Event · Giveaway · Random

Enter Magical Realm Underrated Book + GIVEAWAY HOP

Image converted using ifftoany

UNDERRATED BOOK: SERI DEMONATA

Saya masih ingat betapa girangnya saya ketika tahu seri terbaru dari Darren Shan alias Darren O’Shaugnessy diterjemahkan oleh GPU. Pun saya masih tetap girang meskipun kovernya keterlaluan jeleknya tidak banget dan ceritanya bikin saya merinding disko (sebagian karena ceritanya cukup seram dan lumayan gore, sebagian karena saya baca pas malam-malam sunyi-senyap). Intinya, saya sangat-sangat-sangat-sangat girang karena seri Demonata terbit.

Sejak membaca Darren Shan Saga, saya jatuh cinta pada karya Darren Shan. Terlepas dari saya merasa penulisnya norak karena menggunakan namanya sendiri sebagai nama tokoh utama karakternya, tapi Darren Shan Saga (disingkat DSS) memang kisah yang keren. Apalagi ending DSS itu… epic. Baru kali ini saya menemukan novel yang menyasar remaja (atau YA, ya?) dengan akhir yang… realistis. Cakep banget. :’)

Nah, kali ini, masih dalam rangka memperingati BBi Anniversary #4 dan menjadi anggota SFF di event Around The Genres in 30 Days, saya memutuskan untuk membahas Seri Demonata sebagai bahasan underrated novel SFF. Well, memang tidak seperti bahasan saya perihal subgenre romance fantasy di SFF, tapi memang tidak harus sesuai subgenre-nya kok. 😀

20150406_134150
Seri Demonata terjemahan GPU

Satu hal pasti yang membuat saya memasukan seri ini kedalam underrated novel adalah (seperti yang kita semua tahu) seri ini tidak dilanjutkan oleh GPU. Bahkan sejak beberapa tahun lalu, sejak Demon Apocalypse tidak terbit-terbit juga, seri ini yang sudah terbit diobral layaknya pisang goreng di pinggir jalan. Di situ bukan kadang lagi selalu saya merasa sedih. Inilah alasan kenapa saya memilih novel ini dalam bahasan underrated book.

Seri Demonata tergolong dalam subgenre horror fantasy (saya baru benar-benar sadar bahwa horor itu bagian fantasi ketika blogwalking tulisan anggota SFF yang lain). Seri ini terdiri dari sepuluh judul:

  1. Lord Loss
  2. Demon Thief
  3. Slawter
  4. Bec
  5. Blood Beast
  6. Demon Apocalypse
  7. Death’s Shadow
  8. Wolf Island
  9. Dark Calling
  10. Hell’s Heroes

Dalam Lord Loss, kita akan berkenalan dengan Grubbs Grady. Sang narrator utama dalam seri ini yang berusaha menyelamatkan dirinya dari penyakit keluarga Grady yang tidak tersembuhkan, lycanthropy. Satu-satunya cara menyembuhkan kutukan itu adalah dengan bantuan master iblis bernama Lord Loss. Tapi, ayah, ibu, dan kakaknya mati dengan keadaan mengenaskan di tangan Lord Loss. Sejak saat itu, Grubbs tinggal dengan pamannya, Dervish. Dan di desa kecil itu, Grubbs bertemu saudara-lain-ibunya, Bill-E, yang terjangkit penyakit seperti kakaknya. Sekarang, giliran Grubbs menyelamatkan nyawa Bill-E bersama Dervish.

Meskipun Lord Loss dan familiar-nya disebut iblis, nama umum bagi mereka di universe Seri Demonata adalah Demonata. Dan iblis dalam seri ini benar-benar brutal serta sadis.

Tapi, kelebihan utama dalam seri ini, bagi saya pribadi, bukanlah kisah horornya atau bagaimana Darren Shan berhasil dengan sukses membuat bulu kuduk merinding. Kelebihan utamanya adalah dari setiap buku yang dibawakan oleh tokoh utama yang berbeda, sehingga Seri Demonata tidak langsung terlihat sebagai sebuah kesatuan.

Buku kedua, Demon Thief, bercerita tentang petualangan Kernel Fleck menyelamatkan adiknya yang diculik Lord Loss di dunia Demonata. Buku ketiga, Slawter, kita kembali bertemu dengan Grubbs. Buku keempat, Bec, kita terlempar ke zaman dahulu kala yang entah kapan,  ada Bec MacConn yang berusaha menutup terowongan dari dunia Demonata. Yeah, Grubbs, Kernel, dan Bec adalah tokoh sentral dalam seri ini (meski Grubbs yang memegang peran lebih banyak sih).

Uniknya, ketiga tokoh sentral ini tidak bertemu dari awal seri. Mereka memiliki jalan masing-masing yang lalu bersinggungan di sebuah titik. Dan titik pertemuan Grubbs dengan Kernel terdapat di buku keenam, Demon Apocalypse yang ceritanya kelanjutan dari Blood Beast. Ini alasan utama kenapa saya merasa sangat-sangat-sangat sedih seri ini tidak berlanjut. Mereka memutuskannya tepat di bagian paling seru! T^T

Juni tersenyum kepadanya dan mencium pipi sang master iblis, menjilat setetes darah dari sudut mulutnya, menunjuk ke arahku. Menyeringai seperti harimau dan berkata, “Dia menjadi milikmu sekarang—master.” (Blood Beast, hlm. 312)

Setelah Grubbs diserahkan ke Lord Loss (dikhianati temannya), lalu yang saya temukan adalah satu kata: Bersambung. Satu kata yang tidak dijawab-jawab oleh GPU, hiks. T.T

Nurul Maulidia, seorang penggemar seri ini, berbaik hati mengatakan hal yang membuatnya menyukai Seri Demonata.

Yang paling aku suka dari Seri Demonata adalah ceritanya yang ternyata punya hubungan di setiap novel. Jadinya bikin penasaran. Tiap novel berhubungan, tapi karena alurnya maju mundur, masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Penasaran banget! Masih banyak kepingan misteri yang bolong.

BENAR SEKALI, Saudara-saudara! Hal inilah yang membuat Darren O’Shaugnessy menjadi salah satu penulis kesukaan saya (meskipun tulisannya ber-genre horor dan sejujurnya saya cukup anti sama horor—yang sepertinya terbatas pada horor berupa hantu). Karena dia selalu berhasil menciptakan misteri yang berlapis-lapis, yang tidak terkira, yang membuat jantung meloncat, dan yah luar biasa!

Mengulas betapa bagusnya novel ini, saya rasa saya bisa menghabiskan berlembar-lembar kertas atau membuat mulut saya sampai berbusa-busa. Oleh sebab itu, mari kita telaah bersama mengapa Seri Demonata ini tidak lanjut diterjemahkan.

Beberapa alasan yang terpikirkan oleh saya:

Satu, kovernya jelek. Saya harus dengan sangat terus terang berkata bahwa kover semua buku untuk seri ini jelek. Silakan bandingkan dengan kover versi US atau UK yang saya berikan di bawah. Saya pribadi lebih suka kover versi US, lebih elegan gitu. Kalo kover versi UK itu lebih menggambarkan hal-hal yang terjadi di sekeliling para tokoh utama.

Kover versi UK
Kover versi US

Kover Seri Demonata versi terjemahan itu… mengerdilkan fakta bahwa novel ini lebih daripada sekadar novel horor. Bagi saya pribadi, Seri Demonata itu mengandung unsur misteri yang kental dan sejujurnya epos (yang tidak akan terlihat jika hanya membaca seri ini hingga buku kelima).

Dua, karena tidak promosi yang gencar. Menurut GR, buku pertama Seri Demonata mendapatkan rating 4.20. Untuk versi terjemahan dalam negerinya sendiri, rating-nya mencapai 3.90.  Lebih tinggi dari Undakan Menjerit (Lockwood & Co.) yang mendapat rating 4.16. Dua-duanya tergolong dalam horror fantasy, tapi tahu apa yang membuat gaungnya berbeda? Karena ada @StroudINA.

Dulu, ada forum bagi pecinta karya Darren Shan Indonesia. Forum yang saya rasa cukup ramai pada awal masanya. Namun, negara api menyerang forum lama-lama tidak lagi populer. Facebook, twitter, Path, dan seabrek social media lain telah mengambil alih segalanya. 😥

Tiga, mungkin karena ceritanya yang cukup sadis? Dan sadis bukanlah bacaan yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Meski sejujurnya, bagi saya, tidak terlalu sadis kok.

Suara menetes—seonggok tubuh tergantung jungkir balik dari langit-langit berjaring di tengah ruangan. Tidak ada kepala. Darah menetes ke lantai dari lubang berbentuk O mengangga di lehernya. Bahkan tanpa kepala, aku mengenalinya. (Lord Loss hlm. 38-39)

Nah, deskripsi dalam Seri Demonata hanya seperti contoh penggalan di atas. Masih cukup normal, kan? 😀

Mungkin ada yang mau menambahkan alasan lain?

Awalnya, saya pikir memang tidak banyak yang membaca novel ini. Hanya aliansi pecinta Darren Shan sejak DSS dan adik kelas saya. Tapi, kemudian saya tahu bahwa seorang teman suka (padahal saya pikir ini bukan genre kesukaannya). Lalu, di grup SFF saya juga tahu bahwa Mbak Lina suka. Nah, lho, ternyata banyak juga nih yang suka.  Apa saya harus membuat petisi supaya GPU mau menerjemahkan lanjutan Seri Demonata? :’D


 GIVEAWAY HOP

Setelah menyelenggarakan giveaway pribadi, sekarang saatnya untuk giveaway hop. Giveaway hop dari SFF ini, jujur, sangat menggiurkan. Banget-banget. :Q

Sampai saat ini aka nada 4 orang pemenang dengan detail hadiah seperti ini:

Hadiah 1: Voucher buku senilai Rp.240.000 (1 pemenang)
Hadiah 2: 1 eks novel Game of Thrones ed.Terjemahan
Hadiah 3: Seri Scary Tales ( Home sweet horror, I scream You Scream, Good Night Zombie)
Hadiah 4: Novel Paranormalcy by Kiersten dan White & Wings (Aprilynne Pike)

Nah, bikin ngiler banget kan? Sayangnya saya tidak diperbolehkan untuk ikut. *nangis di pojokan* *abaikan*

Uhuk—sekarang, ini syarat dan ketentuan untuk ikut serta dalam giveaway ini. Mohon dibaca dengan saksama, ya. ^^

  1. Tebak satu judul buku berdasarkan petunjuk yang diberikan masing-masing pemilik 16 blog.
  2. Ambil huruf pertama dari judul buku tersebut. Huruf pertama ini akan menjadi HURUF KUNCI.
  3. Judul buku yang digunakan adalah versi aslinya, bukan terjemahan. (Misalkan Inheritance yang meski diterjemahkan menjadi Warisan, tapi yang kita gunakan tetaplah huruf I nya)
  4. Khusus untuk judul buku yang ternyata berawalan The, harap abaikan huruf T di depan, sehingga yang digunakan adalah kata setelah “The”. (Misalkan The Alchemist, maka yang digunakan dalam menyusun kata adalah huruf A bukan T).
  5. Setelah menemukan 16 huruf kunci dari masing masing blog, susunlah huruf huruf tersebut menjadi kata kata. Ingat, hanya kata bukan kalimat (seperti permainan scrabble)
  6. Jumlah minimal huruf yang digunakan dalam menyusun kata tersebut adalah 4 huruf.
  7. Setiap huruf yang merupakan jawaban tidak dapat digunakan berulang dalam satu kata. Kecuali kalau memang ada huruf yang sama dalam 16 judul tersebut.
  8. Jawaban dimasukkan ke dalam google docs yang bisa diakses lewat masing masing blog peserta SF/F. Tetapi hanya diperbolehkan mengisi sekali, jangan lakukan berulang ulang di blog yang berbeda.
  9. Peserta yang paling banyak menyusun kata ( kata tersebut harus dalam bahasa Indonesia dan tercantum di KBBI), dialah yang menjadi pemenangnya.
  10. Peserta yang bisa membuat kata yang berhubungan dengan dunia fantasi (contoh : dewa, dewi, peri dsb) mendapatkan bonus satu poin.

Sekarang, saatnya petunjuk dari saya. 😀

  • Judul novel yang saya pilih merupakan bagian dari subgenre romance fantasy (tidak disangka-sangka, punya keterkaitan lebih dari judul novel romfan yang saya berikan sebagai contoh).
  • Diterjemahkan sejak 2013 oleh Mizan Fantasi.
  • Sekarang sudah masuk bursa obral dengan harga Rp 20.000.
  • Mendapat rating 4.09 di GR.
  • Ravka.
  • Petunjuk terakhir….

clue

Well, susah? Tidak juga. Hanya butuh sedikit googling dan mengecek sana-sini saja, kok. 😀

Selamat menebak! Semoga beruntung!

Ah, terakhir, ini form google docs-nya. ^^

 

Advertisements

6 thoughts on “Enter Magical Realm Underrated Book + GIVEAWAY HOP

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s