DIVA Press · Resensi

[review] Hujanlah Lain Hari

20150118_110213

 

Judul: Hujanlah Lain Hari
Penulis: Lindaisy
Penyunting: Diara Oso
Penerbit: DIVA Press
Tebal: 356 halaman


 

Oppa, bisakah aku minta bantuanmu?”Janmyun meraih tangan Jangwoo dan menggenggamnya erat.

“Apa itu?”

“Ingatkan dia agar tidak terlalu capek. Hidup itu tak seserius yang ada di pikirannya.” –hlm.123

Dia yang dimaksudkan dalam percakapan di atas adalah Geum Janhwa, kakak Janmyun. Sejak keluarga mereka tertimpa tragedi, Janhwa menanggung segalanya seorang diri. Mulai dari bisnis kedai ramyun keluarga, biaya rumah sakit Janmyun, hingga perkara kuliah Janhwa. Oleh sebab itu, Janmyun berharap agar Janwoo, karyawan baru kakaknya yang datang menjenguknya, mengingatkan Janhwa untuk sedikit santai.

Pertemuan Janhwa dengan Jangwoo pertama kali pun berawal di kedai ramyun. Jangwoo yang kelaparan datang ke kedai, yang sebenarnya telah tutup. Akan tetapi, Janhwa berbaik hati melayani pesanan Jangwoo. Setelah Jangwoo menghabiskan makanannya, hujan justru turun mengguyur bumi dan menyebabkan Jangwoo tertahan di depan kedai Janhwa. Hal yang terjadi berikutnya sama sekali tidak Jangwoo mengerti, Janhwa justru meminjamkannya payung dan berlari membelah hujan tanpa payung. Sejak itu, Jangwoo jadi sering mengunjungi kedai ramyun Janhwa hingga berakhir sebagai karyawannya.

Sedikit demi sedikit, mereka pun semakin mengenal. Hingga Jangwoo sadar bahwa gadis bernama Janhwa itu adalah seseorang dari masa lalunya, seorang gadis yang tidak lagi cengeng dan menyusahkan. Seseorang yang berakhir ingin dijaga dan dilindungi oleh Jangwoo meski sebuah peristiwa menghancurkan semua hubungan baik yang selama ini mereka bina. Janhwa behenti percaya pada Jangwoo dan mengusir pemuda itu dari hidupnya.

Membaca Hujanlah Lain Hari seperti menonton drama Korea yang booming beberapa tahun lalu. Penuh dengan drama keluarga yang menyayat hati, konflik yang beruntun, hingga kisah romantis yang manis. Novel ini akan sangat cocok bagi mereka yang senang menonton drama Korea—atau drama-drama lain.

Sayang, halaman sampulnya justru tidak memberikan kesan novel penuh drama. Dengan dominasi warna putih polos justru judul penuh harapan, Hujanlah Lain Hari, tidak terasa. Mungkin warna sedikit sendu, seperti biru abu-abu, dipadu warna yang lebih pastel seakan mengakhiri hujan akan lebih cocok untuk novel ini.

Tema yang diangkat dalam novel ini pun sebenanrya tema klasik. Dengan latar Jangwoo dari keluarga yang serba kekurangan, Janhwa yang berakhir sebatang kara, hingga konflik-konflik kehidupan yang sangat dramatis (meski sebenarnya hanya karena kurang komunikasi dan salah paham). Tapi, Lindaisy menyuguhkan Hujanlah Lain Hari dengan gaya bercerita yang ringan. Sangat cocok bagi mereka yang menikmati kisah-kisah drama.

Sayangnya, Lindaisy tidak berhasil menyimpan misteri dengan cukup baik. Hujanlah Lain Hari ditulis dengan alur maju. Sejak awal pembaca sudah disuguhkan kisah masa lalu Jangwoo dan Janhwa sehingga tidak ada lagi misteri masa lalu yang tersisa dalam novel ini. Padahal kisah masa lalu selalu berhasil membuat sebagian besar pembaca novel roman merasa tidak bisa berhenti membaca novel tersebut. Sayang sekali.

Di sisi lain, saya rasa, Lindaisy berhasil menyuguhkan adegan-adegan romantis yang cukup manis. Dipadu dengan kalimat-kalimat sarat makna, Hujanlah Lain Hari menyuguhkan kisah percintaan yang penuh dengan renungan seputar kehidupan. Banyak pesan moral yang terkandung dalam kutipan-kutipan di novel ini, beberapa saya berikan di bawah sedang beberapa yang lain silakan temukan sendiri. XD

“Kata ibu, kita tidak boleh menangisi kematian. Karena kematian itu bukn akhir dari segalanya.” –hlm. 61

“Oh, ayolah. Jangwoo-ssi, kalau kau pikir orang kaya selalu merasa benar, kau salah. Yang benar adalah, uang yang mereka punyalah yang membuat mereka benar di mata orang lain.” –hlm. 229

“Tapi aku menyadari, cinta pun tak cukup untuk menjalankan sebuah keluarga. Sebuah keluarga perlu kejujuran, kepercayaan, dan kemauan untuk saling mengerti.” –hlm. 327

Secara keseluruhan, Hujanlah Lain Hari yang berjudul menarik ini sangat cocok bagi mereka yang senang sesuatu berbau Korea, terlebih penikmat drama Korea. Selamat membaca! 😀

 

Advertisements

4 thoughts on “[review] Hujanlah Lain Hari

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s