini?), sahabat-sahabat Shena, keadaan keluarga Shena (terlebih adik-adiknya), hingga keadaan keluarga Takumi dan Takuya yang hidup berdua saja.

Lalu, fakta bahwa Takuya itu selebiriti terkenal kadang hanya terasa seperti tempelan. Sama sekali tidak ada penceritaan yang mendetail tentang Takuya . Bahkan kehidupan artis yang glamor hanya terlihat di bagian-bagian akhir. Ketika Shena bertemu teman-teman Takuya pun, tidak terbangun atmosfir bahwa Shena tengah berada di antara selebriti.

Di sisi lain, pelajaran-pelajaran penting tentang kehidupan yang terkandung dalam novel inilah yang membuat Better with You berbeda dengan teenlit lain.

“Apa penyakitnya parah sampai harus dipanggilkan dokter? Aku bukannya bermaksud pelit tapi kupikir tidak baik bila seorang manusia setiap sakit harus dipanggilkan dokter, lalu apa gunanya imun tubuhnya sendiri?” (hlm. 31)

Nah, kalimat ini membuat saya termenung. Budaya ke dokter itu memang sudah mendarah daging, ya (kurang tahu sih di Jepang sana bagaimana). Sampai-sampai lupa bahwa tubuh kita itu punya imun. Yah, asal jangan sampai telat diperiksa juga kalau ternyata penyakitnya parah. Bahaya.

“Kau tidak ingin kekurangan dirinya diketahui orang lain? Padahal menurutku wajar saja jika manusia mempunyai kekurangan. Kalau tidak mau memiliki kekurangan minta saja pada Kami-sama untuk menjad malaikat.” (hlm. 66)

Kalimat ini diucapkan Shena kepada Takuya. Ada kesalahan penulisan di kalimat awal, harusnya “dirimu” bukan “dirinya”. Akan tetapi, kalimat Shena itu membuat bibir saya terkulum. Kalimat ini bukan hanya menegur public figure (yang dalam novel ini adalah Takuya) tapi juga untuk para penggemar yang terlalu menganggap idolanya suci. Krisan Tania melakukan hal yang keren!

“Bagiku, setiap hari harus ada hasil yang kudapatkan, entah itu uang, pengalaman, pengetahuan, termasuk musibah. Tidak selamanya musibah itu akan memberikan efek negatif.” (hlm. 115)

Novel ini mengajarkan pembaca untuk melihat segala sesuatu dari sudut yang positif. Seperti Shena yang selalu berusaha seperti itu. Membaca kalimat yang diucapkan Shena di atas itu membuat saya termenung.

“Jika tidak bersungguh-sungguh, berarti ibu akan merestui bila aku berpisah dengan Shena dan membiarkannya memilih? Jika tidak, ibu bukannya melindungi kebahagiaanku, tapi menyiksa gadis yang kucintai.” (hlm. 195-196)

Nah, ini yang paling bikin hati terenyuh. Duh, duh. :””)

Terakhir, kalimat yang ditulis Krisan Tania di akhir ceritalah yang juga meninggalkan kesan dalam bagi saya ketika membacanya.

Banyak orang mengharapkan kebahagiaan di dunia ini, semuanya berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Tapi kebahagiaan tidak hanya datang dari perjuangan dan tekad yang kuat, tapi juga kerelaan dari orang lain untuk membiarkan kita bahagia dan memilih jalan kita masing-masing. (hlm. 216)

Daleeeem banget. Better with You mengajarkan bahwa kebahagiaan itu juga berasal dari kerelaan orang lain. :’)

Memang benar inti dari konflik Better with You itu sangatlah remaja, yaitu tentang cinta. Dan memang banyak fakta yang tidak dieksplor dengan cukup oleh Krisan Tania. Akan tetapi, banyak pelajaran yang begitu ngena dalam novel ini. Saya sangat merekomendasikan Better with You bagi mereka yang ingin membaca novel teenlit Jepang yang mengandung makna dalam.

Selamat membaca!

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s