Dalam Sujud, Dia Menyentuhku – Fahri F. Fathoni

Pengarang: Fahri F. Fathoni
Penerbit: DIVA Press
Tebal: 252
Sinopsis: 

Layla Qonita, seorang gadis panti, akhirnya mendapatkan orang tua angkat setelah pasangan suami istri kaya mengadopsinya. Ia pun meninggalkan panti asuhan dan tinggal di rumah barunya. Malang, keluarga barunya ternyata tak sebaik yang ia duga. Ia hendak dijual sebagai pelacur. Layla pun berusaha melarikan diri. Ia lolos dengan bantuan seorang pembantu, Mbok Ijah.
Layla kemudian hidup bersama Mbok Ijah dan dianggap sebagai anak sendiri. Hingga suatu saat, datang Pak Kiai Sutomo, tetangga Mbok Ijah yang bertahun-tahun belum dikaruniai keturunan, memintanya untuk menjadi anak angkat. Sekali lagi, Layla mendapat orang tua baru.

Dan, orang tua barunya itu mempunyai kejutan untuk Layla. Layla hendak dijodohkan dengan Syaiful, seorang dokter muda. Layla dirundung dilema. Ia ingin membahagiakan orang tuanya. Namun sebenarnya, Layla telah menambatkan hatinya pada pemuda lain….

Apakah Layla menerima jodoh pilihan orang tuanya dan meninggalkan sang kekasih?


Persis dengan Sinopsis

Ini novel ini persis sekali dengan sinopsisnya. Isi novel ini persis dengan sinopsis yang saya cantumkan di atas. Persis tanpa mengurangi apa pun. Paling twist yang dihadirkan penulis itu seputar keluarga Pak Kiai Sutomo. Selain itu, jalan cerita novel ini lempeng.

Gimana ya, saya pribadi tidak menikmatinya. Tokohnya disajikan terlalu dua dimensi. Baik ya baik. Jahat ya jahat. Meski ada sih yang rada abu-abu kayak Pak Kiai (beliau bukan orang jahat, tapi kalau udah baca bakal mengerti deh). Tapi, ya standarlah tokohnya. Nggak berhasil bikin saya simpati saking mereka kayak orang-orang kertas. 😦

Ceritanya sendiri gampang ditebak. Kita sebagia pembaca seperti tidak diberikan ruang untuk terkejut. Pasalnya, penulis memberikan judul di setiap babnya dengan sesuatu yang bakal terjadi. Misalnya bab 3, bab di mana Layla dan Niza diminta mencari sumbangan, penulis memberikan judul “Pemburu Perawan”. Jelas saya langsung terpikir bahwa kegiatan mencari sumbangan itu berakhir kegiatan-(nyaris-)pelecehan-seksual.

Tentang Panti Asuhan

Saya sendiri cukup suka pada kisah ketika Layla masih di panti. Di mana Layla punya sahabat akrab bernama Niza. Kedekatan mereka, sayangnya, dijadikan bahan lelucon (pastinya karena kecemburuan) oleh Rosi, seorang anak panti lainnya. Rosi sampai mengatai Layla dan Niza pasangan lesbi. Well, hal ini akan lebih baik jika dieksplor bagi saya.

Kehidupan panti kan siapa yang tahu, ya? Saya sendiri heran kok bisa-bisanya Layla dan Niza sebagai yang tertua malah diejek gitu sama Rosi. Kalau dari literatur yang banyak saya baca, yang tertua di panti itu justru paling dihormati. Tapi ini enggak. Mungkin memang ada panti yang begitu, kan? Tidak lepas dari kemungkinan, kan?

Makanya saya sebenarnya lebih tertarik jika penulis lebih banyak mengulas soal kenapa Rosi bisa segitu tidak menghormati Layla dan Niza? Dan kenapa Bu Fatimah bisa lebih menyayangi kedua gadis itu juga? Sayangnya, saya tidak menemukan banyak aktivitas kehidupan Layla selama di panti.

“Kalian berdua kan yang tertua di panti ini? Seharusnya kalian itu mementingkan kepentingan umu, bukan kepentingan pribadi. Lihat, anak panti yang lain iri dengan kalian! Kalian makan enak, sementara kami cuma makan nasi bekas.” (h. 36)

Nah, kalau perkataan Rosi yang saya kutip di atas pun benar, bukankan berarti Layla dan Niza itu … tidak punya empati? Mereka tidak terlihat sebagai “yang tertua” dan “yang diandalkan” di panti, meski penulis telah mencantumkannya di awal.

Padahal penulis sudah memberikan concern yang cukup pada maraknya kasus eksploitasi anak panti di negeri ini:

“Akhir-akhir ini di berita banyak disebutkan, anak panti diadopsi bukan untuk dijadikan anak asuh, tetapi malah untuk dijual di luar negeri, bahkan dijadikan PSK.” (h. 17)

Yah, menurut saya pribadi, novel ini terlalu menonjolkan kehidupan percintaan Layla, yang sayangnya terlalu gampang ditebak. Tapi bagi mereka yang menikmati novel drama relligi ala-ala AADC, mungkin bakal menikmati karya ini.

Selamat membaca!

 

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s