Cincin Separuh Hati – Netty Virgiantini

Cicin Separuh Hati

Judul: Cincin Separuh Hati
Penulis: Netty Virgiantini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 halaman
Format: paperback (pinjam Mbak Ina)

Nilam, wanita single 35 tahun. Ketika ibunya ditinggalkan ayahnya untuk menikah dengan sang selingkuhan, Nilam berjanji dia tidak akan menikah. Sayang, teman-temannya tidak bisa mengerti. Terlebih, dia sedang di hadapkan pada reuni SMA yang pasti akan meributkan soal status singelnya. Nilam harus mencari cara untuk kabur dari interogasi melelahkan itu.

Lalu, Kanti, istri kakak sepupu Nilam, memberikan cincin separuh hati. Sebuah cincin yang dulu pernah mengikat Kanti dengan lelaki bernama Aryobimo. Sebuah cincin yang berhasil menyelamatkan Nilam dari pertanyaan bertubi teman-temannya perihal statusnya. Sebuah cincin yang membawa Aryobimo dalam hidup Nilam. Sebauh cincin yang menghadirkan hantu-hantu masa lalu dalam hidup Nilam.

Sayangnya Bukan Romance Comedy

Pertama kali membaca sinopsis Cincin Separuh Hati, saya langsung berpikir bahwa novel ini akan menjadi sebuah kisah romance comedy. Saya sudah mempersiapkan diri untuk banyak tertawa di setiap bagiannya. Akan tetapi, ketika saya mulai membaca ternyata tidak juga.

Cincin Separuh Hati … lebih drama dari yang saya bayangkan. Bukan hanya masalah Nilam dan tuduhan selingkuh Aryobimo yang hadir, tapi juga ada hal-hal lain. Drama-drama lain. Bukan drama yang tidak mungkin sih, tapi entah kenapa saking banyaknya jadi saya merasa … nonton sinetron.

“Semua yang kulihat dan kualami jadi pelajaran hidupku. Bukan sekadar masa lalu, Ti.” (h. 28)

Terlebih gaya Bahasa Cincin Separuh Hati ini nggak terlalu bisa saya nikmati. Nggak tahu kenapa kayak baca bukan dari sudut pandang seorang wanita berusia 35 tahun. Lalu, karakteristik karakter-karakter lainnya juga nggak berhasil bikin saya simpati. Menurut saya, Nilam itu nggak dewasa dan Aryobimo itu maksa. Padahal saya berharap karakter Aryobimo ini bisa jadi lebih bikin ketawa. Apalagi si Aryobimo rasanya ‘nyelonong’ masuk gitu aja dalam hidup Nilam. Saya nggak berhasil mendapat chemistry keberadaan Aryobimo dalam kehidupan Nilam. Rasanya mekso banget.

Dan Aryobimo bercandanya nggak lucu. (Eh apa ini serius yah aha.)

“Kalau Arum benar-benar nggak mau kembali padaku, seharusnya kamu menggantukan posisinya sebagai wujud tanggung jawabmu.” (h. 76)

Secara keseluruhan, cerita Cincin Separuh Hati ini terasa terlalu maksa buat saya. Cukup lucu, tapi terlalu drama. Terlebih saya nggak paham sama pemikiran Aryobimo di bagian akhir cerita itu.

Hal-hal yang Menarik

Meski demikian, berkat hidup Nilam yang penuh drama ini, ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Pertama, soal keturunan.

“Apa anak orang jahat pasti mewarisi sifat jahat orangtuanya?” (h. 98-99)

Kutipan ini rasanya pas banget sama manusia. Judging dan prejudice itu lebih sering dikedepankan ketimbang fakta yang ada. Juga kutipan satu ini.

“Persoalan antara bapakmu, ibunya Nando, dan ibumu, nggak ada hubungannya sama dia. Kamu pikir dia bisa milih siapa orangtuanya?” (h. 185)

Lalu, ada juga soal rumput tetangga lebih hijau. Dari Cincin Separuh Hati ini saya baru tahu istilah sawang-simawang.

“Semua orang hidup itu sawang-simawang, Pak. Cuma bisa saling melihat satu sama lain. Selalu merasa orang lain lebih berunung dari kita. Padahal semua orang pasti punya masalah sendiri-sendiri.” (h.159)

Terakhir, sebuah kutipan yang penting banget!

“Kebahagiaan itu sesuatu yang harus diusahakan. Diperjuangkan.” (h. 260)

Selamat membaca! Selamat memperjuangkan kebahagiaan! 😀

Advertisements

One thought on “Cincin Separuh Hati – Netty Virgiantini

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s