Jack si Pelompat – Philip Pullman

20150418_101030

Judul: Jack Si Pelompat: Kisah Tentang Keberanian dan Kejahatan
Penulis: Philip Pullman
Penerjemah: Yashinta Melati P.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 128 halaman


Saya tahu nama Philip Pullman dari The Golden Compass, tapi sampai saat ini pun saya belum pernah membaca novel itu—menonton filmnya pun belum selesai entah kenapa. Jadi, Jack Si Pelompat adalah novel Pullman yang pertama kali saya baca.

Pada zaman Victoria, sebelum Superman dan Batman terdengar, ada jagoan lain yang menyelamatkan penduduk dan menangkap para penjahat. (hlm. 5)

Kalimat tersebut adalah klaim yang diberikan penulis di awal mula kisah Jack Si Pelompat ini. Klaim yang saya rasa terlalu membesar-besarkan sosok Jack. Kenapa? Karena dalam kisah ini, kisah petualangan kaburnya tiga bersaudara Summers dari panti asuhan yang kejam, sosok Jack sendiri tidak menjadi tokoh sentral.

Pahlawan-pahlawan yang menolong tiga bersaudara itu bukan hanya Jack, tapi ada Polly (seorang gadis pegawai bar yang dulu pernah diselamatkan Jack) dan Jim (kekasih Polly sekaligus awak kapal Indomitable nama kapalnya indo(mie) di meja) yang membantu. Bahkan ketiga bersaudara itu sendiri juga cukup berhasil menjadi pahlawan bagi diri mereka selama pelarian. Terlebih ada Spangle, anjing yang ditemukan mereka di jalan. Porsi Jack sendiri terlalu… sedikit.

Jack Si Pelompat ini sendiri merupakan gabungan novel dan komik. Gambar yang diperlihatkan dalam buku ini bukan sekadar ilustrasi, tapi juga menjalin cerita. Jadi, gambar-gambar (meski ekspresi tokohnya tidak menggambarkan, mirip komik-komik Tintin gitu yang wajahnya rada datar) dan balon-balon kata (meski kalimatnya kadang terlalu panjang jadi tidak nyaman dibaca atau ukuran hurufnya terlalu kecil) yang ada dalam buku ini bukan pemanis semata.

Mereka ikut menceritakan kisah dalam buku ini. Jadi, rasanya Jack Si Pelompat itu cocok saya kategorikan sebagai semi-comic book.

Satu hal lain terkait gambar, ilustrasi Jack di sampul dengan Jack di dalam buku berbeda. Jack di dalam buku tidak mengenakan kostum seperti di sampul. Jack menggunakan topi tinggi dan besar dan jubah dan tampak menyeramkan. Versi sampul Jack Si Pelompat yang lebih menggambarkan ada di versi terbitan Yearling 2004.

Terlepas dari banyaknya celah dalam cerita ini, Polly yang percaya begitu saya (hlm. 52), Jim yang katanya takut ketinggian tapi berhasil mengalahkan Tweedle (hlm. 64-69), Mr. Killjoy dan Miss Gasket yang mudah dialihkan (hlm. 101-103), dan penyederhanaan lain, Jack SI Pelompat memang cerita anak-anak. Yang ada adalah hitam dan putih, jahat dan baik, salah dan benar. Mutlak.

Meski demikian, karakter Filthy (salah satu bawahan penjahat di buku ini) dan peri suara hatinya, adalah karakter yang cukup abu-abu. Saya suka bagaimana Pullman menyelipkan karakter yang jahat itu sebenarnya karakter yang telah melupakan kata hatinya. Saya suka apa yang dilakukan Pullman pada Filthy, membiarkan Filthy kembali menuruti sang peri suara hatinya dan melakukan kebajikan-kebajikan kecil di sela cerita petualangan Summers bersaudara (hlm. 120-122).

Hal lain yang saya suka dalam buku ini adalah bagaimana cara Pullman memulai setiap bab. Di awal tiap bab, Pullman memberikan kutipan dari buku lain! Bab satu dari The Three Musketeers, bab dua dari A Western, dan seterusnya, yang kutipan tersebut menjadi kalimat awal pembukaan bab. Memang tidak sepenuhnya sama, beberapa nama atau tempat berubah, tapi intinya tetaplah sama.

Misal pada bab dua belas, Pullman mengutip dari The Adventures of Tintin: The Shooting Star: “Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Kapten…” Lalu, memulai awal bab dengan kalimat: “Mereka tidak bisa menunggu lebih lama lagi.”

Saya baru pertama kali menemukan buku yang seperti ini. Inkheart juga memulai bab dengan kutipan, tapi tidak menjadi awal bab itu sendiri seperti dalam Jack Si Pelompat.

Well, terlepas dari fakta bahwa ini adalah novel terjemahan sehingga beberapa bab tidak dimulai dengan kutipan yang sama (saya rasa karena konteks kalimatnya yang dimaksud bisa tidak sampai jika dimulai dengan persis sama), penerjemah berhasil menerjemahkan dengan baik. Meski, sepertinya saya akan jauh lebih suka jika membaca versi aslinya.

Yah, Jack SI Pelompat adalah bacaan ringan tipis yang menyenangkan. Selamat membaca!

Advertisements

5 thoughts on “Jack si Pelompat – Philip Pullman

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s