Event · Random

[Laporan] 5th StilettoBook

foto dari twitter StilettoBook

Akhirnya selesai juga. Sudah lewat seminggu ternyata….

Jadi, tanggal 27 Januari lalu, saya dan Mbak Azmi berkesempatan mengikuti kemeriahan ulang tahun ke-5 StilettoBook. Kami menjadi perwakilan dari BBI *berasa penting, padahal aslinya kami yang nggak ada kegiatan haha*.

Acaranya sendiri berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.00 di Jogja Digital Valley, Sagan. Pertama kali membaca undangannya, saya langsung cengo. Ini serius acaranya 6 jam? Lama bangeeeet. Saya udah berkesimpulan bakal merasa bosan gitu. Dan sudah mikir mau ngabur di tengah acara *jangan dicontoh*. Eh, tapi begitu saya masuk ke ruangannya, saya justru mengikuti acaranya hingga akhir! Saya baru pulang ketika acara sudah dibubarkan. Haha. XD

Rentetan acaranya sendiri ada beberapa.

Yang pertama itu ada talkshow dengan Mbak Nurilla Iryani. Sesi ini bertema “Asyiknya Menulis Fiksi”. Mbak Nurilla berbagi dengan peserta seputar hal-hal menulis fiksi, pengalaman pribadinya saat menulis, hingga sejarah dimulainya beliau berhasil menerbitkan karyanya. Di sesi ini, ada satu pesan Mbak Nurilla yang paling saya ingat. Pesan bagi siapa pun yang sedang berjuang menjadi seorang penulis.

“Kalau punya naskah, ya kirimin aja. Ditolak juga nggak bakal dihina-hina, kan? Nothing to lose.”

sesi launching Unexpected Love (foto dari twitter StilettoBook)

Pesan itu sendiri didapat Mbak Nurilla dari temannya sebelum naskah Mbak Nurilla dikirimkan ke penerbit. Eh ternyata pada akhirnya Mbak Nurilla berjodoh dengan StilettoBooks. Yah, serius deh tiap penulis itu pasti ngasih saran yang sama buat semua yang ingin jadi penulis, terus menulis dan jangan khawatir buat mengirimkan naskah. :”)

Setelah itu, ada launching buku terbaru dari Mbak Nurilla, Unexpected Love. Sayangnya, novel ini belum saya temukan di goodreads, jadi saya tidak bisa berbagi link. Ceritanya sendiri tentang hal yang cukup berbahaya, jatuh cinta pada suami orang.

Setelah jeda istirahat (anyway, di sesi istirahat ini disediakan kopi seduhan langsung dari biji kopi, uuuh, enak ya), dilanjutkan dengan talkshow “Blogging – Have fun and get the money” bersama Mbak Carolina Ratri.

 

sesi talkshow dengan Mbak Carolina Ratri (foto dari twitter StilettoBook)

Nah, berbeda di sesi sebelumnya, sesi dengan Mbak Carra ini lebih banyak mengulik masalah blogging. Mbak Carra sendiri banyak bercerita soal bagaimana beliau akhirnya menjadi blogger sukses dan bagaimana beliau bisa mendapatkan uang dari blogging. Sesi ini menarik, habis biar bagaimana pun kan saya blogger ya. Mbak Carra banyak memberikan bisikan soal cara mendapatkan duit tapi tentunya tetap berbahagia.

Buat yang penasaran sama isi sesi ini, boleh banget beli buku terbaru dari Mbak Carra, Blogging: Have Fun and Get the Money. Di buku yang di-launching juga pada hari ulang tahun StilettoBooks, pembaca akan mendapatkan banyak informasi menarik yang reliable. Buku itu ditulis dari pengalaman langsung Mbak Carra sih.

kemeriahan sesi tiup lilin dan potong kue

Setelah dua acara tesebut, ada sesi potong kue StilettoBook. Juga meet and greet bersama beberapa penulis dan kru di balik layar StilettoBook. Hari itu saya baru tahu bahwa semua personil StilettoBook itu perempuan. WOW! Keren banget! Semoga Stiletto makin jaya! :*

Buat acara penutupan, selain ada bagi-bagi doorprize, juga ada bookwar. Berhubung peserta acara ultah StilettoBook ini nggak sebanyak yang hadir di IRF, jadi bookwar di sini nggak seganas pas IRF. Tapi tetap seru kok, habis nggak perlu tuker buku sih, kita tinggal ambil. 😛

bingkisan dan doorprize dari StilettoBook

Saya sendiri dapat dua doorprize (yippie!!). Keduanya hasil dari pertanyaan saya ketika sesi talkshow. Menurut pengakuan kedua pengisi talkshow, pertanyaan saya yang paling berkesan.

Bolehlah bangga ya, jadi saya mau cerita sedikit soal pertanyaan saya. Pertanyaan saya buat Mbak Nurilla itu terkait tema selingkuh yang diangkat dalam novelnya. Jadi, saya tanya pada Mbak Nurilla: Apakah tidak merasa bersalah menulis tema seperti ini? Apa tidak ada beban moral yang Mbak rasakan sebagai perempuan dan penulis?

Jawabannya? Tanya sendiri. 😛 *dilempar sandal* Haha, intinya Unexpected Love ditulis oleh Mbak Nurilla dengan pemahaman bahwa hal-hal seperti itu terjadi bukan hanya karena ada peselingkuh dan selingkuhannya saja, tapi juga pasangan si peselingkuh.

Pertanyaan yang saya berikan Mbak Carra sendiri terkait blog beliau dan segmentasi pembaca blog. Sayangnya, blog Mbak Carra sedang under development, jadi saya nggak bisa belajar langsung dari blog tersebut. Mbak Carra sendiri berkata bahwa segmentasi pembaca itu perlu kalau memang mau dapat duit dari blogging. 🙂

Jadi, berikut ini oleh-oleh saya dari acara ultah StilettoBook. Berhubung ada yang dobel, salah satunya saya kasih ke teman saya. Terima kasih atas hadiahnya, StilettoBook! :*

isi doorprize-nya, yey!

Nah, sebelum saya menutup laporan ini, saya ingin memberikan beberapa saran kepada StilettoBook.

  1. Mungkin sebaiknya di kesempatan lain acara dilaksanakan di akhir pekan. Habis biar bagaimana pun banyak yang akan berhalangan hadir ketika acara diselenggarakan di hari kerja. Buktinya peserta kegiatan ini sedikit, padahal talkshow-nya menarik. Lalu, acara-acara lainnya juga menarik. Mana ada banyak hadiahnya lagi.
  2. Pemilihan tempat pun harus dipertimbangkan. Memang sih JDV itu luas dan nyaman. Tapi, karena letaknya yang harus masuk-masuk gang, jadi tidak terlihat meriah. Peserta yang hadir berarti memang harus sudah merencanakan. Memang susah sih kalau membahas tempat ini, tapi padahal acara seperti ini punya peluang cukup besar menggaet orang-orang yang belum terlalu kenal dengan StilettoBook. Tapi, ya, pastinya StilettoBook punya pertimbangan sendiri ya. XD
  3. Mungkin lain kali peserta bisa dikasih makan siang. Habis kan acaranya sendiri cukup padat dan menabrak jam makan siang, ya. Begitu pulang, saya dan Mbak Azmi langsung ngacir mencari makan karena sudah kelaparan. Memang sih ada snack, tapi itu kan nggak cukup (apalagi kalau ada yang nggak sarapan). Habis kan ya orang Indonesia nggak bakal kenyang sebelum makan nasih ya. Atau mungkin bisa mengajak kerja sama dengan penyedia makan siang. Karena setelah saya lihat-lihat, jumlah pesertanya tidak tertebak ya, jadi menganggarkan makan siang pun bakal susah. Tapi, kalau kerja sama dengan penyedia makan siang di sekitar lokasi, kan peserta bisa memenuhi perutnya tanpa harus pergi jauh-jauh.

Yah, kayaknya tiga itu saja deh. Semoga StilettoBook semakin jaya! 😀

Advertisements

6 thoughts on “[Laporan] 5th StilettoBook

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s