de TEENS · Resensi · Romance

Angela – Hardy Zhu

20141210_113706Judul: Angela; Semoga Waktu Tak Hapuskan Ingatanku Tentangmu
Penulis: Hardy Zhu
Penerbit: de TEENS
Tebal: 174 halaman


 

“Gel, apa lo harus pegang novel itu, ya? Lo bilang nyesel beli. Sekarang lo lengket banget kayak tokek yang nempel di lem.”

“Iya, kayaknya aku mesti pegang terus. Takut ceritanya lari dan ninggalin aku.” (halaman 41)

Pada awalnya, Angela merasa menyesal telah membeli novel “IF” karya Azka Fahrezi. Akan tetapi, setelah selesai menamatkan novel itu, Angela justru tergila-gila pada sang penulis hingga berusaha terus menghubunginya lewat twitter. Di sisi lain, Sandi, teman semasa SMP-nya yang sekarang sudah berubah 180 derajat, mengajaknya berperan dalam pembukaan usaha distro di kota mereka.

Masalah dimulai ketika distro Sandi sudah mulai beroperasi. Saat itu, Azka justru datang ke kota mereka dan meminta Angela menemaninya.

“Kamu kan udah datang dari jauh buat ketemu aku. Gentian aku yang datang kemari buat ketemu kamu.” (halaman  101)

Itu alasan Azka ketika Angela bertanya mengapa ada di kota mereka. Alasan yang membuat Angela merinding dan terdiam. Hingga Azka berkata bahwa dia sedang melakukan riset untuk novel keduanya di kota Angela dan meminta gadis itu membantunya. Sayangnya, Angela terikat komitmen untuk mengurus distro bersama Sandi.

Di satu sisi, aku harus terus bersama Sandi untuk kepentingan kerja dan komiten yang udah kami sepakati bersama. Di sisi lain, aku harus dan mau ada di samping Azka. Ada saat dia butuh rekan. Bukan ninggalin dia sendirian untuk kesekian kalinya. (halaman 137)

Angela ditulis dengan bahasa yang lugas dan sederhana, sangat teenlit. Cerita yang disajikan seputar masalah percintaan dan persahabatan juga masih menjadi salah satu ciri dari teenlit. Meski, menurut saya pribadi, tokoh Angela yang merupakan mahasiswi itu tidak cukup teenlit.

Sang tokoh utama, Angela dikisahkan menyukai novel, terutama teenlit. Secara logika, usianya yang sudah menginjak dewasa muda, sudah cukup terlepas dari kata “teen” seharusnya. Saya pribadi sendiri sudah tidak merasa teenlit itu logis ketika menginjak kelas 3 SMA. Inilah poin pertama yang membuat saya merasa novel ini tidak cukup bisa diterima nalar saya.

Alur cerita yang dibuat penulis pun cukup baik. Meski demikian, saya merasa penulis sangat terburu-buru. Dengan gaya penulis yang lebih banyak mengatakan dan bukan menunjukkan (salah satu penyebabnya adalah karena ke”aku”an Angela dalam novel ini sangat dominan). Misalnya saja bagian ini:

Aku nggak bisa dengar keramaian lagi di sekitarku. Perhatianku cuma tertuju pada Gifty. Semua pengakuan yang ia lontarkan dngan nada yang cukup berat. Aku bener-bener nggak nyangka dengan semua omongan GIfty. (halaman 156)

Oh ya, satu hal lagi, saya tidak bermasalah dengan penggunaan bahasanya yang mungkin tidak cukup baku, tapi penggunaan kata yang tidak sesuai dengan KBBI seperti “bener” di contoh di atas itu cukup membuat saya merasa “euh” banget pada novel ini, sejujurnya. Tapi berhubung membaca novel ini merupakan pekerjaan, ya saya tetap harus menyelesaikannya.

Poin lebih dari novel berlabel teenlit ini justru terletak pada bagian akhirnya yang berbeda dengan kebanyakan teenlit. Kenyataan soal persengkongkolan di belakang Angela. Kenyataan soal nama “Elina” dan sikap misterius Azka. Lalu, hal yang akhirnya terjadi pada Angela begitu segala rahasia terungkap. Bagian akhirnya cukup membuat saya merasa puas dengan novel ini.

Saya tidak berkomentar soal latar tempat, karena sejujurnya saya masih belum tahu kota tempat tinggal Angela. Saya tidak menemukan penulis mengatakan kota tertentu. Penulis hanya mengungkapkan ada ini, ada itu, jalan ini, jalan itu. Kode-kode yang justru sama sekali tidak saya kenal. Maafkan saya yang kurang update soal UNIDA. >_<

Akhir kata, saya cukup merekomendasikan ini bagi siapa pun yang suka membaca teenlit dan sedang mencari teenlit yang cukup berbeda. 😀

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s