Gramedia Pustaka Utama · New Adult · Resensi · Young Adult

Hopeless – Colleen Hoover


Judul: Hopeless
Penulis: Colleen Hoover
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 496 halaman
Format: ebook (via iJak)

Sky diadopsi Karen ketika berusia 5 tahun. Karen memang tidak mengizinkan Sky masuk sekolah umum atau memiliki berbagai macam hal yang umum dimiliki remaja (ponsel, internet, televisi, dll), tapi Karen membiarkan Sky bergaul dengan Six. Six, gadis tetangga sebelah rumah yang senang berganti-ganti cowok.

Six mengenalkan berbagai macam hal dalam dunia Sky, film, jalan-jalan malam, dan cowok. Six juga yang membuat Karen akhirnya mengizinkan Sky masuk ke sekolah umum. Meski di tahun Sky masuk sekolah, Six justru terbang ke belahan dunia lain untuk program pertukaran pelajar.

Kehidupan awal Sky di sekolah umum bisa dibilang buruk. Hingga dia bertemu Breckin, cowok Mormon yang mengajaknya bersekutu menguasai sekolah dan Holder, satu-satunya cowok yang berhasil membuat Sky bergairah. Namun, satu demi satu masa lalu perlahan terungkap dan Sky harus berhadapan pada kenyataan yang selama ini dikubur dalam ingatannya.

Tidak Cuma Novel Romantis

Paruh awal membaca Hopeless, saya merasa novel ini cukup menarik. Gaya bahasa Collen Hoover memang cukup bertele-tele dan saya tidak terlalu suka narasi ala Sky (entah kenapa menyebalkan dan berlebihan dan terlalu ke-aku-an), tapi secara keseluruhan saya cukup menikmati Hopeless. Saya langsung dibuat jatuh hati pada Six. Si gadis ‘nakal’ yang kelewat sayang pada sahabatnya, Sky.

Begitu Six menghilang dan Holder datang, Hopelesse langsung menjelma jadi novel romantis remaja. Tentunya remaja luar negeri, dengan budaya dan adat yang berbeda dengan milik kita. Meskipun saya tidak suka bagaimana Sky selalu bergairah dan pengen menjilat atau mencium atau apalah yang lain kepada Holder (entahlah, berlebihan banget gitu nafsu yang terlihat dari narasi Sky ini), saya cukup menikmati percakapan Sky dan Holder. Berhasil bikin ketawa.

Saya pikir novel ini bakal menjadi novel romatis biasa, dengan Holder yang berhasil membuat Sky merasakan bergairah. Tapi ternyata tidak….

“Itu bukan ide bagus karena kau mengetahui semua kebenaran ini baru beberapa jam yang lalu. Banyak yang harus kaucerna sebelum mengambil keputusan yang terburu-buru.” (h. 341)

Ada masa lalu yang tidak pernah saya sangka di sana. Saya memang sudah menerka-nerka, tapi saya tidak pernah kepikiran hal seperti ini…. Rasanya sangat menyedihkan dan mengiris hati. Sedih banget pas tahu apa yang dialami Sky kecil. :”(

Karakter dalam Hopeless

Bisa dibilang saya lebih suka karakter-karakter pendukung dalam Hopeless ketimbang sang hero dan heroin kita. Saya suka Six. Dia gadis menyenangkan. Sayang dia tidak muncul banyak.

Saya juga suka Breckin. Dia muncul dengan gaya yang tidak biasa dan MENGHADIAHKAN EREADER PADA SKY!! (h. 206) OH BIKIN IRI AJAA! Lagi-lagi, sayang karakternya tidak terlalu dieksplor. Collen Hoover terlalu fokus pada Sky dan Holder sehingga karakter pendukung di Hopeless ini berakhir tidak terlalu penting.

Saya juga suka Jack, pacar Karen. Lagi-lagi, sayang banget lelaki ini tidak diceritakan lebih banyak.

Hopeless sangatlah panjang (hampir 500 halaman bok) tapi ceritanya benar-benar fokus pada Sky dan Holder. Unsur romance-nya jadi sangatlah kental dan adegan mesranya juga terlalu over. Saking banyaknya, nggak sekali saya skip bagian Sky dan Holder mesra-mesraan itu.

Yang Bisa Kita Petik

Banyak hal yang bisa dipetik dari Hopeless. Pertama, soal gosip, labelling, dan sikap kita. Saya suka banget pas Holder berkata pada Sky soal gosip di sekitar cowok itu dan Sky yang enggan bertanya langsung pada Holder.

“Karena kau juga diterpa gosip, aku mengira kau takkan bersikap terlalu menghakimi.” (h. 109)

Terus juga ada banyak hal seputar masa lalu Sky dan cara gadis itu mengatasinya. Tapi, saya simpan hal itu dan mari coba mencari moral di hal-hal lain.

“Payah karena kau membiarkan setahun yang kacau memutuskan takdirmu seumur hidup.” (h. 88)

“Kadang-kadang kau harus memilih dari tumpukan keputusan yang salah.” (h. 471)

Terakhir. Sebuah kutipan yang membuat bibir saya tertarik membentuk senyum lebar.

“Mungkin aku merasa perlu menyakiskan banyak sifat asli manusia yang paling buruk sebelum memasuki dunia nyata.” (h. 118)

Hopeless bukan sekadar cerita cinta remaja, Hopeless mengajarkan soal harapan, masa lalu, keluarga, dan persahabatan. Hopeless memberikan banyak luka yang mungkin tidak pernah kita sangka. Dan Hopeless berhasil membuat saya ikut meraskaan penderitaan Sky.

Hopeless akan lebih baik jika kissing scene dkk-nya itu dikurangi. Saya yakin. Haha. Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Hopeless – Colleen Hoover

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s