Cahaya Bintang Tareem – TaaNee Jee

Cahaya Bintang Tareem [DIVA Press]

Judul: Cahaya Bintang Tareem
Penulis: TaaNee Jee
Penerbit: DIVA Press
Tebal: 320 halaman
Sinopsis: 

Merencanakan pernikahan itu mudah, tapi merencanakan siapa cinta kita itu yang sulit.

Algha dan Dee. Dua orang yang saling asing harus terperangkap dalam pernikahan. Semua karena sebuah kecelakaan konyol, tapi apa daya? Mereka tak bisa mengelak dari desakan para tetua yang menuntut bahwa Algha dan Dee harus menikah.

Sandiwara di hadapan keluarga besar dan pertengkaran mengisi kehidupan Algha dan Dee. Mungkinkah pernikahan itu adalah takdir lain yang diberikan Tuhan pada dua insan tersebut?

Ide Cerita yang Menarik

Membaca sinopsis novel ini, saya langsung saja merasa akan menemukan sesuatu yang menarik. Premis “terpaksa menikah” itu menggelitik rasa penasaran saya. Saya jadi bertanya-tanya “kecelakaan konyol” apa yang bisa menyebabkan dua orang terpaksa menikah dalam novel ini? Lalu, mulailah saya membaca karya ini dengan ekspektasi cukup tinggi.

Ekspektasi yang langsung hancur ketika menemui adegan pertengkaran Dee dan Algha. Membaca bagian pertengkaran mereka, saya merasa bahwa keduanya masih sangat kekanakan. Sinis-sinisan. Saling menyinggung satu sama lain. Menyalahkan satu sama lain. Bahasan pertengkarannya juga kekanakan. Kayak dua orang anak kecil yang dipaksa berada dalam satu kelompok.

Baik Algha maupun Dee, tidak ada yang mencoba ikhlas menerima. Ketika Dee sudah mulai menerima, Algha yang annoying. Pas Algha yang mulai okay, gantian Dee. Saya merasa sangat-sangat sebal ketika penulis kembali memunculkan adegan pertengkaran mereka, yang berujung pada pembahasan “kecelakaan konyol” dan saling menyalahkan. Keduanya tidak terlihat sama sekali berusaha mengerti, mengenal satu sama lain, atau menjalankan kehidupan pernikaham mereka. -_-

“Kau bilang kau bisa berpikir sehat? Ternyata kau orang yang pecundang.”
“Pecundang? Jangan meniru kata-kataku!”
“Ya, kau pecundang. Gadis yang tak mencintai laki-laki ini tapi bisa menyukai keluarganya, bukankan itu namanya pecundang?” (h. 68)

Yah, begitulah salah satu adegan pertengkaran mereka. Bayangkan jika kamu harus membaca pertengkaran ngalor-ngidul begitu dalam berhalaman-halaman novel.

Konflik Orang Ketiga

Satu hal lain yang saya tidak mengerti dari novel ini adalah konfliknya yang justru bersumber orang ketiga. Mendadak muncul teman masa lalu Dee, Frans, yang melamar gadis itu. Lalu, muncul juga gadis benama Amrina, seorang teman Dee ketika berkuliah di Tareem.

Rasanya sayang sekali ketika mendapati bahwa penulis lebih mengeksplor konflik yang muncul dari orang-orang ketiga ini. Ceritanya pun langsungs aja mengikuti jalur sinetron. Padahal, novel ini punya potensi sangat besar perihal konflik, yaitu bersumber dari keluarga.

Jika Dee dan Algha menikah karena sebuah kecelakaan yang berakhir desakan keluarga, bukankan keluarga justru bisa menjadi sumber konflik paling utama? Bagaimana Dee dan Algha saling mengenal satu sama lain. Bagaimana keluarga mereka berusaha menerima takdir bahwa mereka harus bersatu akibat ikatan pernikahan tersebut. Bagaimana Dee yang seharusnya mungkin ditampakkan keengganan langsung tinggal satu rumah dengan Algha. Bagaimana Algha mencoba mengerti gadis-yang-sama-sekali-tidak-dikenalnya yang sekarang istrinya. Bagaiaman penerimaan keluarga terhadap status mereka. Bagaimana keluarga berusaha menyakinkan bahwa mereka bisa menjadi pasangan suami-istri yang berbahagia. Bagaimana mereka bisa jadi saling mencintai satu sama lain pada akhirnya. Bagaimana-bagaimana yang lain.

“Kalau terbiasa bertemu, mungkin cinta itu akan berkembang.” (h. 169)

Konflik inilah yang paling mengecewakan saya dari novel ini. Habis sayang banget gitu. 😦

Yah, terakhir, mungkin novel ini masih akan menarik bagi mereka yang menikmati kisah pernikahan. Atau kisah cinta yang melibatkan orang ketiga.

Selamat membaca!

 

 

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s