Love with a Witch – Hyun Go Wun

20150322_205738

Judul: Love with a Witch
Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Ratna Sitta Hapsari
Penerbit: Haru
Tebal: 320 halaman


Ini bukan kali pertama saya membaca novel berlatar Korea, tapi jelas ini kali pertama saya membaca novel berlatar Korea yang ditulis oleh orang Korea. Saya sudah sangat akrab dengan novel terjemahan barat, tapi ini novel terjemahan Korea yang pertama kali saya baca, Love with a Witch. Terima kasih Penerbit Haru atas kesempatan ini. :*

Love with a Witch bercerita tentang pertemuan Soo An (sang perempuan penyihir) dan Jun Hwi (laki-laki yang sering kali hanya sanggup berdiam kaku ketika keduanya bertemu).

Meskipun Jun Hwi tidak bisa menerima omelan Soo An perihal dirinya yang tidak bisa menjaga Eun Yoo, keponakannya tercinta, tapi yang dikatakan perempuan itu memang benar adanya. Jun Hwi memang kelimpungan menjaga Eun Yoo yang sudah berkali-kali mengalami percobaan pembunuhan dalam bentuk kecelakaan. Belum lagi perusahaan Grup Jung Ang yang harus diurusnya. Oleh karena itu, ketika Soo An menyelamatkan Eun Yoo dari tabrakan dan menceramahinya tetang bagaimana seharusnya dia menjaga Eun Yoo, Jun Hwi mengambil keputusan gila.

“Kau minta aku melakukan apa?”

“Tolong rawat Eun Yoo selama beberapa waktu.” –hlm.46

Setelah perdebatan yang sengit dan obrolan yang melukai harga diri Jun Hwi akhirnya Soo An melunak. Perempuan itu menyanggupi permintaan Jun Hwi, tapi semua itu karena Eun Yoo-lah yang memohon. Bagaimana mungkin Soo An tega menolak anak kecil lucu dan menggemaskan, yang membuat hatinya sedih karena terlalu dewasa untuk seorang anak kecil, seperti Eun Yoo? Sejak hari itu, Eun Yoo resmi bergabung dalam keluarga Soo An.

Sejak hari itu, penyelidikan Jun Hwi atas semua percobaan pembunuhan pada Eun Yoo dimulai. Dan sejak hari itu juga, Jun Hwi mulai terjerat pesona sang penyihir.

Untuk novel terjemahan Korea pertama kali yang saya baca, Love with a Witch merupakan pengalaman pertama yang tidak akan saya lupakan. Terlepas dari kenyataan bahwa saya tidak suka desain kovernya (kenapa siluet penyihirnya harus sangat barat? Kenapa harus siluet? Kenapa tidak lebih … manis sekaligus dingin seperti Soo An?), saya suka penggunaan warna perak yang berpadu dengan ungu. Sinopsisnya sendiri berhasil membuat saya tertarik—selain dari fakta bahwa Hyun Go Wun adalah penulis novel roman Korea yang tenar dan saya penasaran bagaimana tulisannya.

Well, sebelum mulai membahas lebih dalam, saya ingin menyampaikan kesan yang saya rasakan ketika membaca Love with a Witch. Tidak seperti novel terjemahan barat atau novel terjemahan Jepang, novel terjemahan Korea (entah hanya LwaW ini atau yang lain juga saya tidak tahu karena masih kurang berpengalaman) itu ditulis dengan tata bahasa yang … tidak cukup mulus. Mungkin karena ini karya terjemahan. Mungkin karena gaya bahasa di Korea memang seperti ini. Yang pasti saya sering kali bingung ketika menemkan kata ganti orang ketiga yang menggantikan orang yang berbeda-beda (hlm. 135). Saya juga sering merasa tidak ada keterkaitan antara paragraf satu dengan yang lainnya atau malah ada peristiwa yang terlewatkan (hlm. 86-87). Bahkan kadang deskirpsinya tidak berhasil menjelaskan apa yang terjadi dan langsung jump into conclusion (hlm. 291-293).

Membaca Love with a Witch dibutuhkan ketelitian dan kesabaran, karena nama-namanya yang terdiri dari dua suku kata cukup mirip satu sama lain (sampai saya sering membolak-balik untuk menyakinkan apakah ini tokoh yang sudah pernah muncul sebelumnya atau tidak). Tapi ketika mulai terbiasa dan mengenal tokoh-tokohnya, rasanya seperti berkendara di jalan tol. Selain itu, rasa novel ini memang benar-benar terjemahan, segalanya terasa asing (gaya bahasa, pilihan kata, cara berbicara, segalanya) meski ditulis dalam bahasa Indonesia.

Karena fakta itu, entah kenapa saya merasa tidak cukup berhak mengkritisi cara penulisannya. Saya harus paham terlebih dahulu sasta dan budaya Korea. Saya juga sepertinya harus membacanya dalam bahasa aslinya. Atau paling tidak saya harus lebih banyak membaca literatur Korea.

Baiklah, setelah mengutarakan hal-hal yang cukup mengganjal, mari mulai bahasan sebenarnya.

Saya suka penyajian novel Love with a Witch ini. Setiap bab diawali dengan resep ramuan sihir yang jika dicermati baik-baik semacam menggambarkan apa yang terjadi antara Jun Hwi dan Soo An di tiap bab. Bahkan secara personal saya lebih suka Buku Pedoman Sihir (tiga kata yang mengawali sebelum semua bab dimulai) itu yang menjadi judul. Lebih pas dengan konsep penyajian tiap bab dalam novel ini.

Saya juga suka ide “penyihir” yang digunakan Hyun Go Wun. Rasanya berbeda dan orisinil. Novel roman sering kali dikatikan dengan putri atau gadis biasa saja yang cocok menjadi putri, tapi penyihir? Baru kali ini saya mendapatkan tokoh utama perempuan direferensikan sebagai seorang penyihir. Walau saya heran kapan Jun Hwi menganalogikan Soo An dengan penyihir. Laki-laki itu langsung saja memanggil Soo An penyihir (hlm. 25). Begitu saja.

Untuk karakterisasinya sendiri, terlepas dari deskripsi fisik yang diberikan penulis tidak cukup sesuai dengan gambaran orang Korea pada umumnya (kecuali artis), saya suka karakter dalam novel ini. Saya memang tidak suka Soo An yang selalu bertindak sesukanya, keras kepala, tidak mau mengalah, dan tidak mencoba mengerti posisi sulit keluarga Jun Hwi (hlm. 107-108), tapi perempuan itu menatap dunia dengan … jujur. Banyak sekali perkataannya yang menusuk di hati.

“Anak seusiamu tidak seharusnya terlihat serius sekali seperti ini.” –hlm. 22

Padahal cara menggunakan uang lebih penting daripada mengumpulkan uang. –hlm. 41

“Bahkan Yesus pun mengatakan bahwa keserakahan adalah kejahatan yang tidak bisa dihindari.” –hlm, 146

Tapi, yang paling saya suka dari Soo An adalah dia menghadapi hal-hal yang terjadi padanya dengan berani—meski kadang terlihat nekat. Saya tidak berhenti tersenyum membaca bagaimana Soo An menanggapi pertanyaan wartawan dan Chae Yong (artis yang sempat dekat dengan Jun Hwi) ketika dia dan Jun Hwi kepergok sedang makan bersama (hlm. 183-191). Saya suka ketika dia berhadapan dengan Ji Hyeok (hlm. 206-213). Selalu menyenangkan melihat karakter perempuan yang kuat dan tidak mudah dikalahkan.

Jadi, jika kamu suka karakter utama wanita yang kuat yang sering bertindak di luar dugaan dan senang memberikan kejutan (meski kadang terlalu egois dan tidak bisa berpikir dengan logis dan banyak menuruti perasaan walau tujuannya baik), Love with a Witch bisa menjadi pilihan.

Untuk Jun Hwi, yang memiliki fisik sempurna, kaya, tidak kekurangan satu pun, tipe pangeran bermobil mewah dalam drama-drama Korea, juga cukup likeable. Selalu menyenangkan ketika melihat seorang laki-laki yang tenang kehilangan ketenangannya karena tokoh karakter utama wanita. Hihi. 😀

Saya juga suka hubungan Jun Hwi dengan Eun Yoo yang manis. Manis sekali melihat Jun Hwi merasa kesepian dan cemburu ketika Eun Yoo banyak bercerita soal Ian (kembaran Soo An) yang menemaninya bermain (hlm. 143-144).

Karakter Ian juga begitu bisa diandalkan. Sebagai saudara kembar Soo An yang banyak menimbulkan masalah dan seenaknya, Ian adalah pelengkap yang pas. Saya suka bagaimana cara Ian menohok Soo An yang sedang bingung atas lamaran Jun Hwi (yeah, Soo An dilamar Jun Hwi! Tidak bisa dipercaya, kan? Jadi bacalah novel ini supaya bisa tahu cerita lengkapnya, wkwk. xD).

“Sebenarnya kau sudah membuat keputusanmu. Jadi, jangan tiba-iba kau berubah pikiran untuk melarikan diri dari keputusanmu sendiri.” –hlm. 176

Saya juga suka peningkatan hubungan Jun Hwi dan Soo An. Manis sekaligus seksi. Begitu memasuki adegan romantis yang cukup intim, entah kenapa Love with a Witch mengingatkan saya pada novel-novel Harlequin—minus deskripsi yang implisit-menjurus-eksplisit tapi tetap saja seperti sebuah hal yang tidak disangka (hlm. 108). Dari awal saya tidak pernah terpikirkan bahwa hubungan Jun Hwi dan Soo An akan dituliskan dengan cukup menjurus ekplisit (pun juga mereka adalah orang dewasa).

Terlepas dari hal-hal seperti itu yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia sehingga (mungkin) bisa dimaklumi dalam novel ini, fakta ini menjadi pertimbangan saya menanyakan pekerjaan (karena usia cukup menjadi isu yang sensitif bagi banyak orang) dalam giveaway di sini. Mohon dimaklumi, ya. 🙂

Secara keseluruhan, Love with a Witch adalah pengalaman membaca novel terjemahan Korea yang asyik. Saya tidak menemukan kesalahan penulisan (walau banyaknya kata ganti yang ditulis “laki-laki” sering membuat saya bingung). Terjemahannya juga enak untuk dibaca. Penyajian dan pemilihan kover serta ilustrasinya juga cakep, saya suka (walau menurut saya margin novel-novel Haru selalu terlalu sempit apalagi yang bagian dekat jilid itu…). Karakternya juga likeable. Dan sepertinya akan menyenangkan jika menjadi drama Korea—atau sudah menjadi drama?

Selamat membaca! 😀

Silakan cek giveaway dan blog tour Love with a Witch kerja sama dengan Penerbit Haru di sini. Siapa tahu kamu beruntung!

—————–
Diikutkan dalam New Author Reading Challenge 2015 dan 100 Days of Asian Reads Challenge.

Advertisements

32 thoughts on “Love with a Witch – Hyun Go Wun

  1. Kebanyakan reviewer (yang me-review buku ini) bilang bahwa penokohannya agak sedikit banyak dan lumayan ribet dengan jalan ceritanya. Nah! Aku jadi penasaran seribet apa. Karena sejauh ini,novel K-Iyagi Penerbit Haru engga ribet-ribet amat. Malah K-Iyagi Haru adalah fovoritku.

    Terima kasih atas reviewnya, cukup bikin kepo sama isi cerita dari novel ini ^^

  2. Entah kenapa banyak yang review buku ini bilang karakter yang dihadirkan cukup susah diingat, dan ada beberapa kata – kata yang sedikit susah untuk dicerna. Tapi justru karna itu aku makin penasaran sama novel ini, penasaran gimana gaya penulisan Hyun Go Wun dan terjemahan dalam buku ini. Karna setahuku K-Iyagi penerbit haru enggak ribet dan enak dibaca^^

  3. Belum pernah saya membaca novel yang dibuat orang korea sebelumnya kecuali novel korea yang dibuat orleh orang indonesia. Review yang bisa dibilang sangat jujur ini membuat saya tahu kelemahan dan kebaikan dari novel ini. Seperti cover, benar yang dikatakan kalau cover dengan siluet penyihir tapi selebihnya saya menyukai cover nya yang soft. Terlepas dari cover, cerita nya juga tidak terduga. Awalnya saya pikir ini tentang penyihir tapi ternyata hanya tentang seseorang yang mwmpunyai daya tarik yang besar seperti mereka menyihir kita. Apalagi banyak cerita tak terduga lainnya yang membuat saya penasaran seperti Soo An yang dilamar Jun Hwi. OMG makin penasaran aja dengan novelnya…. dan yang menbuat novel ini bikin penasaran adalah cara penulisan orang korea. Saya blm tahu cara penulisannya bagaimana

  4. Belum pernah baca novel terjemahan Korea dan selama ini baru baca Nobel bersetting Korea yang ditulia orang Indonesia. Hm, perbedaannya memang jauh. Kalau soal banyaknya tokoh, sepertinya Novel Terjemahan Korea memang suka banget dengan banyak tokoh dan nama yang mirip2. Hehehehehe…
    Isi bukunya bener2 di luar bayangan. Karena judulnya aja ada penyihir2nya, aku kira ya fantasi. Ternyata masih berbau romance, dan penyihir itu cuma perumpamaan.

    Dari review ini jadi makin banyak tahu sih tentang buku ini. Dan makin pengen milikin sendiri.
    Novel ini sudah dijadikan drama kak. Judulnya Shine or Go Crazy. Hehehehehe

  5. so far, ini adalah review LWAW paling detil yang saya baca. hal yang ditilik lebih banyak walau nampaknya masih terpengaruh oleh selera sendiri, hehehe. ada banyak kritikan dan pujian disematkan di sini. good job, anyway! 🙂
    kalau saya boleh menyikapi soal isi cerita di beberapa bagian yang dituturkan secara eksplisit, sebetulnya ada banyak sekali novel di Indonesia yang ditulis oleh penulis lokal yang isinya juga seperti itu. kurasa ini bukan soal cocok atau tidak dengan budaya Indonesia, melainkan genre dan batasan umur yang diperbolehkan untuk membacanya. sehingga seharusnya si pembaca sendiri harus selektif memilih jenis bacaan. and thanks a lot dengan adanya review ini jadi lebih jelas menginformasikan bahwa novel ini memang lebih cocok untuk dewasa.
    by the way, resiko membaca novel terjemahan ya memang seperti itu, kendala tata bahasa dan cara untuk bisa 100% menikmati isinya. hal ini juga pernah menjadi ‘ketakutan’ saya mau menjamah novel terjemahan karena dulu pernah baca yang saya nggak bisa ngerti inti ceritanya. tapi lama-lama jadi terbiasa dan bisa enjoy. mungkin si reviewer masih kagok dengan novel terjemahan Korea, berhubung baru pertama kali baca novel asli karangan orang Korea kan. I think you should read more about Korean literature. 🙂

  6. Saya sudah baca beberapa review tentang novel ini, dan belum sepenuhnya paham makna ‘Witch’ a.k.a ‘Penyihir’ pada judul novel ini. Sebenarnya, dari beberapa review ini juga saya tahu bahwa ‘Penyihir’ ini hanya julukan dari Jun Hwi kepada Soo An karena sifatnya yang mungkin tidak sesuai dengan Jun Hwi. Entahlah, apa saya yang kurang peka atau bagaimana, tetap saja belum menangkap makna ‘Penyihir’ ini. Bahkan, saya pikir, alasan Jun Hwi menitipkan Eun Yoo pada Soo An adalah karena Soo An seorang penyihir dan bisa menyihir Eun Yoo agar terlindungi selamanya dari ancaman pembunuhan dsb. So far, nice review, walau membuat saya tetap tidak mengerti mengenai ‘Penyihir’ tadi 😀

  7. Sebelum-sebelumnya sih udah pernah baca k-iyagi haru, tapi belum pernah baca yang genre fantasi seperti ini (kalo k-drama sih udah sering). Dari awal baca review sebenarnya saya penasaran, kenapa ada orang yang mengincar nyawa Eun Yoo? Padahal Eun Yoo kan masih anak-anak. Terus ada satu yang bikin saya kecewa baca review ini: kenapa nggak ada contoh sihir yang dilakukan Soo An???? Huhuhuhu padahal penasaran banget TT TT Ah tapi emang sengaja dibikin penasaran kan biar jadi pengen baca bukunya ya, wkwkwk

  8. Review sebelumnya emang udah di jelaskan kalau banyak sekali tokoh dalam novel ini, dan saya pikir wajar aja sich banyak tokoh, toh hanya sekedar pendukung. Tapi pas baca review yang ini saya jadi paham kenapa di review sebelumnya mempermasalahkan banyak tokoh tersebut, karena nama-nama korea yang cenderung mirip. Aku bukan tipe pembaca romance apalagi nonton drama(mau korea atau bukan), jadi sedikit tertantang untuk mengulik isi buku ini hehe …. Mungkin aku bakalan puyeng kali ya untuk baca pertama. Belum lagi hyun go wun ini banyak penggemarnya, aku rasa ceritanya pasti menarik.

    Buat isi ceritanya sendiri, aku membayangkan ending dan jalan cerita setiap baca review di blog lain.Tapi gak ada yang menulis konflik apa yang terjadi di novel ini. Cuma soo an yang jaga eun yoo karena di kejar penjahat. Pertanyaan saya, apa emang gak ada konflik di novel ini? Apa cuma mengisahkan cerita cinta soo an dan ju hwi saja?

    Tap sayang ya, di review kali ini Ian gak di bahas. Padahal saya pengen tau tentang dia hehe ….

  9. Jujur.. Aku belum pernah baca Novel Korea terjemahan satupun dan jdinya penasaran banget^^
    Klo d’liat dri review d’ats, sudah menggambarkan kalo novel ini isinya kliatan rumit..
    sperti karakter2 yg memiliki nama yg mirip serta gaya bahasanya,,
    Tp Aku suka banget statement kamu ttg “Karakter Wanita yg Kuat”, krna Aku gak suka karakter cewe yg lemah, yg sukanya nangis mulu –”
    Cewe Keras kepala+Cowo Super Kaya => Komplit 😀
    Penasaran bgmna mreka bisa suka satu sama lain? dan bgmana insiden lamarannya y? so curious >.<

    eeitzzz.. hmpir klupaan, Witch? jdi "Penyihir" disini itu hanya analogi smata? kiraiin Penyihir bneran?

    sMoga aj jdi Drama, krna kbetulan ad Novel Hyun Go Wun yg dijadiin drama baru2 ini: "Shine or Go Crazy" ^^

  10. sebagai penyuka novel terjemahan Korea dari Penerbit Haru, aku setuju kalau kelemahan penerjemahan adalah pada kata ganti orang yang kadang suka bingung merujuknya ke siapa, yang mungkin [aku gak ngerti bahasa Korea] juga sebabnya adalah keterbatasan bahasa Indonesia, misalnya “dia”… kan bisa jadi untuk perempuan atau laki2…
    dan memang ada beberapa novel terjemahan Korea yang sepertinya harus ditempelin “Dewasa” karena isinya yang sebaiknya dibaca oleh pembaca dewasa…

    penasaran juga pengen baca buku ini, penasaran gimana ceritanya si Soo An jadi penyihir… selain itu… hhhmmm… novel romans itu ceritanya tipikal, yang harus dinikmati adalah prosesnya… hehe… 😉

  11. Hhmm… Sebenernya sih bingung juga mau komentar apa. Soalnya aku memang dari dulu kurang suka dengan hal-hal berbau Korea. Tapi, jujur aku cukup tertarik dengan buku ini berkat review yang keren dari kakak ^^
    Awalnya sempet ngira kalau si Soo An memang benar-benar penyihir, dari covernya yang manis, keren lah pokoknya & judulnya, emang pas banget buat menggambarkan cerita fantasi penyihir. Eh, ternyata penyihir disini cuma sekedar kiasan.
    Aku sempet kecewa juga sih, secara aku kan penggemar novel fantasi. Awalnya udah ngebayangin perjalanan cinta mereka yang penuh magic, tapi yaa sudahlah. Keren juga sih kalau tokoh perempuannya diibaratkan sebagai penyihir 😀
    Secara keseluruhan, reviewnya sih keren. Bagus banget malah, nggak spoiler, tapi bikin yang baca jadi makin penasaran.

  12. Terjemahan korea terbitan Penerbit Haru emang bagus, apalagi banyak yg bilang penulis Hyun Go Wun karyanya seru2. Aku suka karakter Soo An :3 Sepertinya review disini lebih lengkap ya:v hehe. Mungkin itu saja

  13. Karakter yang dimiliki jun hwi seperti di K-Drama umumnya dan akhirnya juga endingnya seperti pangeran mencintai gadis miskin tapi masih bikin penasaran sih sama lika-liku perjalanan cinta mereka…hehehe dan riviewnya bagus serta pemaparan plus minusnya…

  14. Ceritanya kayak drama korea pada umumnya sih. Tapi, gak tau kenapa aku jadi penasaran sama kisah mereka. Terutama sama Eun Yoo, semanis apa kok bisa meluluhakan hati Soo An yng menurutku dia tipe orang yang keras sehingga dia mau menjaganya. Nice review kak, jadi makin penasaran sama novel ini. 🙂

  15. Saya banyak membaca bagaimana sebuah karakter bisa menyihir pembacanya dngan semua adegan dan sifat yang dimilikinya.
    Dan untuk novel ini, dari review yang saya baca bercerita bagaimana karakter cerdas, kuat dan keras kepala Soo An akhirnya mampu juga menggoyahkan pikiran dan hidup si tampan sempurna Jun Hwi.

    Saya blm pernah membaca literatur ataupun terjemahan novel Korea, ulasan reviewer membuat saya penasaran seberapa berbeda ‘taste’ novel Korea ini.

    Ide ceritanya sebenarnya biasa, tapi saya setuju, karakter wanita yang kuat selalu menjadi daya tarik sendiri. kadang bukan pada kelebihannya melainkan sikap jujurnya dalam hidup.

  16. Aku juga penasaran model Ju Hwi melamar Soo An gimana.. Iyaa sih, “witch” di cerita ini maksud sebenarnya adalah penggambaran sifat Soo An.. Tapi pensaran dan sempat berkhayal ajaa.. Lamarannya tuh apa yang bisa difilm-film kah ? Yang pake lilin, cincin, terus musik.. Atau, ada sentuhan sihir seperti sapu terbangnya..

  17. Terus terang aku bukanlah pengemar novel Korea yang nama tokohnya entah kenapa terkesan mirip dan susah dibedakan (hanya pendapatku ya), tapi sejak baca novel Always with Me karya Hyun Go WUn, aku jadi suka gaya tulisan beliau. Aku sering baca cerita fantasi dengan tokohnya penyihir, tapi itu kebanyakan dari buku terjemahan Barat, dan aku sedikit kaget waktu tau ada novel Korea yang bercerita tentang penyihir. Yup, ini novel Love with a Witch. Jarang banget soalnya cerita penyihir dari Korea. Penasaran banget, disinilah aku baca review kakak. Ada kalimat direview kakak yang mengelitik pikiranku..
    “Setiap bab diawali dengan resep ramuan sihir yang jika dicermati baik-baik semacam menggambarkan apa yang terjadi antara Jun Hwi dan Soo An di tiap bab.” entah kenapa aku jadi penasaran resep kayak apa yang ditulis disitu dan memiliki pesan tersirat hubungan Jun Hwi dan Soo An. Selain itu aku juga penasaran tentang bagaimana hubungan Soo An dan kembaranya, Ian. Soalnya direview kakak kembaran Soo An jarang disinggung.hehehe

  18. Reviewnya bagus, sangat memberikan gambaranku terhadap novelnya. Jujur aku belum pernah baca novel Korea. Tapi kebanyakan yang mereview buku ini sangat menikmati gaya penulisannya Hyun Go Wun. Jadi agak ragu setelah baca reviewnya kalau penulisannya agak berbeda. Ah, tapi kan setiap pendapat orang berbeda-beda (^^) Aku jadi angkat alis habis baca perkataannya Soo An yang pedes gitu. Nggak kebayang bagaimana jadinya waktu membaca buku ini apa aku bakalan suka sama tokoh Soo An. Jadi penasaran mau baca!! >.<

  19. menurutku tokoh-tokoh di Love with a Witch ini lumayan banyaak. Jadi setiap tokoh selingan jd gak terlalu di ekspos. Tapi gak mengurangi keseruan ceritanya. Ini cuma aku aja yang merasa atau memang aku yang susah ngapalin nama-nama tokoh Korea ea. Agak ribet ngingatnya .. huehuehue ^^

  20. Baca karya Hyun Go Wun bukan pertama buat aku. Aku termasuk suka sama cara berceritanya. Dan, kalau nggak biasa baca novel terjemahan korea dengan nama-nama seperti itu, ya pasti bingung. Dulu, aku juga begitu. Tapi, sekarang udah biasa, karena sering banget ketemu novel terjemahan korea.
    Hyun Go Wun ini kayaknya suka banget bikin novel dengan tema-tema berbeda. Dulu sang dewi, sekarang penyihir.
    Dia emang hebat, deh

  21. Aku penasaran dengan ide ceritanya yang beda dibanding cerita korea yang lain. Kalau penyihir ini hanya kiasan dari karakter tokohnya, mungkin lebih enak tanpa memakai istilah penyihir di judulnya. Tapi yang bikin penasaran karakter tokoh si cewek, sebagai sentral, dia punya kembaran. Dan ini yang aku pengin tahu, seberapa besar peran kembarannya dalam membuat endingnya jadi lebih mengejutkan. 😀

  22. pasti yang pertama baca sinopsis buku ini pasti udah kepikiran bakal tentang kisah penyihir ala Harry Potter deh. padahal kenyataannya enggak. kelihatannya kisah keluarga Soo An kurang banyak disorot deh, apa Soo An punya anggota keluarga yang aneh-aneh ala penyihir ya? mesti baca bukunya dulu nih. hehe

  23. Karena saya nge-fans dengan Hyun Go Wun, saya exited banget waktu tau ada karyanya LAGI yg di terbitin Haru. Ini yg ke-4. Dari novel sebelumnya yg saya baca Always With Me dan 4 Ways To Get A Wife (harus baca loh kok, dijamin seru ceritanya) ceritanya manis kok ala drama-drama korea. Sayangnya saya belum baca Moon In The Spring.

    Well, karena udah terlalu sering baca resensi Love With A Witch saya jadi makin penasaran. Pengen baca sendiri. Soalnya, jujur saja saya pusing. Dari sebelumnya saya pusing Jun Hwi itu cewe or cowo? Dari resensinya kakak saya baru tau ternyata cowo yah haha.
    Terus saya juga sependapat dengan covernya yg menurut saya agak kurang apa yah? Pokoknya saya kurang sreg aja sama covernya. Tdk seperti cover di novel sebelumnya yg menurut saya manis.
    dari novel sebelumnya, menurut saya Hyun Go Wun cara penulisannya bagus kok. Mungkin benar, kakak belum terbiasa aja jadi agak bingung ketika bacanya. Karena saya sudah berpengalaman (?) baca novel terjemahan korea apalagi terbitan Haru bahasanya bagus kok. Untuk hal yg satu ini saya tdk sependapat dengan kakak hoho. Memang sih ada sebagian novel yg terjemahan korea yg bahasanya kurang di mengerti. Tp bagi saya haru tdk termasuk. Karena haru menerjemahkan dengan sangat bagus dan rapi. Itulah mengapa saya suka baca novel haru^^
    Tentang novel menjurus ke “ekspilisit” itu, itu udah biasa kok ada di novel korea. Haha bukan berarti saya suka yah atau mengahayati banget pas baca -nggak lah-. Bahkan ada yg lebih parah malah di After D-100 sama Explicit Love Story. Udah baca belom? Xoxo
    Oh iya saya mau sedikit kritik nih tentang resensinya. Perhatiin deh paragraf 6 dan 7 sama 20 dan 21. Jujur saja saya bingung dengan pendeskripsiannya. Atau itu hanya menurut saya? *abaikan kalo gitu* jangan marah yah kak hoho

  24. Novel Love With a Witch ini mengusung tema anti mainstream, yaitu penyihir! Tapi yang membuatnya tidak terkesan umum, penyihir ini tidak diartikan secara harfiah, melainkan karakter dan sifat dari Soo An yang ditonjolkan disini. Saya suka, saya suka..*ala meimei* baidewei, novel Hyun Go Wun sukses membuatku jatuh hati kesekian kalinya. My favorite Korean’s writter.

  25. Terus terang belum pernah sekalipun membaca novel yang ditulis oleh orang Korea. Makanya ketika ada blogtour yang diadakan oleh Penerbit Haru, penasaran juga. Apakah novel Korea bisa sama menariknya dengan novel-novel romance dari amrik maupun dari Indonesia sendiri. Pertama kali membaca reviewnya, terasa sekali seperti membaca cerita drama Korea.^^ Kebetulan kl drama korea aku sering menontonnya. Harus diakui bahwa novel ini unik karena selain memiliki unsur romance, sepertinya ada unsur detektifnya juga.
    Novel ini sukses memunculkan rasa penasaranku untuk membacanya secara lengkap.^^

  26. Novel Korea? Wow, aku baru tahu kalau ada novel dari penulis Korea. Tiap ke toko buku, ga pernah liat soalnya (atau aku yg ga ngeh ya?). Awalnya pesimis kalau ceritanya bakalan bagus dan menarik jg seperti novel2 yg sudah ada. Tapi membaca review yg ditulis, sepertinya bakal menjanjikan nih. Apalagi kisah tambahan yg diberikan pun ga main-main, soal pembunuhan! Bakal seru nih. Semoga bisa dapat GA novel ini. Amin. Kalau ga dapat, tampaknya harus mencari ke toko buku terdekat.:)

  27. Setuju sama kakak soal covernya, manis sih tapi lebih suka kalau Soo An disiluetkan sedikit. Penggambaran karakternya paling kuat aku dapatkan di review ini dibandingkan peserta blogtour yang lainnya kak.
    Kalau soal terjemahan, aku beberapa kali sudah baca terbitan dari Haru baik versi J-Lit maupun K-Iyagi nya tapi menurutku lumayan bisa dipahami dan mengalir

  28. reviewnya ciamik {}
    masih penasaran sama kelanjutan hubungan Jun Hwi dengan Eun Yoo :(((
    Kelakuan tokohnya seru-seru hahahaa bikin koplak ituuuu.
    Tokoh utamanya mirip aku masa ._. jangan-jangan…….

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s