Amore Mio – Rofie Khaliffa

amore mio by rofie khaliffa

Judul: Amore Mio
Penulis: Rofie Khaliff
Penyunting: Ambra
Penerbit: de TEENS
Tebal: 268 halaman


Lelaki itu aneh. Selalu duduk di meja nomor tiga belas. Selalu memesan dua mangkuk gelato stroberi. Selalu membiarkan pesanannya meleleh. Selalu terlihat putus asa.

Amora, yang bekerja di Gelateria Paolin, selalu memperhatikan ketika lelaki itu datang. Belakangan, Amora tahu nama lelaki itu Tom. Belakangan, Amora tahu bahwa Tom merindu seorang gadis bernama Isabella.

“Tidak tahukah kamu? Seperti itu rinduku padamu, Bella,butuh pertemuan agar lepas dari pendaman.” (h. 31)

Ketika Amora mulai merasa nyaman dengan Tom, lelaki itu hilang. Lelaki itu tidak bisa ditemukan Amora dalam hidupnya. Dia menghilang seperti Isabella hilang dalam hidup sang lelaki.

Di saat lain, Amora bertemu dengan Diego. Seorang lelaki yang masih mencari gadis dalam masa kecilnya. Gadis manis yang menitipkan rindu pada sang ayah padanya. Seorang gadis yang menitipkan rindu pada sang ayah pada Diego.

“Ada kapal yang tidak bisa menemukan jalan pulang.” (h. 133)

Apakah Amora akan bisa bertemu lagi dengan Tom? Apakah Diego akan menemukan gadis dalam masa kecilnya? Rofie Khaliffa menjawab semuanya dalam Amore Mio.

Kedekatan Instan

Amore Mio ditulis dengan rapi. Rofie Khaliffa juga menggunakan pilihan kata yang lugas. Latar tempatnya yang di Venezia juga ditampilkan dengan cukup nyata. Bisa dikatakan, Amore Mio ditulis dengan sangat baik. Penulis juga menyelipkan pengetahuan seputar gelato, es krim khas Italia itu.

“Bagi warga Italia, gelato itu simbol kekuasaan. Dulu, gelato digunakan untuk meningkatkan prestise keluarga bangsawan karena es dan garam, dulu, hanya mampu dibeli orang-orang kaya saja.” (h. 19)

Sayangnya, karakterisasi para tokohnya kurang. Yang paling mengganjal bagi saya adalah kedekatan Amora dan Tom. Amora pada awalnya menganggap Tom aneh. Namun, anggapannya berubah ketika tahu kisah masa lalu Tom. Kedekatan mereka saat itu masih normal. Saya tidak merasa janggal.

Akan tetapi, rasanya tidak mungkin keduanya menjadi sangat-sangat dekat hanya dalam satu-dua pertemuan, kan? Itulah kenapa ketika mencapai halaman 57, kening saya bekerut. Kok bisa-bisanya mereka berakhir seperti pasangan kasmaran? Adegan ini mengingatkan saya pada banyak drama Korea, di mana karakter yang pada awalnya saling benci langsung berubah 180º setelah satu pertemuan.

Seandainya penulis memberikan lebih banyak sesi keduanya semakin dekat, saya pasti tidak akan menelan perasaan kecewa ketika mencapai bagian tersebut.

Bikin Baper

Serius, novel ini bikin baper. Bukan baper parah yang sampai mewek-mewek sih, tapi baper yang menohok. Saya rasa penulis terlalu banyak menyelipkan nasih yang tidak baik pada beberapa karakter deh jadi beberapa karakter berhasil membuat sedih.

Mulai dari bagaimana kita diingatkan tentang betapa cepat kita menjustifikasi seseorang tanpa belum benar-benar mengenalnya. Lewat karakter Amora, Rofie Khaliffa berusaha mengingatkan kita.

“Aku hanya mau memberitahumu, sesuatu yang tampak di mata tidak selalu sama dengan apa yang tidak tampak.” (h. 25)

Yang paling bikin baper sih kutipan ini:

Bagaimana mungkin ada kehilangan tanpa pernah memiliki? (h. 146)

Duh. Cinta bertepuk sebelah tangan itu memang bikin baper ya. :”

Selain itu, penulis memberikan sebuah analogi yang menarik. Dalam Amore Mio, penulis menganalogikan cinta dengan balon. Hubungan balon dan cinta bisa dipahami dengan kutipan berikut:

“Jika kau tergesa dan terburu mencintai seseorang, kemungkinan besar cintamu akan meledak sebelum waktunya.” (h. 199)

Haha, rasanya jleb gimana gitu pas baca itu. Kadang, yah sering kali tepatnya, manusia itu memang tidak sabaran, ya. Senang tergesa-gesa.

Terakhir, saya merekomendasikan novel ini bagi mereka yang suka kisah romantis berlatar luar negeri. Juga bagi mereka yang ingin terbawa perasaan. Selamat membaca!

Advertisements

6 thoughts on “Amore Mio – Rofie Khaliffa

  1. Pas pertama baca sinopsis awalnya, kirain novelnya bkalan genre horor ghitu? Soalnya nyinggung angka 13, 2 es krim? Tp, tebakanku salah stelah baca sinop slanjutnya..hihi gak perhatiin baik2 covernya 😀 Dan saya stju soal yg trllu cpat kasmaran it, saya suka genre romance tp kalau sperti it jga, gak bsa nikmatin kisah mreka dgn baik u,u tp penasaran sma si Diego? Ad ap dgn dia?

  2. Kok menurutku kisah remajanya terlalu berat ya? Bahasanya lugas dan mengalir seharusnya. Setelah baca review kakak, cinta bertepuk sebelah tangan dan settingnya Venesia lagi. Waduhhh … Menohok dan baper banget ntu pastinya.

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s