[Laporan] Festival Pembaca Indonesia

Tanpa disangka sudah tanggal 14 Desember saja. Sedikit nggak nyangka kalau minggu lalu saya mengadakan perjalanan separuh nekad ke ibukota hanya demi datang IRF.

Awalnya, saya nggak gitu minat. Secara bo tiket kereta Jogja-Jakarta sekarang itu nggak ada yang di bawah 100rb. Cek sana-sini, minimal saya harus mengeluarkan dana 150rb. Tentunya itu di luar uang transport tempat bermalam ke lokasi IRF, biaya makan sehari-hari, dan sebagainya.

Saya mulai tertarik dengan IRF ketika Grup WA Joglosemar mulai ribut membicarakannya. Dan saya sukses dipengaruhi Mas Dion buat ikutan gegara bisik-bisik pulang IRF tahun lalu beliau berhasil bawa pulang 3 tas berisi buku. Terlebih, Kako mengizinkan saya dan rombongan Jogja-Solo buat menumpang ikut berteduh di bawah atap rumahnya. Thank you so much, Kako! Sesajen yang saya berikan sebelum pulang jangan lupa dibaca. 😛

Yah, jadi biarkan saya bercerita sedikit soal keseruan perjalanan saya ke Jakarta minggu silam.


Jumat, 4 Desember

Sebelum berangkat menuju stasiun, saya sempat khawatir. Habisnya langit mendung menyelimuti Jogja. Untungnya, begitu memasuki pukul 15, hujan tidak tampak akan turun. Saya pun bersegera menuju stasiun. Yang lucu adalah, saya dan Mbak Hani itu salah masuk gerbong! Kami pikir gerbong 6, eh ternyata 3. Yang nomor 6 itu nomor kursi. :))

Eh tapi ada kesalahan yang lebih fatal. Kesalahan yang dialami Mbak Sulis! Yah, yang mau tahu cerita lengkapnya, silakan mampir ke blognya.

Selama perjalanan sih, saya banyakan tidur, haha. Baru masuk aja tuh nggak lama saya tidur. Pas Mbak Dani selfie buat dipamerin di grup Joglo, itu foto saya udah jatuh terlelap. Untungnya nggak ada iler jadi nggak malu-maluinlah. Nunduk juga sih, jadi ya nggak ketahuan udah bobo pas itu. Wkwk.


Sabtu. 5 Desember

Sampai di Pasar Senen itu sekitar tengah malam. Kako sudah menunggu rombongan kami dengan santainya. Perjalanan dari stasiun ke rumah Kako ditempuh pakai angkot. Baru tahu kalau angkot itu punya trayek malam. :))

Sampai di rumah Kako, kami tidur dulu sampai puas sebelum berangkat ke IRF. HAHAHA.

Ini kali pertama saya datang ke IRF. Kali pertama juga saya ketemu sama anggota BBI yang bukan dari Jogja. Di sinilah saya kenalan langsung sama sesepuh-sesepuh BBI yang selama ini cuma tahu nama, plus berteman di fb tapi nggak pernah ngobrol. Setelah bantu-bantu dikit di booth BBI, saya langsung ngabur ke meja bookswap.

Peserta uji coba games pancing ikan di booth BBI. (Foto dari @cippy_85)

Hari pertama IRF ini saya habiskan buat keliling booth yang ada, coba-coba games di beberapa tempat (meski nggak ada satu pun yang nyantol hadiah bukunya hiks), dan bolak-balik ke meja bookswap. Alhamdulillah, di hari pertama ini saya dapat cukup banyak buku baru. Meski begitu sampai kamar, badan yang telah bermandikan keringat selama kemacetan ibukota ini remuk.

Cosplay-cosplay-an di booth Fantasious :)) (foto dari @fantasiousID)


Minggu, 6 Desember

Hari kedua ini saya lewati sekitar dua jam pertama di booth Book for Blind. Well, disebut booth nggak cocok sih sebenarnya. Tapi, ya, intinya saya mampir di sana. Lumayanlah meluangkan sedikit waktu buat bantu-bantu nyuci, ngepel, beres-beres di sana. Dikasih hadiah komik sama mug cakep.

Siangnya, saya ikutan games dari panitia IRF. Err… apa ya nama games-nya, lupa haha. Satu tim sama Mba BzeeGames pertama relatif gampang, nebak pengarang dari judul buku yang dikasih. Games kedua itu susah haha, masa disuruh peragain judul buku. Mana tim kami kebagian judul “Babi Ngepet” lho. Tapi peragaiinya jauh lebih gampang daripada buku “Eiffel, I’m in Love”. Asal ga tahu malu pasti sukses. :))

Games ketiga itu rada absurd. Disuruh susun puzzle, eh ternyata itu cuma clue yang dikasih panitia ke peserta buat nyari seseorang yang nantinya diminta foto bareng. Kita berdua tahunya belakangan. Dan pas nyari orang itu, ternyata lagi jadi moderator talkshow coba! Alhasil kita selfie dari jauh.

Terus, apa lagi ya? Akibat nggak langsung ditulis dari lama nih jadi banyak bagian ingatan yang terbang-terbang, haha. OH! BBI menang jadi booth favorit di IRF! Wow. Pertama kali datang eh terus saya diundang naik ke panggung IRF buat menerima hadiah (ini lebay aja sih, wong yang naik ke panggung itu semua anak BBI yang belum pulang). *ngubek-ngubek medsos buat nyari foto pas ini tapi nggak nemu, mungkin saya kurang getol mencari ;;;;*

Hasil bookswap yang sempat difoto, yang lain udah masuk tas dan dipak buat dibawa pulang. Eh, tapi What If-nya bukan, itu nyelip haha.

BBI nggak lupa buat mejeng dulu dong. Banyak juga ternyata anggota BBI yang narsis ya.

Foto dari Grup FB BBI


Senin, 7 Desember

Agenda perjalanan BBI Jogjasolo nggak berakhir hanya di hari Minggu lho. Bersama Mas Dion, kami diajak Mbak Truly buat main-main ke rumah produksi (berasa apaan aja lol) Nourabooks. Setelah terjebak macet ke stasiun yang cukup lama, salah ambil jalur begitu keluar dari stasiun, keliru mangkal nungguin angkot, dan kebingungan nyari lokasinya sebab petunjuknya cuma “di seberang Benz Radio”, akhirnya sampai juga di Noura!

Di sana, kami disambut oleh Mbak-mbak yang sangat ramah. Diajak ngobrol ngalor-ngidul soal perbukuan Noura (baru tahu di sini kalau Noura itu punya produk buku agama, kirain fiksi doang *peace*), sampai diceritain rahasia di balik Mizan Fantasy (lebay XD). Belum lagi terus kami disuguhi makan dan dibekalin buku begitu pamit pulang! Duh, sering-sering aja deh ah habis ini ke penerbit. Siapa tahu dapat makan gratis dan buku gratis lagi. *ngelunjak* *dilempar ke luar angkasa*

?????????????
Ngeksis dulu sebelum pamit dari Noura. 😀

Sebetulnya perjalanan saya nggak berakhir di hari Senin sih, tapi, ya sudahlah, ya, yang lainnya nggak ada hubungannya sama keseruan IRF. XD

Semoga tahun depan saya masih bisa ikut lagi. Meski sejujurnya nggak terlalu yakin sih. Habis yah, namanya juga kan anak rantau di Tanah Jawa ini. Kalau hengkang dari pulau ini kan … ya bakal lebih susah buat ikutan lagi. Inilah kenapa akhirnya saya maksa-maksain buat ikut. Biar paling nggak merasakanlah gimana serunya kumpul bareng BBI dan rebutan buku di IRF. :””

Semoga IRF semakin sukses buat tahun-tahun berikutnya!

Advertisements

3 thoughts on “[Laporan] Festival Pembaca Indonesia

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s