Gramedia Pustaka Utama · Misteri Detektif · Resensi

The Cuckoo’s Calling – Robert Galbraith

20150128_123805

Judul : The Cuckoo’s Calling (Dekut Burung Kukuk)
Pengarang : Robert Galbraith a.k.a. JK Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 520 hlm
Harga : Rp. 99.000,-


Saya membaca The Cuckoo’s Calling tanpa ekspektasi tertentu. Saya tidak berusaha mengingat-ingat bagaimana JKR berhasil membius saya lewat serial Harry Potter. Sebagian karena ada begitu banyak buku-buku luar biasa yang membius saya tahun-tahun belakangan. Sebagian lagi karena Harry Potter berakhir dengan tidak cukup memuaskan saya. Dan, tidak berekspektasi adalah suatu pilihan yang tepat.

Genre misteri sendiri bukanlah hal awam bagi saya. Sejak And Then There Were None, saya belum berhasil menemukan novel misteri yang berhasil menandingi kecakapan Agatha Christie di sana. Entah misteri pembunuhan atau misteri-miteri lain. TCC sendiri, tergolong sebagai novel misteri standar.

Well, apa yang bisa diharapkan dari misteri pembunuhan selain pelacakan sang pembunuh, penyusunan fakta, pencarian motif, dan konfrontasi dengan pembunuh? Robert Galbraith menyajikannya dengan apik. Rapi. Penuh dengan fakta—yang bisa mengantarkan siapa saja yang berpikir cukup keras untuk menebak siapa sang pembunuh.

“Pekerjaanku bukanlah membuktikan yang tidak ada, John.” —hlm. 497

Penulis juga memberikan misteri-misteri lain sepanjang cerita. Misteri yang menjauhkan pembaca dari kebenaran. Dilengkapi dengan unsur-unsur drama. Hal yang khas saya temukan dalam novel Agatha Christie. Meski demikian, TCC memberikan dengan lebih “terlihat” mana yang berhubungan dengan kasus pembunuhan itu dan mana yang bukan.

Urusan deskripsi, jangan ditanya. Penulis berhasil menggambarkan London dengan hidup, detail, dan sangat detail. Tempat-tempat yang dituju Cormoran Strike dituliskan dengan narasi lengkap bahkan hingga pegangan kayu anak tangga. Teramat detail.

Hal yang justru membuat saya jengah karena semua tempat diceritakan dengan terlampau detail. Lha, ini kan tidak penting. Kemungkinan tidak memberikan kontribusi apa pun pada misteri dalam novel ini. Lebih mirip sebuah pengalih, namun versi sangat jelas! Duh, saya jadi sering melewatkan bagian deskripsi tempatnya….

Cara penulis menceritakan media juga membuat saya mengernyit. Duh, ini JKR ada dendam apa sih sama media? Seisi TCC seakan menuliskan bahwa semua media yang berguna dalam kasus pembunuhan itu mirip majalah gosip—dengan gaya-gaya yang mengingatkan saya pada RIta dalam Harry Potter. Saya tidak menemukan media yang dituliskan seperti dalam koran-koran, tidak banyak opini dan lebih mengungapkan fakta sehingga membosankan. Mungkin karena yang mati dalam novel ini adalah supermodel? Hmm.

Lalu, hal yang paling signifikan membuat saya tidak bisa menikmati novel ini adalah porsi dramanya. Saya tidak keberatan JKR berusaha membuat karakter detektif yang utuh, lengkap dengan kehidupan pribadinya, But, she gives too much. Cormoran Strike memang tidak menjelma seperti detektif Agatha yang untouchable, tapi dia justru menjadi tokoh dalam novel drama—bukan lagi detektif novel misteri. Terlalu banyak kehidupan pribadi yang dibeberkan dalam novel setebal 520 halaman ini.

Pantas saja novel misteri pembunuhan bisa setebal ini. Karena di dalamnya pun ada misteri drama kehidupan Cormoran Strike. Porsi drama dalam TCC berakhir pada kesimpulan bahwa genre novel ini adalah drama/misteri dalam kepala saya.

Untungnya, TCC tidak berakhir mengandung unsur roman lebih daripada ketertarikan seksual Cormoran yang baru putus dengan pasangannya pada sang asisten, Robin. Kalau sampai unsur romantis bakal hadir di antara mereka berdua, duh, pasti saya akan langsung loncat mencari tahu siapa sang pembunuh dan melewatkan semua bagian yang mengandung drama.

Hal-hal mengganggu di atas itulah yang membuat TCC tidak bisa saya berikan lebih dari 3 bintang. Satu bintang untuk penulisannya yang rapi, satu bintang lagi untuk penyelidikan Cormoran yang menyenangkan diikuti, dan satu bintang terakhir untuk rasa penasaran yang berhasil dibangun JKR soal kasus pembunuhan di TCC.

Saya tidak merekomendasikan TCC bagi mereka yang terlampau mencintai misteri dan tidak menoleri drama dalam misteri. Saya juga tidak merekomendasikan TCC bagi mereka yang tidak suka membaca banyak dialog serta buku-buku tebal, mungkin novel ini akan berakhir membosankan. Kecuali, jika kamu penggemar JKR.

Selamat membaca!

Advertisements

5 thoughts on “The Cuckoo’s Calling – Robert Galbraith

  1. Selalu ingin membaca buku ini tapi emang ngga bisa bayangin JKR nulis novel misteri karena selama ini udah biasa dengan dia nulis fantasi ya. Ooh ternyata banyak dramanya ya, aku justru kebalikannya malah suka yang karakternya digali sangat dalam supayak aku bisa lebih “relate” sama karakternya hehe. Great review! 🙂

    1. Sebenarnya ga kebaratan karakter Strike digali, cuma rasanya penggaliannya kebanget-bangetan. Misterinya jadi kabur karena hidup Strike juga ikut jadi misteri. -_-” Kalo diceritain sepotong-sepotong (apalagi kan ada buku lanjutannya), rasanya bakal lebih pas deh.

      Buat saya sih. 😀

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s