manga · Resensi

Ouroboros – Kanzaki Yuuya

Judul: Ouroboros (ウロボロス)
Pengarang: Kanzaki Yuuya

Ouroboros bercerita tentang Ryuzaki Ikuo dan Danno Tatsuya. Lima belas tahun yang lalu, keduanya menyaksikan orang tua asuh mereka, Yuiko-sensei, dibunuh. Tapi polisi yang menangani kasus itu bukannya mengusut sang pembunuh justru meminta keduanya untuk tutup mulut. Polisi yang menggunakan jam tangan emas.

Kejadian itu membuat Ryuzaki dan Danno bertekad membalaskan dendam Yuiko-sensei. Keduanya mengusut pembunuhan itu dari dua jalan yang berbeda, Ryuzaki lewat kepolisian sementara Danno memilih jalan bawah tanah, yakuza.

Saya baca manga ini di situs manga online. Belakangan saya baru tahu bahwa “Ouroboros” pun telah diterbitkan di Indonesia. Meski demikian, baik online scanlating maupun terjemahan belum ada yang mencapai akhir manga ini, volum 20. Yah, perjalanan mencapai volum itu masihlah panjang. :”)

Lalu, akhirnya saya menuliskan review “Ouroboros”. Pendek sih, tapi cukuplah buat menggambarkan apa yang saya pikirkan dari awal membaca hingga chapter terakhir secara online.

Danno Tatsuya yang Ajaib

Premis manga ini terlihat menjanjikan. Sinopsinya juga. Apalagi artwork-nya. Nggak bisa dipungkiri bahwa saya mulai membaca manga ini karena kepincut gambar si Ryuzaki (yang saya pajang di atas itu). Tipe-tipe artwork yang saya gemari. Jadi ingat Tsuna dari KHR atau L di Death Note (apalagi namanya juga Ryuzaki).

Sayangnya, cuma satu, yaitu si Danno Tatsuya ini. Nggak, saya nggak bilang karakternya menyebalkan atau apa. Dia tipe yang rela menanggung banyak hal, belum lagi cerdas. Bisa dibilang dia juga melindungi Ryuzaki sejak kecil bahkan hingga 15 tahun telah berlalu.

Tapi, di situlah justru masalahnya. Satu-dua kali jelas nggak terlalu masalah kalau Danno muncul dan melindungi Ryuzaki yang nyawanya terancam. Tapi, ini si Danno muncul nyaris di setiap waktu. Dan masih nggak ada yang sadar bahwa kedua orang ini pernah terlihat bersama? Danno terlalu … sering ikut campur urusan Ryuzaki ketika melakukan tugas polisi juga.

Pada awalnya saya sangat bersimpati pada keduanya. Saya merasa bersyukur Danno muncul ketika Ryuzaki dalam bahanya. Namun, lama-lama saya terganggu. Habisnya kan aneh gitu lho keduanya sering bersama (bahkan di tempat umum beberapa kali) tapi nggak ada yang curiga. Yah, ada sih, tapi berhasil menguak hubungan keduanya.

Bukannya saya mau hubungan mereka terungkap, tapi saya pengen Ryuzaki terlihat lebih “independen” serta “dewasa”. Nggak tahu kenapa saya merasa si Danno ini terlalu khawatir sama Ryuzaki. Danno bahkan rela melakukan pekerjaan kasar (macam menyamar dan menampakkan wajah di mana-mana) untuk membantu penyelidikan Ryuzaki (well, meski sering kali kalau kejadiannya begini tuh karena kasus yang ditangani Ryuzaki itu ada kaitannya sama kasus 15 tahun lalu sih). Walaupun begitu, bukannya Ryuzaki nggak bisa diandalkan juga sih. Ryuzaki meski terlihat begitu, dia punya mata yang menyeramkan (just read and you’ll understand).

Eh tapi di sisi lain, ketika arc Bando itu, saya yang justru merasa ketergantungan Danno sama Ryuzaki juga sama besarnya. Apalagi pas dia terluka itu. Tapi, itu cuma sekali doang. Seringan Danno yang menolong Ryuzaki, bukan sebaliknya.

Makanya saya bilang Danno Tatsuya ini ajaib. Dia kan yakuza tapi dia sering banget bantuin si Ryuzaki secara langsung. 😐

Bad Cop/Good Cop

Ceritanya sendiri menarik. Di “Ouroboros” kita bakal menemukan banyaaaaaak sekali bagian dari kepolisian yang korup. Selama membacanya sih saya selalu saja berhasil menebak apakah polisi ini benar-benar baik apa enggak (selain dari ekspresi yang digambar, semua orang jahat punya aura tertentu haha).

“Ouroboros” menceritakan bagaimana polisi berjam tangan emas, yang berikutnya diketahui sebagai the golden watch syndicate , merongrong dalam tubuh kepolisian. Sindikat itu mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri dan tidak ragu untuk menghabisi siapa pun yang menghalangi (termasuk Yuiko-sensei). Saya jadi ingat banyak sekali novel serupa.

Meski demikian, masih banyak misteri yang belum terungkap di manga ini. Lagi pula saya percaya bahwa setiap orang punya alasan untuk melakukan setiap tindakannya. Pasti begitu juga dengan polisi yang tergabung dalam sindikat itu. Lagi pula, pengarang berhasil membuat karakter-karakter yang menyeluruh di manga ini. Karakter jahat tidak serta-merta jahat dan karakter baik tidak cuma baik (meski ada saja yang bersinar macam Hibino Miduki sih).

A great reading experience after a long timeWould be lovely to see this manga gets anime.

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s