Cinta di Batas Biarritz – D. S. M. Dedelidae

Judul: Cinta di Batas Biarritz
Penulis: D. S. M. Dedelidae
Penyunting: Diaz
Penerbit: de TEENS
Tebal: 272 halaman


Cinta Jarak Jauh

Mori menjalin hubungan jarak jauh dengan Arlan. Pemuda itu memutuskan tinggal di Biarritz, meninggalkan Mori di Bandung. Ketika berpisah, Arlan menyakinkan Mori bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja. Arlan tidak akan pernah meninggalkan Mori.

β€œKamu tidak usah mempertanyakan apa pun. Kalau kubilang mencintaimu, aku pasti menvcintaimu. Aku tidak mungkin berbohong dengan ucapanku.” (h. 20)

Setelah ditinggal Arlan, Mori harus mempertahankan kisah cintanya. Gadis itu harus menyakini bahwa Arlan akan selalu mencintainya meski pemuda itu jarang mengiriminya kabar. Begitulah Arlan, cuek bahkan kepada kekasihnya.

Seorang Peselancar

Satu hal yang membuat novel ini terlihat berbeda adalah hobi Arlan. Pemuda itu gemar berselancar. Dia seorang peselancar yang sangat menikmati waktu-waktu menantang dan mengalahkan ombak. Saya belum pernah menemukan karakter seorang peselancar dalam novel apa pun. Peselancar baru saya temui dalam manga.

Penulis cukup berhasil mengisahkan peselancar dalam novel ini. Deskripsi ketika Arlan sedang berselancar di atas ombak dan kecintaan Arlan terhadap berselancar.

Di atas permukaan ombak, Arlan seperti terbang. (h. 81)

Sayangnya, saya tidak mendapatkan feel yang cukup kuat soal kepindaan Arlan ke Biarritz. Apakah pemuda itu semata-mata pindah untuk bisa menantang ombak Biarritz? Atau dia pindah untuk berkuliah seperti sepupunya, Dion? Tidak banyak hal tentang Arlan yang dikisahkan penulis. Hanya soal Arlan yang cuek dan senang berselancar melulu.

Jalan Cerita yang Lambat

Satu hal lain yang saya sayangkan adalah jalan ceritanya. Sebagian besar cerita dalam novel setebal 272 halaman ini sudah dikisahkan di sinopsis belakang buku. Pembaca sudah dari awal diberitahu bahwa Arlan akan hilang tertelan ombak. Padahal, Arlan tenggelam baru diketahui di halaman 90an, nyaris setengah dari buku.

Penulis juga punya kecenderungan untuk mengulang-ulang hal yang sama. Perihal kekhawatiran Mori terhadap Arlan dan hubungan mereka, perihal mimpi Asih, perihal perseteruan Alisha dan Mori, serta hal-hal lain. Hal-hal itu terus diulang-ulang oleh penulis tanpa diberikan sebuah konklusi. Jujur, saya merasa jemu sendiri ketika terus dibeberkan kekhawatiran Mori dengan hubungannya tapi tanpa ada konklusi yang jelas.

Itulah sebabnya, secara keseluruhan novel ini terasa sangat lambat.

CintaΒ dan Sahabat

Seperti halnya dalam banyak novel remaja-dewasa muda lain. Cinta di Batas Biarritz memiliki empat orang tokoh sentral. Mori dan Arlan yang berpasangan, serta Alisah dan Dion, dua orang sahabat mereka. Keempat orang itu bersahabat sejak dulu hingga Mori dan Arlan menjadi sepasang kekasih.

Nah, seperti halnya dalam banyak kisah, ada perasaan-perasaan lain yang tumbuh di antara mereka. Begitu juga dalam diri tokoh novel ini. Perasaan-perasaan inilah yang berkembang menjadi konflik. Tentu saja pembaca dapat dengan mudah menebak siapa yang suka dengan siapa. Akan tetapi, penulis berhasil menyajikan berbagai kutipan menarik seputar perasaan mereka. Salah satu yang saya suka adalah:

“Jangan sekali pun mengharapkan atau merusak cinta yang telah terjalin antara dua orang yang saling mencintai. Kau akan merasakan sakit jika suatu saat itu terjadi padamu.” (h.264)

Selamat membaca! πŸ˜€

Advertisements

6 thoughts on “Cinta di Batas Biarritz – D. S. M. Dedelidae

  1. β€œJangan sekali pun mengharapkan atau merusak cinta yang telah terjalin antara dua orang yang saling mencintai. Kau akan merasakan sakit jika suatu saat itu terjadi padamu.” (h.264)
    Merugikan diri sendiri dan orang lain. Mending cari cinta lain aja.

    Novel yang menurutku mudah ketebak endingnya. Biasanya kalau 4 orang sahabatan pasti aja deh. Hehe

    Tapi, tetep aku yakin pasti penulis menyajikan sesuatu yang berbeda dalam novel tersebut dan aku rasa penulis suka berselancar. πŸ™‚

    Terima kasih reviewnya =D

  2. covernya ngak terlalu menarik menurutku, dan jalan ceritanya juga sudah biasa disajikan di buku2 lainnya. dan yang ngak di habis pikir, kenapa kamu masih saja ingin membaca buku ini padahal sudah tahu jalan ceritanya dari sinopsis yang hampir membuka semua rahasia buku ini. tapi sebenarnya jujur cukup tertarik sama jenis buku yang kamu baca, penerbitnya yang asing bagiku, covernya yang kurang menarik, tapi entah kenapa aku jadi salut banget sama kamu. jadi pengen coba sesuatu yang berbeda, yang namanya karya seorang penulis ngak bisa dinilai hanya dari cover, sinopsis atau bahkan se-booming apa penerbit yang bekerja sama dengan penulis. salut deh.

    • Yah, memang ketebak banget sih ya. Penggarapannya juga masih belum bagus padahal latarnya menarik lho.
      Hehe terima kasih, sebagian besar ini buku buntelan jadi ya harus diresensi.

      Terima kasih sudah main πŸ˜€

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s