Friendship · Ice Cube · Resensi · Young Adult

Singapore Begins – Agata Barbara

Singapore Begin - Agata Barbara

Judul: Singapore Begin
Penulis: Agata Barbara
Penerbit: Ice Cube
Tebal: vi + 299 halaman
Format: paperback

Terlalu mandiri. Sulit untuk percaya pada orang lain. Sulit untuk mengekspresikan dirinya sendiri. Tertutup. Dingin. (h. 2)

Itu hasil tes psikologi Kanna. Hasil itulah yang membuat Kanna dibuang dari rumahnya ke rumah tantenya di Singapura. Orang tuanya mendaftarkan Kanna untuk melanjutkan kuliah di negara tetangga.

Kanna menerima takdirnya dengan dingin. Gadis itu bisa dibilang tidak terlalu peduli pada apa-apa. Sampai dia bertemu dengan teman-teman serumahnya. Sally, gadis California yang cerewet tapi sangat perhatian. Paresh, si cowok India super jail yang ternyata anak kepala suku. G, cowok Thailand berbadan gagah tapi sangat sensitif dan melankolis. Dan Joon Hee, cowok tampan dari Korea yang menyembunyikan rahasia masa lalu. Dengan empat teman baru serta Cantika, tantenya, dan Mei Ling, gadis kecil yang penakut, kehidupan Kanna yang biasa dan datar dan dingin perlahan berubah.

Karakter-karakter yang Manis

Saya mendapatkan novel ini dari event #AngpaoBuku di twitter Ice Cube. Setelah Remedy, Perfection, dan Rust in Piece, novel inilah yang paling membuat saya tertarik dari seri YARN.

Awalnya sendiri (selain di bagian awaaal banget pas Kanna mengisahkan alasan dia dikirim ke Singapura), saya merasa Singapore Begins tidak terlalu menarik. Biasa saja. Sampai saya bertemu dengan teman-teman Kanna dan saya semakin mengenal mereka dan saya sampai di halaman 44. DAN SAYA NGGAK BISA BERHENTI KETAWA! =))

Silakan baca sendiri buat yang nggak percaya. Adegan curhat G ini beneran bikin saya nggak bisa meletakkan Singapore Begins saking penasaran sama kejutan apa lagi yang bakal diberikan Agata Barbara di novel ini. Dan Agata Barbara tidak mengecewakan saya!

Gaya bercerita Singapore Begins ini lugas, luwes, khas novel-novel YA. Yang bikin saya suka justru pada minimnya penggunaan bahasa Inggris. Memang sih latarnya Singapura dan pasti mereka berbincang pakai bahasa Inggris, tapi saya suka pada pilihan Agata Barbara untuk tidak menulis percakapan mereka dalam bahasa Inggris. Rasanya benar-benar luwes dan bisa saya nikmati begitu saja.

Karakter-karakter dalam novel ini sendiri bisa dibilang cukup ajaib-ajaib. Agata Barbara berusaha menyajikan remaja-remaja yang sangat remaja. Dengan masalah-masalah khas remaja, tapi punya sisi-sisi yang berbeda. Semua karakternya diceritakan dengan cukup menyeluruh sehingga tidak tiga dimensi dan kita bisa dengan mudah bersimpati pada mereka. Inilah yang membuat saya sayang banget pada Kanna, Sally, G, Joon Hee, dan Paresh. Ah, Cantika dan Mei Ling juga, dan tentunya Jun. Mereka semua manis-manis. ❤

Tentang Persahabatan

Aneka ragam rasa persahabatan ada di dalam Singapore Begins. Awal mula hubungan terbentuk, masalah-masalah kecil yang dihadapi, orang-orang luar yang mengganggu, hingga masa lalu-masa lalu yang perlahan muncul. Segala hal yang membuat persahabatan menjadi semakin erat. Eh tapi tidak ada pengkhianatan yang serius sampai mencederai persahabatan itu sendiri sih.

Bukan hanya Kanna dalam Singapore Begins yang berubah setelah bertemu dengan teman-teman baru, teman-teman barunya juga perlahan berubah. Mereka saling mempengaruhi satu sama lain lewat ikatan yang terbentuk di antara mereka.

“Kau memang nyaris tidak pernah bersuara. Tapi kau pendengar yang baik, Kanna.” (h. 25)

Dalam persahabatan tentunya ada kisah cinta. Begitu juga dengan Singapore Begins. Tapi, saya suka pemilihan karakter yang Agata Barbara lakukan untuk terlibat perasaan bernama cinta itu. Saya juga suka analogi Kanna itu, cocok banget.

“Joon Hee! Kau pengkhianat! Kau sudah terbutakan oleh sihir cewek itu!” (h. 91)

Lalu, konflik paling besar dalam novel ini berkaitan dengan bully. Namun, kutipan yang paling saya suka bukannya perkara bully tersebut, melainkan komentar Paresh setelah tahu bahwa Kanna-lah yang di-bully. Ini bikin ngakak banget. :))

 

Singapore Begins benar-benar bacaan ringan yang bikin hati senang. Layak banget dibaca buat pecinta YA! Yang nggak cinta YA juga boleh banget baca ini, ceritanya bikin bahagia. XD

Terakhir, saya berikan sebuah kutipan dari Kanna.

Untuk apa dia memusingkan banyak hal? (h. 184)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Singapore Begins – Agata Barbara

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s