[review] Miminlicious, Tak Ada Mimin yang Tak Retak

20150217_132249

Judul: Miminlicious, Tak Ada Mimin yang Tak Retak
Penulis: Jacob of @divapress01
Penyunting: Meti-iteM
Penerbit: DIVA Press
Terbit: Januari 2015
Tebal: 212 halaman


Setelah #TheSomplakLIfe yang semi-personal literature di bulan Januari, ternyata saya bertemu buku ini di bulan Februari. Kali ini benar-benar personal literature dari admin @divapress01. 😀

Dalam buku ini, MinCob (panggilan akrab Jacob sang admin @divapress01) menceritakan suka-duka menjadi seorang admin. Ceritanya dikemas dalam enam bab terpisah, yang kesemuanya merupakan bagian (dengan efek dramatisasi) dari pekerjaannya sebagai admin.

Menjadi admin @divapress01 adalah pekerjaan paling sabar kedua di dunia (posisi pertama ditempati oleh admin @triomenjangan #eh). –hlm. 17

(Anyway, @triomenjangan itu apa sih? ._.)

Entah kenapa, rasa-rasanya saya sudah mendapatkan gambaran isi buku ini sebelum membuka bukunya. Habis, biar bagaimana pun, saya sering melihat tingkah mimin @divapress01 ini di twitter. Di setiap kesempatan, sering kali saya merasa kasihan, habis banyak sekali pertanyaan—atau malah pernyataan—yang diajukan itu … sudah ada jawabannya! Misal, sang mimin memberikan info lomba sudah lengkap dengan ketentuan, eh masih ada saja—BANYAK—yang bertanya pakai font apa, ukuran huruf berapa, margin berapa, dll. Duh. Ini pada ga bisa baca atau malas baca? -_-

Lalu, ternyata saya benar! 😀 #yaiyalahjudulnyajugaMiminliciousgitu

Bab satu dan dua disajikan dengan format ala percakapan—mirip naskah drama gitu. Bab satu sendiri berpusat pada aktivitas MinCob yang “harus serba tahu” ketika menanggapi para follower. Banyak peristiwa yang bikin saya semakin kasihan dengan mimin ini. Contohnya nih:

@LoveUPul        : Iya Min, naskahnya udah jadi kok ini.
@MinCob            : Wah keren, tinggal pilih penerbit dan kirim ke penerbit yang kau suka.
@LoveUPul        : Wah naskahnya belum saya liat lagi, masih tersimpan di hard disk.
@MinCob            : Nah yang penting udah jadi, tinggal edit sedikit langsung kirim itu.
@LoveUPul        : Di hard disk otak saya kok, Min (alias belum ditulis). –hlm. 20

Untuk bab tiga sendiri, MinCob menuliskan perbandigan antara admin baik dan admin slebor. Untuk bab empat, ada kejadian-kejadian heboh di sekitar MinCob yang berkaitan dengan kegiatan buku-buku gratis DIVA Press. Bagian empat ini membuat saya mengelus dada karena banyak juga orang yang tidak cukup tahu diri (udah dikasih sepaket buku gratis, masa milih-milih dan minta lagi?). Duh, kasihan banget si MinCob, Kak Nita, dan Kak Dion ini. Kudu sabaaaaaar. :’)

20150220_110656

Secara keseluruhan, saya menikmati penderitaan yang dituliskan MinCob dalam buku ini. Antara membuat perut sakit karena tertawa dan sedih melihat banyak orang tidak membaca infomasi dengan cermat.  Saya sendiri masih menikmati sampai pertengahan bab lima, lalu saya merasa bosan, apalagi di bab enam yang isinya itu pertanyaan follower dan jawaban sang mimin yang absurd—yang sudah tidak terasa lucu lagi dan justru garing.

Penampakan bab enam ini sendiri membosankan. Dari halaman 184 sampai 207 isinya hanya dua (kadang tiga) kolom seperti ini. Duh, gimana saya tidak merasa bosan, coba?

20150220_110609

Seandainya diselingi narasi—well, semua bagian dari pelit ini didominasi percakapan yang jelas lama-lama bisa bikin orang bosan—pasti lebih menyenangkan. Padahal MinCob ini lumayan kok menulis narasinya (dilihat dari bagian Sebagai Pengantar).

Untuk urusan kover, saya cukup suka. Dari kover depannya langsung tergambar sang admin yang lari dikejar fans follower-nya. Haha. Sayangnya kurang banyak ilustrasi lucu itu. Saya pikir pelit ini akan seperti TWIRIES yang ada bagian komiknya. Bakal lebih lucu, deh, sepertinya. 😀

Buku ini saya rekomendasikan sekali bagi mereka yang banyak bertanya hal tidak penting kepada admin. Belajarlah membaca informasi secermat mungkin untuk mengurangi derita mereka. Dan sayangilah mereka yang sudah mau repot-repot meladeni hal-hal absurd. #ketularanMinCob

Selamat membaca! 😀

Diikutsertakan dalam New Author Reading Challenge 2015.

Advertisements

9 thoughts on “[review] Miminlicious, Tak Ada Mimin yang Tak Retak

  1. XD itu halaman 20 pasti jadi keki tuh kalo pas lagi bad mood dijawab gitu.
    Tapi emag sih, semua profesi yang berhadapan sama orang banyak, ujian pertamanya soal kesabaran, hehe.

    Btw, kadang jadi mikir, kayanya di semua tempat yg ada hubungannya sama admin dan informasi, selalu aja ada pertanyaan yg ga penting kaya caranya gimana ya, syaratnya apa aja. Aku yg cuma liat komennya aja pengen getok rasanya, haha. Segitu malesnya ya buat baca info dulu baik2. Nah, gimana coba yg jadi admin.. XD

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s