P.S. I Still Love You – Jenny Han (tebakan Secret Santa 2015)

Judul: P.S. I Still Love You
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring
Format: paperback

Lara Jean akhirnya memberanikan diri datang ke rumah Peter di tahun baru. Dia menulis surat tentang isi hatinya. Mungkin dia bisa datang, menyerahkan surat itu, dan menunggu tanggapan Peter. Meski awalnya Peter bersikap dingin (karena dia sedang jual mahal), akhirnya hubungan keduanya membaik. Mereka sekarang resmi menjadi pasangan kekasih, bukan untuk pura-pura lagi.

“Apa memang ini… sedikit aneh? Maksudku, pertama hubungan kita palsu, lalu kita sungguhan, dan setelah itu kita bertengkar, kemudian sekarang kita berada di sini dan kau makan ayam goreng.” (h. 45)

Setelah itu, badai dalam kehidupan cinta Lara Jean datang silih berganti. Mulai dari video pertemuannya dengan Peter (yang hot di pemandian air panas itu) tersebar di internet, surat balasan dari John Ambros McClaren, hingga hubungan pertemanan Peter-Genevieve yang mencurigakan.

Perkembangan Ceritanya

Saya sudah membaca novel ini sebelumnya, ketika baru saja terbit. Sekarang saya membaca novel ini lagi untuk menuliskan resensi dalam rangka event Secret Santa 2015. Rasanya… berbeda. Jika sebelumnya terasa menggebu, sekarang tidak lagi. Mungkin karena saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya. Meski demikian, gaya penulisan Jenny Han ini asyik sekali. Belum lagi keluarga Covey dan gadis-gadis Song yang menyenangkan (juga Daddy dan kencannya). Sepertinya ini alasan kenapa saya bertahan tetap membaca P.S. I Still Love you.

Beralih ke masalah ceritanya. Hubungan Peter-Lara Jean tetap saja terasa manis dan penuh bunga-bunga. Sikap kesatria Peter ketika video panas itu terputar di depan seluruh siswa jelas membuat siapa saja yang membaca jatuh hati padanya. Yah, meski menurut saya Peter itu kurang terbuka pada Lara Jean. Itulah kenapa Lara Jean tidak bisa berhenti curiga pada Peter.

“Aku benci tidak bisa melindungimu dari ini.” (h. 160)

Anyway, insiden video ini juga dituliskan dengan banyak sentilan soal standar ganda yang selalu diterapkan di masyarakat manapun.

Cowok akan selalu jadi cowok, tapi cewek harus selalu berhati-hati—tentang tubuh kami, tentang masa depan kami, tentang cara orang lain menilai kami. (h. 73)

Di sisi lain, saya rasa Lara Jean ini terlalu merasa tidak aman, insecure. Dia mencurigai Peter, yang menurutnya tidak akan puas dengannya karena dia tidak berhubungan badang dengan Peter (padahal Peter jelas sudah bilang dia menerima Lara Jean apa adanya). Dia juga terlalu memikirkan Gen dan tidak bisa lepas dari memikirkan hal buruk soal gadis itu. Walau memang di hubungan Peter-Gen yang aneh ini, Peter juga memiliki derajat kesalahan yang besar.

“Hidupmu benar-benar dalam sangkar, Hon. Kau bisa terlalu cepat menilai orang lain.” (h. 269)

Konflik hubungan pertemanan Peter-Gen belum selesai, John hadir kembali dalam hidup Lara Jean. Meski John ini baik, sopan, dan romatis, saya nggak bisa naksir padanya. Mungkin karena saya sudah lebih dahulu naksir pada John. Atau justru karena John ini yang membuat hati Lara Jean bercabang (oh, saya sebel banget pas tahu Lara Jean mulai naksir John. Please, udah ada Peter dan kamu belum puas, Lara Jean?).

“Jadi maksudmu aku menjalani hidup seperti orang yang membujang sejak kita memulai permainan bodoh ini—bahkan, sejak sebelumnya—sementara kau bermesraan dengan McClaren?” (h. 328)

Sejujurnya, kejadian demi kejadian yang berlangsung di P.S. I Still Love You ini cukup klise. Ala-ala drama korea gitu. Mudah ditebak juga. Makanya perkembangan ceritanya sendiri tidak benar-benar menjadi kejutan bagi saya (tapi soal insiden video itu kejutan). Untungnya gaya penulisan Jenny Han itu asyik. Maka saya bisa membaca P.S. I Still Love dengan penuh kepuasan.

Keluarga dan Persahabatan

Seperti novel sebelumnya, P.S. I Still Love masih penuh dengan adegan-adegan keluarga yang membuat saya semakin dan semakin cinta pada keluarga Covey maupun Song bersaudara. Saya suka ketika Margot menyakinkan Lara Jean bahwa insiden video ini akan berlalu, atau ketika Lara Jean balik menenangkan Margot setelah berakhirnya hubungan Margot dengan Josh, atau ketika Kitty selalu punya jawaban yang menusuk Lara Jean, atau ketika Kitty berusaha menjodohkan ayah mereka dengan tetangga mereka, atau ketika ayah mereka menemukan masalah video ini dan berusaha menegakkan punggung Lara Jean. Oh, sumpah, keluarga mereka ini lovely banget.

Selain itu, saya suka banget sama Kitty. Di sini ada lebih banyak ruang yang menunjukkan pertumbuhan Kitty. Juga ruang untuk menyaksikan Lara Jean menjadi lebih bertanggung-jawab.

“Kenapa semua tidak bisa sama seperti sebelumnya?”
“Kalau begitu tidak akan ada yang berubah dan kau tidak akan tumbuh dewasa. Kau akan tetap sembilan tahun dan tidak akan pernah berulang tahun kesepuluh.” (h. 287)

Selain soal keluarga, soal persahabatan pun banyak diungkapkan di novel ini. Lewat novel ini pertanyaan-pertanyaan kita soal kenapa Gen membenci Lara Jean akan terjawab. Belum lagi di P.S. I Still Love ada saat di mana teman-teman masa kecil Lara Jean berkumpul dan mereka mengadakan permainan seperti kecil dulu, permainan yang membuat lebih banyak rahasia terungkap di depan Lara Jean.

Banyak orang yang keluar masuk dalam hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka buka lagi apa-apa bagimu. (h. 347)

Secara keseluruhan, saya menikmati P.S. I Still LoveCeritanya yang manis dan konfliknya yang naik-turun. Juga banyak sentilan soal kehidupan remaja. Serta cerita keluarga yang selalu bisa membuat saya tersenyum. Dan Kitty.

Saya rekomendasikan novel ini bagi yang sudah membaca Too All The Boys I’ve Loved Before. Tentunya juga sebaiknya tidak dibaca dengan jeda yang cukup lama karena akan mempengaruhi mood. Juga bagi mereka yang suka novel young adult dengan unsur keluarga yang kental. Selamat membaca!


ss2015-1-300x300

Nah, sekarang, saya harus menyelipkan tebakan soal siapakah Santa saya. Petunjuknya sudah saya beberkan semua di sini. Sampai sekarang saya masih belum bisa menebak siapakah dirimu. Maafkan saya. 😦

Biarkan saya mencoba menganalisis sedikit.

  1. SS saya bukan member WA Joglosemar. Habis beliau tidak tahu perjalanan saya ke Jakarta di hari hadiah diantarkan. Kemungkinan juga, beliau bukan member lama yang sudah banyak kenal. Habis kalau member lama kan bisa dapat banyak bisikan soal IRF atau tanya-tanya soal saya *ge er*. Habisnya juga nggak ada yang bisa banyak bantu pas saya tanya di grup, jadi mungkin saja SS saya ini nggak terlalu aktif di kegiatan mediasosial BBI.
  2. Saya dan SS belum pernah mengenal sebelumnya, baik di facebook, twitter, bahkan forum-forum BBI. Karena beliau menuliskan “salam kenal” di kartunya.
  3. Soal warna, gambar, dll saya rasa lebih baik diabaikan. Karena mulai dari sapu tangan, kartu, amplop, kertas bertuliskan kanji, semuanya tidak punya warna yang seragam. Berarti saya tidak perlu mengacu pada warna atau gambar.
  4. Kanji 会, dibaca “kai”. Artinya sendiri “bertemu” atau  Tapi ini kayaknya bukan anagram. Karena “kai” yang bisa saya udah jadi “ika” ini tidak bisa saya saya tuduh sebagai SS. Mba Ira Mustika pernah jadi host blogtour sebuah penerbit bareng saya (dan tinggalnya di Kalimantan jadi rasanya terlalu jauh buat repot-repot ngasih kado langsung tanpa kirim ekspedisi), Mba Etika Setya pernah menang giveaway di blog saya, dan Mbak Andrea Ika ini tidak menunjukkan tanda-tanda suka Jepang serta pernah bareng saya di event BBI Around The Genres (meski nama blog-nya “Kay”la sih…).
  5. Kak Opat membisikan saya nama Mulya Saadi, pasalnya beliau suka Jejepangan. Tinggalnya di Yogyakarta juga jadi punya kesempatan cukup besar buat belanja buku wishlist saya lalu langsung diantar. Tapi masalahnya saya tidak dapat korelasi antara beliau dengan kanji “kai”.

Jadi…… saya nggak tahu persis siapa SS saya. Maafkan saya tidak bisa menebak dirimu dengan baik dan benar, SS. Hiks, hiks. Mungkin kalau ada petunjuk lain, yang lebih menunjukkan “bukti” nyata, saya bakal bisa menebak. Atau mungkin kalau hadiahnya saya sendiri yang menerima, saya bisa mencecar pengirimnya. Ada yang bisa membantu? :”(

Mungkin SS saya satu di antara nama yang saya sebut di atas. Atau mungkin tidak. Kalau disuruh milih, mungkin… Kak Mulya Saadi ya. Habis tulisan terakhir di blognya ada huruf kanjinya sih. Tapi nggak yakiiiiiiin.

Namun, siapapun kamu, SS, terima kasih atas hadiahnya. :*

Banner Posbar 2016

 

 

Advertisements

15 thoughts on “P.S. I Still Love You – Jenny Han (tebakan Secret Santa 2015)

  1. Good job. Tebakanmu benar. Mulya Saadi lah pelakunya. Sebenarnya ada hal tak terduga karena saya tidak bertemu lagnsung dengan target dan membuat riddle dengan kanji “Kai” sedikit melenceng. Saya sih sudah duga kalau kamu cepat menemukan saya mengingat unsur animenya kental banget. Mungkin karena kita tidak bertemu secara langsung, kamu tidak notice dengan apa yang ada di balik “Kai”, yaitu waktu kita bertemu. Itu menunjukkan sum nomor seri BBI ku ha ha 😛
    Maaf saya telat mengaku karena beberapa urusan *alasan*

  2. Sudah baca buku ini, hihihi. Aku juga suka kak, jalan ceritanya, konfliknya, cara penyelesaian masalahnya, serta penulisan bahasanya.. duh, quotes-quotes nya juga sangat menyentil. By the way, seru ya ikutan secret santa gitu U.U dapet hadiah buku yang entah dari siapa, mengirim buku ke orang lain juga. Dan kalau kita gak bisa nebak siapa yang ngirim, bakal kenapa ya kak? hehehe

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s