Gramedia Pustaka Utama · New Adult · Random · Resensi · Young Adult

Pay It Forward – Emma Grace


Judul: Pay It Forward
Penulis: Emma Grace
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman
Sinopsis: 

Tedjas
Astaga, gadis itu sudah gila. Pasti! Gue nggak pernah berminat untuk komentar di status orang di Facebook, apalagi ikut-ikutan dalam permainan apa pun. Tapi, gadis itu bilang apa tadi? Pay It Forward?Cih, permainan apa itu?

Gitta
Aku nggak pernah mengira bisa membenci seorang pria, seperti aku membenci Tedjas. Sejak pertama bertemu, dia selalu bersikap menyebalkan. Seakan belum cukup, dia juga menghinaku habis-habisan di depan banyak orang. Semakin jauh jarak terbentang di antara kami, itu semakin baik!

Itu yang Tedjas dan Gitta pikirkan.Tapi ketika rasa cinta menggedor semakin kuat, sanggupkah mereka berdua tetap berpura-pura bahwa kedekatan itu tak pernah nyata?

Tentang Keluarga

Itu sinopsis yang tertera di buku “Pay It Forward”. Tapi, ketika saya membaca novel ini, saya mendapatkan lebih dari cerita Tedjas dan Gitta yang digambarkan di sinopsis. Hal yang jauh lebih menarik.

Terlepas dari permainan pay it forward yang mempertemukan mereka, baik Gitta maupun Tedjas punya masalah keluarga. Hal yang membuat saya berhasil membuat emosi saya bergulat ketika membaca novel ini.

Gitta kehilangan ibunya. Dia hanya tinggal dengan Ayah dan Omanya. Dia tidak pernah tahu bahwa keluarga ibunya masih ada, masih hidup di dunia ini, jika dia tidak sengaja mendengar percakapan Ayah dan sang Oma. Percakapan itu membawa Gitta pada kenyataan tentang Oma lain dalam hidupnya. Oma yang melahirkan ibu Gitta, Oma Lili.

“Dipikir-pikir, Oma sudah tertinggal dua puluh tahun. Itu bukan waktu yang singkat.”
“Yah. Kita punya banyak waktu, Oma.”
“Ya. Kita punya banyak hari di depan untuk saling bercerita dan mengejad ketinggalan.” (h. 141)

Adegan di bab 12 itu, ketika Gitta akhirnya memberanikan diri bertemu dengan Oma Lili berhasil membuat air mata saya merembes. Bab 13 juga masih membuat hati saya mengharu. Selain itu, ketika Gitta dan Ayahnya menyelesaikan perselisihan mereka, saya … lagi-lagi menangis.

Serius novel ini punya cerita keluarga yang bikin saya tersayat-sayat. Hiks. Hiks.

Bukan cuma Gitta, Tedjas juga punya masalah keluarga. Masalah mereka memang berbeda, tapi kedua tokoh utama kita dibesarkan oleh orang tua tunggal. Memang kehidupan keluarga Tedjas tidak banyak dieksplor, tapi tetap saja saya juga merasa simpati sama Tedjas.

Kisah Cinta

Saya menikmati “Pay It Forward” hingga tiba di bab 21. Ketika itu, hubungan Gitta dan Tedjas mencapai titik klimaks.

Entahlah, saya langsung kehilangan selera ketika mencapai bab itu. Biar bagaimana pun, rasanya sangat-sangat wtf banget apa yang dilakukan Tedjas. Begitu juga apa yang dilakukan Gitta. Penuh drama. Tipe drama yang nggak bisa saya nikmati.

Memang sih nggak bisa dipungkiri bahwa harus ada drama sebelum hubungan mereka bakal berakhir bahagia (tentulah udah ketebak bakal bahagia sih buat YA ini). Tapi … rasanya kok gitu banget. Saya nggak bisa menikmati. Saya nggak lagi menikmati “Pay It Forward” seperti sebelumnya. Ketika Gitta hadir mengisi kekosongan Tedjas. Atau ketika Tedjas ada di saat Gitta rapuh. Inilah kenapa saya baru menyelesaikan novel ini satu minggu setelah terakhir masalah keluarga di novel ini terselesaikan.

Terlepas dari konflik Gitta-Tedjas yang saya nggak suka, novel ini menyimpan kutipan yang dalam tentang hubungan. Bahwa kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan terus berbahagia dengan seseorang  itu. Dan bahwa yang namanya hubungan itu jelas tidaklah pasti.

“Ada peluang gadis itu akan berlaku pengecut seperti Papa. Atau mungkin malah kamu yang merasa kalian berdua tak cocok dan memutuskan untuk pergi. Tapi, bukan berarti tak mungkin kalian akan bahagia, kan?” (h. 209)

Saya merekomendasikan novel ini bagi mereka yang suka cerita berbalut kisah keluarga (seperti saya). Juga bagi mereka yang menyukai YA. Selamat membaca!

 

Advertisements

2 thoughts on “Pay It Forward – Emma Grace

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s