Penerbit Haru · Resensi · Romance Comedy

[BLOG TOUR] So, I Married the Anti-fan – Kim Eun Jeong

so i married the anti-fan by kim eun jeong

Judul: So, I Married the Anti-fan
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penyunting: Nyi Blo
Penerbit: Haru
Tebal: 525 halaman


Geun Yong. 28 tahun. Baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai wartawan karena muntah di sepatu dan mobil seorang artis. Sekarang dia menjadi tunawisma dan tinggal menumpang di apartemen selebriti yang menyebabkannya menderita.

Hu Joon. 28 tahun. Selebriti tampan paling terkenal di Korea. Terpaksa berperan dalam variety show dan tinggal bersama anti-fannya karena perkataannya. Merasa sedikit bersalah karena wanita itu kehilangan pekerjaan akibat berselisih paham dengannya. Dia hanya ingin melindungi orang yang disukainya.

“Tapi, saya menganggap anti-fan seperti fan saya sendiri yang ikut memperhatikan saya. Saya menganggap kehadiran mereka sangat penting dalam karier saya di dunia hiburan ini, yang selalu mengingatkan saya untuk tidak bertindak arogan. Menurut saya, selebriti yang dapat menjaga anti-fannyalah yang merupakan selebriti sejati.” (h. 70-71)

Takdir ternyata mengantarkan Geun Yong dan Hu Joon mengenal satu sama lain lebih dekat. Berkat variety show tersebut, Geun Yong mulai memahami topeng yang dikenakan Hu Joon. Di sisi lain, Hu Joon menemukan kenyamanan ketika bersama Geun Yong.

Tidak Sekadar Cerita Romantis Komedi

Dari web Penerbit Haru, saya mendapatkan genre novel ini: romance comedy. Namun, bagi saya sendiri, genre itu tidak cukup menggambarkan kisah Geun Yong dan Hu Joon. Certa mereka lebih didominasi dengan kehidupan, bagaimana Geun Yong berjuang dengan kehidupannya atau bagaimana Hu Joon berusaha menyelesaikan masa lalunya.

“Lupakan saja apa yang terjadi di masa lalu. Kau tahu apa yang terjadi kalau kau hanya memikirkan masa lalu?” (h. 116)

Buat saya, drama lebih cocok menjadi genre novel ini. Drama ala-ala drama Korea. Membaca novel ini, saya seperti diajak masuk dalam serial drama Korea. So, I Married the Anti-fan benar-benar menjelma drama Korea dalam kepala saya. (EDIT: Oh ternyata bukan drama toh, tapi film. Maaf ya saya salah menangkap info ternyata.)

Tidak ada banyak adegan yang membuat saya terpingkal. Tidak banyak juga adegan yang menunjukan perkembangan romantis kedua tokoh utama. Novel ini lebih banyak mengulas kehidupan “jelata” Geun Yong serta kehidupan artis Hu Joon.

Kim Eun Jeong juga menceritakan budaya kehidupan masyarakat Korea lewat Geun Yong. Geun Yong, wartawan dengan gaji mepet, memilih menyewa officetel (semacam apartemen-mirip-kamar-hotel-gitu yang bisa dimanfaatkan sebagai kantor), menyicil gaun mahal, megutang sana-sini hanya untuk mendapatkan prestise di antara rekan kerjanya (h. 96). Hal yang sekarang merebak di masyarakat kita, sadly.

Karakter-karekternya pun ditulis dengan dalam dan menyeluruh. Kim Eun Jeong berhasil menarik simpati saya untuk mencintai karakter dalam So, I Married the Anti-fan. Saya suka latar belakang yang menyebabkan Hu Joon ingin menjaga dan membahagiakan orang yang dikasihinya (h. 65). Saya juga senang menemukan dunia Geun Yong besar (bagian 11).

Terlebih, saya suka bagaimana Kim Eun Jeong menggambarkan manusia::

“Mereka tidak melihat gajah, mereka hanya memandangi kuku kakinya saja.” (h. 306)

Melangkah

Pesan penting yang saya dapatkan dari novel ini, selain cobalah melihat orang lain dengan sudut lain adalah soal melangkah. Baik Hu Joon maupun Geun Yong, keduanya terikat masa lalu. Seorang gadis bagi Hu Joon, dan kehilangan bagi Geun Yong.

“Apakah ada yang bisa membalut hati? Yang bisa langsung menyembuhkan.” (h. 238)

Saya senang melihat interaksi mereka ketika malam datang di apartemen lokasi syuting. Berbagi makanan dan berbagi cerita. Di depan Geun Yong, Hu Joon menjadi “manusia”, bukan lagi “selebriti yang harus tampak selalu sempurna. Itu yang dirasakan Hu Joon. Itu juga yang berhasil saya rasakan.

Terlepas dari alurnya yang cukup mudah ditebak (apalagi bagi pecandu drama Korea), saya merasa bahagia ketika Geun Yong mulai memahami Hu Joon. Juga ketika gadis itu mengkhawatirkan Hu Joon yang mulai terkena masalah pelik. Kim Eun Jeong memberikan definisi yang lebih baik soal anti-fan lewat Geun Yong.

“Anti-fan bukan orang yang selalu melawan atau memaki-maki selebriti tanpa tahu aoakah itu fakta atau bukan. Keberadaan anti-fan menandakan bahwa ada kekurangan pada diri selebriti tersebut.” (h. 391)

Geun Yong bukan hanya melangkah dari masalahnya di masa lalu. Gadis itu juga melangkah dari ketidaktahuannya soal Hu Joon. Geun Yong mengajarkan kita untuk memahami orang-orang yang mungkin berperilaku buruk pada kita. Saya melihat perkembangan karakter yang bagus pada diri Geun Yong.

“Kalau kau merasa bodoh, belajarlah! Tidak usah sibuk mengajari orang lain.” (h. 251)

Bagian Favorit

Bagian favorit saya dari So, I Married the Anti-fan pertama adalah desain sampulnya. Cakep. Warnanya cerah. Meski sejujurnya saya lebih suka ilustrasi yang sampul pink sih, tapi tetap saja akibat warna kuning ini, novel ini terasa sangat cerah.

Selain itu, bagian akhir. Saya suka bagaimana karakter-karakter dalam novel ini menyelesaikan masa lalu mereka. Meski terlihat kelam (inilah kenapa saya bilang genre romcom tidak cukup menggambarkan novel ini), tapi resolusinya tetap juara (h. 495). Silakan baca buat yang penasaran maksud saya. XD

Terakhir, salah satu adegan kesukaan saya itu ketika Hu Joon tengah berduaan dengan Geun Yong dan terjadilah percakapan ini:

“Memangnya kau pernah menahanku untuk tidak pergi?”
“Kalau kutahan, kau mau tetap tinggal?” (h. 474)

Yah, selamat membaca! 😀

PS. Ada dua novel So, I Married the Anti-fan yang bakal saya bagikan lho. Stay tune di Melukis Bianglala, ya.

Advertisements

37 thoughts on “[BLOG TOUR] So, I Married the Anti-fan – Kim Eun Jeong

  1. aduh maaf ya nggak pandai kasih komen.
    hm…kalau dilihat dari ulasannya Wardah kayaknya memang nggak sekedar romantic comedy bukunya. lebih dalem dari itu. ada banyak pelajaran yang bisa diambil. terutama kalau memang tadi disebutkan resolusinya oke. bisa jadi referensi nulis juga nih, hehe. Dan 500 halaman? cukup tebal juga ya. jadi nggak sabar pingin baca. (kalau pun gak dapet GA ntar aku boleh minjem ya War, hehe)

  2. Over all, jadi makin penasaran buat baca buku ini. Mulai dari cover, tebel halaman, dan tokoh-tokoh didalamnya. Novelnya tebel, pasti jalan ceritanya rinci. Tokoh nya juga ga terlalu banyak, jadi bisa fokus. Pengen tau endingnya! Harus!

  3. Please, ini Novel bikin galauu😭 jadi gitu yah adegan Park Chanyeol (si artis tampan) sama Mabel Yuan (anti fan nya) 😭
    goodluck aja buat PCY, Novelnya sesuatu bngt^^

  4. wah, referensi novel bagus nih^^
    awalnya tertarik karna movienya yang bakal diperanin Chanyeol, tapi setelah baca review ini, aku pikir novelnya bisa jadi lebih keren..
    Orang Korea emang paling suka nyelipin kata kata bermakna disetiap karangannya yah, aku paling suka sama makna makna terselip kaya gitu..
    keren, bikin penasaran, dan covernya attractive banget..
    #goodnovel

  5. “Saya baru tahu belakangan bahwa novel ini memang sedang dijadikan drama.”

    Kalau drama yang dimaksud adalah drama series, no, bukan itu. Novel ini justru diangkat jadi film yang diproduksi dari Tiongkok. Itulah mengapa banyak yang agak menyayangkan karena banyak yang lebih ingin supaya novel ini dibikin drama series saja, termasuk saya. Novel ini termasuk novel bantal sehingga dirasa kurang afdol kalau cuma jadi film. 😦 Tapi berhubung Chanyeol yang main, jadinyabtetep aja ditunggu hahah. :p

    Eh, atau jangan-jangan saya yang ketinggalan berita kalau memang mau dibikin drama series juga? :O

    Alurnya memang mudah ketebak. Tapi mau segimana pun tetap saja pembaca bisa ‘hanyut’ baik dalam hal komedi, chemistry, cerita sedih, dan kisah bahagianya. Seperti penonton drama series yang bisa ikutan nangis atau ketawa ngakak dibuatnya.

    Nggak salah kalau novel ini bisa dicetak ulang berkali-kali di Indonesia. Mengingat pecinta drama series di sini sangat membludak, tentunya juga mudah untuk menyelami kisah di novel ini.

    Selain itu, hal yang saya suka dari review Wardah adalah penyisipan quote-nya yang terasa pas sekali. Wardah memasukkan quote(s) penting sekaligus nyelekit. Hehehe.

  6. dari banyak pemilik blog yang mereview, sepertinya di blog kak wardah saya memahami lebih banyak, atau mungkin keseringan baca review jadi paham sendiri.
    awalnya saya masih sulit membedakan siapa yang cewek dan siapa yang cowok. terus saya awalnya juga bingung soal kenapa si cewek jadi kehilangan pekerjaan.

    tapi, gara-gara baca review ini, saya juga jadi pengen lebih banyak kata-kata romantis dari Hu Joon. seperti bisa bikin senyum-senyum.

    wish me luck.

  7. Hi, Wardah. Senang bisa membaca resensi darimu. Sebelumnya aku mengira kalau novel ini benar-benar taste romcom. Tentunya ini mengingatkanku pada drama Full House, di mana semuanya diawali dengan muntah-muntahan, benci-bencian, dan kepura-puraan. Untuk romcom-nya itu aku malah ngebayanginnya mungkin seperti drama series Korea yang berjudul The Rooftop Prince atau Queen Inhyun’s Man. Kalau kamu pernah nonton, pasti kamu ingat betapa ‘gila’ drama itu. Bagian komedinya ampun kocak banget, dan romantisnya juga kena. Tapi, setelah baca resensimu, ekspektasi romcom yang tadinya ada di bayanganku jadi kukurangi. Takutnya malah kecewa kalau ternyata nggak memenuhi bayangan, itu pun kalau kesampaian bisa baca novel ini.

    Terima kasih, Wardah. Sukses untuk event blogtour-nya! 😉

  8. Loh apa novel ini akan diadaptasi ke serial drama juga ya Kak? Yang diumumin Penerbit Haru si diangkat ke film Tiongkok dan Chanyeol EXO yang berperan sebagai Hu Joon. Saat ini juga sedang dalam proses syuting. Btw, soal ilustrasi cover. Aku lebih suka yang ini sih. Meski belum baca, tapi ketika melihat ilustrasi cover yang sebelumnya dengan yang ini, aku merasa lebih sreg sama ilustrasi yang ini. Sejak baca reviewnya di blog host blog tour yang pertama, aku juga merasa ceritanya ke-drama-Korea-an banget, saat itu aku langsung teringat akan drama My Love From The Star dan You’re Beautiful yang sama-sama mengangkat kehidupan selebriti. Dan saat mengetahui ketebalan novel ini, sangat disayangkan kalau cuma diangkat ke film yang tentunya akan ada pemangkasan di sana-sini. Kalau diangkat ke drama, aku rasa malah ceritanya bisa lebih dikembangin dan dipoles dengan sesuatu yang lebih menarik. Ya, semoga saja filmnya bagus, bahkan lebih bagus dari novelnya

  9. Emang iya sih kalau cerita drama korea itu mudah ditebak. Tapi tidak semua cerita yang mudah ditebak itu gak bagus.
    Baca-baca dikit tentang novel So, I Married The Anti Fan ini sepertinya alurnya mudah ditebak, tapi akupun tidak tahu apa saja kejutan yang ada di novel ini.
    Walaupun alurnya mudah ditebak, tapi kalau banyak kejutan di dalamnya, aku suka. Dan sepertinya novel ini juga akan banyak kejutannya. Ceritanya lucu dan sangat menyenangkan.
    Semoga saja novel ini bisa mendarat di dekapanku 🙂

  10. So, I Married the Anti-fan. Nah, dari judulnya saya sebenarnya udah ingin tahu banget tentang jenis variety show yang mereka ikutin. Judul tersebut merefleksikan mereka beneran nikah di endingnya atau keduanya terlibat dalam acara yang ‘mengharuskan’ mereka menjalani kehidupan pernikahan macam We got married. Dan kisah-kisah hate becomes love ala drama Korea tidak pernah membuat saya bosan. Meski menurut review-nya ini tidak terlalu romcom tapi saya cukup penasaran dengan kehidupan Wartawan ala Geun Yong dan keartisan Hu Joon. Menarik sekali.

  11. Dari hasil review mbak wardah diatas, saya pikir novel So, I Married the Anti-fan ceritanya menarik tentang idola dan seorang anti-fan. Dan karena novel ini segera akan di filmkan saya jadi penasaran bagaimana adegannya langsung apalagi pemeran idolanya adalah Chanyeol EXO.. Pastinya bikin tambah tambah curious hehe.

  12. “Membaca novel ini, saya seperti diajak masuk dalam serial drama Korea. So, I Married the Anti-fan benar-benar menjelma drama Korea dalam kepala saya”
    Setuju banget sama statement mba wardah. alur dan penggambaran kata-katanya seperti di serial drama korea.Bahkan sekarang novel ini sudah diangkat ke layar lebar tapi di china. padahal nunggu banget versi serial dramanya.

  13. awalnya sih gk trtarik sama novel ini. tapi karena mau dijadikan film dan yang main adalah biasku PARK CHANYEOL jadi sibuk ngesearch review sama usaha ikutan giveaway untuk dapetin novelnya deh.

  14. Sejak awal memang telah sangat tertarik dengan karya Kin Eun Jeong satu ini. Ya karena novel dari penulis “Negeri Gingseng” yang akan diadaptasi ke dalam sebuah film ini ternyata terjemahan yang menurut beberapa reviewer Very Good, nggak seperti kebanyakan, saya sendiri sering nggak ‘ngeh’ saat baca novel terjemahan, lebih kayak lagi baca buku paket XD, ngebosenin buangetz.

    So I Married The Anti-fan ternyata juga mengungkap bagaimana sikap seorang Idol terhadap Anti-fannya, dan saya langsung terpukau dengan kutipan novel yang Kak Wardah nukil; “Tapi, saya menganggap anti-fan seperti fan saya sendiri yang ikut memperhatikan saya. Saya menganggap kehadiran mereka sangat penting dalam karier saya di dunia hiburan ini, yang selalu mengingatkan saya untuk tidak bertindak arogan. Menurut saya, selebriti yang dapat menjaga anti-fannyalah yang merupakan selebriti sejati.” Kutipan yang menurut benar-benar tulus dan bijak lahir dari hati seorang selebritis. Memandang semua kenyataan yang bertolakbelakang dengan sudut pandang positif. Love It.

  15. Komentar aku ya mbak, review mbak tu baguussss banget. Tutur bahasanya bagus, pembahasannya juga lengkap :D. Tapi ada sedikit kritik dan saran dari aku ni mbak :D, tentang sinopsisnya. Biasanya kalau mau memulai menulis review harus diawali dengan sinopsis (biasanyaaa) sedangkan mba sinopsisnya tidak ada. Udah cuma itu aja kok 🙂 tetap terus menulis ya mbak 😉

    1. Saya memang tidak mencantumkan sinopsis karena tiap awal review selalu saya kasih sinopsis versi saya sendiri. Daripada nanti ada banyak sinopsis yang intinya sama diulang-ulang, maka saya putuskan tidak mencantumkan sinopsis hehe. 🙂

  16. Pengen jadi host kayak kakak U_U bawaannya pasti dapet buku gratiskah? Hihihi.. Wuah chanyeol main di film ini, bias ku di EXO main.. Hihihi seohyun dan sehun.. Keren, gak sabar nonton filmnya..

  17. “Merasa sedikit bersalah karena wanita itu kehilangan pekerjaan akibat berselisih paham dengannya” .inti ceritanya kayaknya hampir mirip sama novel karya Kim Eun Jeong yang “Cheeky Romance”. tapi q penasaran bagaimana cerita yg sebenarnya, karena selama ini cuma baca sinopsis dan review saja. kayaknya aku bakal jadi kolektor karya Kim Eun Jeong karena alur ceritanya selalu manis dan tidak berbelit-belit meskipun novelnya tebel semua. 🙂

  18. Baru kak Wardah yang menyebutkan Geun Yong ntu “tunawisma”. Hehehe Ternyata Hu Joon dan Geun Yong umurnya sama. Aku kira lebih muda Geun Yong gitu deh kak. Memang sih latarnya seperti drama korea dan kita sependapat kak tentang genrenya. Kak, aku suka review kakak yang satu ini. Kakak menjelaskannya dengan lebih mengalir dan intens. Aku komen satu-satu ya kak :

    1. Penokohan, kak Wardah mendeskripsikan seorang Hu Joon dan Geun Yong secara jelas dan terperinci apalagi ditambah kisaran umurnya. Bagaimana sifat Hu Joon dan Geun Yong, aku merasa lebih puas dan jelas mengimajinasikan lewat review kak Wardah.

    2. Alur, kehidupan Hu Joon dan Geun Yong serta realita dan status mereka yang berbeda jauh membuat mereka saling memahami bahwa setiap kehidupan memiliki lika-liku kehidupannya sendiri. Tanpa mereka sadari, mereka malah saling membantu untuk mengatasinya. Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang anti-fan. Malah menurutku, para artis membutuhkannya.

    3. Quotes-quotes kakak menarik banget dan pas dengan reviewnya. Apalagi quotes paling akhir, aku suka banget kak. Romantis bangettt dan nyata gitu rasanya. Duuuhhh … Baper deh.

    4. Gaya bahasa kakak, simple banget tapi to the point banget dan nggak kaku juga. 🙂

    5. Blog baru kakak, aku lebih suka yang ini terlihat banget kepribadiannya kak Wardah. Blognya terlihat lebih feminim juga.

    Makasih kak, maaf kepanjangan lagi kayaknya 🙂

  19. Pertama2 aku mau muji review Kak Wardah, rapi banget mirip artikel majalah, tiap bagian yang beda2 mau dibahas, ada judul yang di bold gitu 😀 Semua cukup lengkap, ada pesan, bagian favorit juga. Dari review ini juga baru tau kalo novel ini ga begitu cocok sama genre nya yang rom-com, lebih cocok ke drama. Aku penasaran banget gimana Kim Eun Jeong menceritakan kehidupan dua tokohnya yang sangat berkebalikan, yang satu “rakyat jelata”, yang satu artis, itu salah satu hal yang makin bikin aku tertarik, selain kebersamaan Hu Joon dan Geun Yong. Walau banyak yang bilang nggak begitu banyak adegan romantis nya, pastinya tetep bikin pembaca bisa merasakan apa yang dirasakan mereka berdua (mereka saling suka kan ya akhirnya? bener nggak sih ya? xD) dan karena nggak begitu banyak adegannya, sekecil apapun adegannya pasti akan terkesan manis. Nggak sabar buat baca. 🙂

  20. Dari secuil review nya sih aku setuju kalo novel ini kayak drama korea , baca dikit aja udah kebayang kdrama . Novel ini sumpah menarik banget , dr judulnya aja langsung bikin penasran , pasti banyak kejutan soalnya ini kan anti fan dan idola hidup bersama kayak kucing ama anjing ditaruh dalam satu kandang apa mungkin musuh bebuyutan bisa akur😊😊😊😄 itu yg bikin penasaran gmana mereka bisa jatuh cinta pd musuh mereka 😉😉

  21. kepingin banget baca cerita tentang korea-korea begini. yang biasanya cuman nonton drama. Dan baru tau ini genrenya Romance Comedy, memang sudah ketebak sih dari covernya tapi ada daya tarik tersendiri sama cover kuning ini, recover ketiga bukan ya?
    banyak banget pastinya wartawan yang jengkel sama artis, tapi sampai dibuat novel itu bener-bener idenya (y)
    Dan menurut aku reviewnya loncat-loncat. memang sengaja dibuat bertahap ya? tapi aku bacanya jadi isi-awal-akhir-isi lagi…. Semoga terus berkembang! hihiw

  22. dari review nya kayaknya novel ini lebih ke drama ya soal nya lebih banyak mengulas tentang kehidupan mereka yg mana itu kehidupan yg emank terjadi di korea. aku sebelumnya udh baca novel cheeky romance karyanya kim eun jeong dan ceritanya romcom banget, jadi makin penasaran dgn novel ini karna kayaknya novel ini bukan hanya sekedar tentang romance dan comedy tp kayaknya nilai2 tntang kehidupannya juga banyak. ah… jadi makin penasaran hehe

  23. Siapa pun yang mengetahui tebalnya halaman novel ini, pasti langsung kaget.
    Bukan jumlah yang sedikit lho 525 halaman itu. Apalagi genrenya hanyalah sebuah genre romance (seingatku dalam membaca novel romance, belum pernah ada novel yang tebalnya seperti novel So, I Married The Anti-Fan ini. Tentu ada kekhawatiran kalau inti ceritanya bakal bertele-tele dan melebar kemana-mana.
    Tapi membaca reviewnya, paling tidak muncul harapan bahwa novel ini mampu melebihi ekspektasiku.
    Apalagi aku yakin pasti Haru pandai dalam memilih novel yg hendak diterbitkan. Selain itu Haru juga pernah merilis novel ini dan ini merupakan edisi cetak ulang. Jadi pasti edisi sebelumnya sudah sold out (merupakan bukti kelarisannya).
    Semoga aku berhasil mendapatkan 1 copy novelnya lewat blogtour dari Haru.:)

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s