PING!!! · Remaja · Resensi

Ketua Kedua – Suci Salihati

Judul: Ketua Kedua
Penulis: Suci Salihati
Penyunting: Diaz
Penerbit: PING!!!
Tebal:188 halaman


Randu adalah siswa peringkat pertama di sekolahnya. Akan tetapi, tidak ada satu pun yang tahu bahwa prestasi itu didapat Randu lewat cara curang. Hanya Yara, siswa paling bermasalah di sekolah, yang tahu. Dan suatu siang, Yara mendatangi Randu dengan membawa ancaman. Ancaman tersebut membuat Randu terpaksa membantu Yara mendirikan ekstrakurikuler cosplay—sebuah hal yang sama sekali tidak Randu tahu.

Ancaman itu juga membawa Randu mengenal Ayesha, gadis yang selama ini dikejarnya.

“Kalau kamu ingin kelihatan keren di mata Ayesha, kerjakan dengan cepat dan benar.”
“….” Kenapa dia tahu?
“Bagaimanapun…., klub ini, kan, aku buat untuk Ayesha.”(h. 46)

Ide soal cosplay termasuk ide yang unik, tidak biasa. Selain Ketua Kedua, saya baru sekali menemukan novel lokal yang mengangkat perihal cosplay. Namun, berlainan dengan novel-yang-satunya yang menitikberatkan pada kegiatan cosplay, novel ini lebih banyak bergelut tentang perjuangan pembentukan klub cosplay.

Penulis berhasil menulis sebuah cerita dengan twist yang tidak saya sangka. Sejak awal, memang pembaca akan langsung menebak bahwa setelah ini mereka akan begini dan begitu. Tapi, ada bagian di mana penulis berhasil memberikan kejutan. Perihal Yara, ayah Yara, keberanian Randu, dan lainnya.

Sayangnya, penulis kurang banyak mengeksplor cosplay. Akan jauh lebih menyenangkan jika penulis membagikan hal-hal detail yang hanya diketahui para cosplayer (seperti cosplayer terkenal, tips melakukan cosplay, dll).

Berhubung saya punya cukup banyak teman yang melakukan cosplay, saya juga merasakan bahwa cinta Yara dan Ayesha terhadap cosplay kurang dalam. Mayoritas teman saya yang cosplayer adalah penggemar anime, manga, dorama, atau artis Jepang. Mereka mengagumi karakter itu dan memutuskan cosplay dengannya. Tapi, kok saya tidak merasakan kecintaan Yara yang sangat dalam terhadap hal-hal itu di novel ini? Saya juga tidak merasakan Ayesha itu seorang fangirl. Lha, jadi sebenarnya ini Yara mendirikan klub ini karena dia dan Ayesha suka, atau hanya agar mereka berdua punya kesibukan?

Padahal perkataan Yara perihal cosplay cukup menjelaskan bahwa gadis itu menganggap cosplay seperti kebanyakan cosplayer—untuk bersenang-senang.

“Jadi, Randu, cosplay mengandung kata ‘play’, bermain. Ketika kita bermain, yang penting apa? Menang atau bersenang-senang?” (h. 95)

Hal lain yang mengganjal adalah bagaimana Randu tidak tahu soal Itachi (h.77) padahal dia tahu soal One Piece? Sebagai seorang yang cukup menggemari anime, saya rasa seharusnya Randu tahu. Sungguh mustahil jika seorang yang tahu One Piece tapi tidak tahu Naruto. Oke, mungkin Itachi bukan karakter utama, tapi, kan, karakter Itachi langsung punya peran penting di awal cerita Naruto. Lagi pula, Naruto itu kan termasuk anime yang kondang kayak One Piece. Makanya kok gimana, ya. 😐

Secara keseluruhan, novel ini sangat ringan. Penulis juga menulisnya dengan baik sehingga terasa menarik. Meskipun banyak hal yang terasa bolong (soal awal pertemanan Yara dan Ayesha, kehadiran Andra di rumah Yara, Tapi, sepanjang perjalanan dalam Ketua Kedua ini, ketiga karakter utama berhasil berkembang.

Yara yang seorang pembuat onar, Ayesha yang penurut, dan Randu yang membangun prestasi palsu. Ketiga remaja itu berkembang lewat perjuangan mereka membentuk klub cosplay. Hal inilah yang sedikit di luar perkiraan saya. Saya pikir novel ini akan berakhir seperti novel teenlit yang kental unsur romance. Ternyata tidak.

Sungguh bacaan ringan yang sangat menyenangkan. Selamat membaca!

Advertisements

7 thoughts on “Ketua Kedua – Suci Salihati

  1. 3 orang yang tidak sengaja bersahabat dan dipersatukan oleh cosplay club bener nggak? Hehehe
    Kalau di Jember ada temen yang ikut cosplay gitu nama clubnya Fukatsu, gila mereka benar-benar totalitas banget. Waktu itu yang lagi booming Death Note dan Bleach. Gila! Seru! Hampir mirip banget sama aslinya. Hehehe
    Tadi baca review di atas nggak kenal Itachi? Sayang banget … Rugi lho… Mending coba lihat Naruto deh Randu. Hehehe
    Untuk review kakak satu ini, aku rasa kakak tidak terlalu suka sama bukunya karena kurang detail penjelasan tentang anime dan cosplaynya. Terima kasih atas reviewnya 🙂

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s