Parahyangan 147

Judul: Parahyangan 147
Penulis: Mita Miranti, Moemoe Rizal, Rezza Brahma, Tita Rosianti, Bisma Dwibangga
Penerbit: Grasindo
Tebal: 249 halaman
Sinopsis: Apartemen Parahyangan 147, cara baru berkehidupan harmonis karena dilengkapi perlindungan paling kokoh untuk menghadapi segala kesulitan Anda. Cocok bagi Anda yang meninggalkan ibukota demi kehidupan baru penuh skandal, merencanakan keturunan, hingga berbagi kisah di dalam lift bersama orang asing. Atau bagi Anda profesional muda yang aktif, memiliki ketegaran yang tinggi meski terjebak di tempat publik dalam balutan handuk semata.

Kami juga menawarkan nuansa yang mendukung untuk semua karakter yang hidup dari tulisan-tulisan Anda. Dilengkapi fasilitas canggih yang dapat membantu Anda membunuh diri atau melahirkan kehidupan baru. Bahkan, Anda bisa tinggal bersama majikan Anda, menggoyang-goyangkan ekor di sepanjang koridor, atau menjulurkan lidah seraya menyaksikan kehidupan majikan Anda yang berada di ambang perpecahan.

Tunggu apa lagi! Segera dapatkan unit terbaik dan mulai kisah hidup Anda yang memukai di sini!

Parahyangan 147 ditulis oleh lima orang. Kelimanya merupakan penulis baru bagi saya. Saya akan coba mengulas satu demi satu.


Unit 1032 – Mita Miranti

Bercerita tentang Fira, yang sejak tiga hari lalu berkelahi dengan suaminya, Genta. Pada suatu pagi dalam perjalanan menuju kantor, Fira terjebak dalam lift yang mendadak mati bersama Danur. Setelah peristiwa itu, Fira mulai merenungi perasaan cintanya terhadap Genta.

“Cinta itu sesuatu yang bergerak.” (h. 14)

Cerita ini merupakan cerita pembuka yang cukup pas. Penulis tidak banyak basa-basi. Penulis juga menceritakan kisah dengan sederhana. Saya cukup suka dengan tulisan ini. Enak dibaca.

Unit 808 – Moemoe Rizal

Sejak melihatnya lewat dengan pakaian yang cantik-cantik, Kevin sudah tertarik dengan gadis bernama Yasmin. Terlebih setelah melihatnya lewat celah unit 707 yang sedikit terbuka. Sayang, Yasmin segera saja menghindarinya. Hingga sampailah di hari berhujan itu. Gadis itu justru mendadak memencet bel unit Kevin yang sedang mandi. Ketika Kevin berpikir apakah sebaiknya dia langsung keluar atau berpakaian dulu, Yasmin sudah menghilang.

Setelah itu, Kevin buru-buru melilitkan handuk dan keluar dari unitnya. Sialnya, ketika dia keluar Yasmin sudah masuk ke dalam lift. Sialnya lagi, listrik apartemennya mendadak mati dan Kevin terjebak di luar kamar hanya dengan sehelai handuk.

Kevin yang malang pun mencoba mencari bantuan di lantai-lantai lain. Siapa tahu ada orang yang mendadak muncul dengan sepaket pakaian lengkap. Akan tetapi, Kevin justru bertemu dengan Yasmin.

“Manusia nggak pernah takut pada apa yang dia ketahui. Manusia takut pada apa yang belum diketahui.” (h. 78)

Keduanya lalu terlibat petualangan yang menegangkan. Serius dari semua cerita, cerita yang satu yang yang paling bikin saya tegang. Mana ada unsur horornya juga! Pas bagian “itu” saya serius deg-deg-an. Tapi, lama-lama saya mulai paham sama cerita ini. Dan saya juga mulai bisa menebak akhirnya, haha.

Unit 1020 – Rezza Brahma

Bercerita tentang seorang penulis yang ingin menulis di hari hujan.

Sejujurnya, saya paling tidak menikmati cerita ini, yang berakhir saya skip. Pasalnya, cerita ini sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris. Sesuatu yang tidak saya harap temui ketika membaca buku lokal. Yah, serius, alasan saya tidak membaca cerita ini karena ditulis dalam bahasa Inggris. 😐

Unit 701 – Tita Rosianti

Mira, yang sedang meninap di apartemen Ami, baru saja patah hati karena mantannya menikah dengan gadis itu. Dalam apartemen Ami, dia mencoba mengakhiri hidupnya (setelah bertemu dengan Yasmin, gadis di unit 707 itu). Sayangnya, ketika listrik apartemen mati, ada saja yang menghalangi Mira untuk mengakhiri hidupnya! Mira harus mencari survival kit yang disiapkan Ami untuk menghadapi listrik apartemen yang mendadak mati.

Ironisnya, tas untuk bertahan hidup tersebut adalah satu-satunya cara bagi Mira untuk mendapatkan kematian yang cantik. (h. 197)

Cerita ini lucu. Asyik banget bacanya (meski ada info yang rada-rada nggak penting buat saya). Pengetahuan si Mira ini sebagai narator itu asyik. Mira ini kayaknya penggemar Star Wars dan Lord of The Ring pula. :))

Yang lebih lucu, Mira yang mau bunuh diri ini justru berakhir menyelamatkan hidup orang lain!

Unit 525 – Bisma Dwibangga

Cerita penutup ini memang layak menjadi penutup. Dituturkan dari waktu ketika banjir telah berakhir dan segalanya akhirnya juga berakhir. Sayangnya, nama tokohnya itu susah diucapkan. Mana pakai Tuan dan Nyonya segala. ;;;;

 

 

 

Secara keseluruhan Parahyangan 147 ini merupakan bacaan yang menyenangkan. Novel ini sekaligus menjadi novel pertama yang berhasil saya tamatkan di IJak. Seru juga ya baca di IJak sayang nggak bisa ditimbun karena setelah tujuh hari langsung ilang.

Selamat membaca!

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s