Bentang Pustaka · Biografi · Blog Tour · Resensi

[Blogtour] Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK

Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan - Tasaro GKJudul: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: xxviii + 640 halaman
Format:
paperback

Blurb
Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib, sang Kota Cahaya.

Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hingga Tibet.

Seri pertama dari novel biografi Muhammad karya Tasaro GK ini dibuka dengan cerita-cerita dari berbagai penjuru dunia  Persia, Tibet, Mesir, India, Mekah, hingga Nusantara. Isinya mengabarkan satu hal: kedatangan Nabi Muhammad ke muka bumi. Kedatangan seorang mulia yang akan memimpin dan menaklukkan dunia, serta menyampaikan kalimat-kalimat Allah kepada seluruh manusia.

“Ramalan menakutkan.”
“Mengapa menakutkan?”
“Bukankah sajak itu meramalkan akan datang sekumpulan orang asing yang ditakdirkan untuk menguasai India?” (h. xix)

Selanjutnya, cerita akan bergulir antara kisah hidup nabi dan perjalanan Kashva, seperti yang tertulis pada blurb di kover belakang.

Tulisan Tasaro GK

Meski nama Tasaro GK ini sudah tersebar ke berbagai sudut negeri, jujur, novel ini merupakan novel beliau yang pertama kali saya baca. Dulu, sekitar lima tahun lalu, saya sudah sering melihat novel ini mondar-mandir di antara tangan-tangan teman saya. Sayang, ketika melihat tebalnya yang cukup buat menggetok kecoak sampai mati, saya langsung keder. Namun ternyata jodoh memang nggak ke mana.

Dengan gaya bahasa dan diksi yang indah, Tasaro GK berhasil membuai saya. Indah saja nggak cukup buat menggambarkan bagaimana perasaan saya ketika membaca novel ini. Saya nggak habis pikir isi otak sang penulis ini kayak gimana sampai bisa menciptakan kalimat-kalimat untuk karya setebal ini.

Kashva beku di tempatnya berdiri. Tatapannya bergoyang-goyang, tak tentu. Tidak ada yang dia sesali dari semua kata-katanya, tetapi ada yang dia rasa telah keluar dari perkiraan. Ketika Khosrou mengibaskan jubahnya, lalu meninggalkan singgasananya dengan kemarahan yang tidak pernah semeluap itu selama dia bertakhta, Kashva merasakan angin dingin meringkusnya dengan cara yang paling meyakitkan. (h. 35)

Sepanjang membaca novel ini saya cuma berpikir satu, “Kok penulis nggak kehabisan pilihan kata sih?” Karena, nyatanya, Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan ini semacam ditulis dengan hati-hati. Setiap katanya dipilih dengan apik dan setiap kalimatnya diperhitungkan. Itu menurut saya sebagai seorang pembaca. Aslinya, saya nggak tahu bagaimana proses Tasaro GK menghasilkan seri ini. Saya jadi penasaran. Pengen tahu dan kalau bisa pengen nyontek. *tutup muka*

Kisah Hidup Rasulullah

Seperti judulnya, Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan mengisahkan ulang cerita hidup nabi. Tasaro GK mulai memunculkan Rasulullah pada halaman satu lewat cerita di Biara Busra. Suatu hari pada musim panas, Pendeta Bahira kedatangan tamu dari Arab. Anak lelaki yang bersama tamunya itu akan kita ketahui sebagai Rasulullah.

“Bawa anak ini pulang ke negeri Anda, dan hati-hatilah terhadap orang-orang Yahudi. Demi Tuhan, kalau mereka melihatnya dan tahu seperti aku mengenalinya, mereka akan berbuat jahat terhadapnya!” (h. 5)

Setelah itu, Rasulullah muncul lagi ketika bab tiga dimulai. Pada bab dua ini, kita akan  dibawa Tasaro GK pada peristiwa Perang Uhud tahun 625 masehi. Seperti yang saya bilang di awal, kisah hidup Rasulullah dikisahkan bergantian dengan perjalanan Kashva. Namun, pembaca akan langsung sadar ketika Tasaro GK mulai mengisahkan Nabi Muhammad. Bukan karena latar tempat atau waktu yang ditulis Tasro GK di tiap bab atau subbab, tetapi dari sudut pandang yang digunakan penulis. Di setiap kisah hidup Rasulullah, Tasaro GK akan membawa kita dengan sudut pandang orang kedua. Sedangkan kisah Kashva (dan hal-hal lain) diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga.

Pemilihan sudut pandang orang kedua untuk kisah Rasulullah ini terasa sangat khas. Di setiap membaca bagian hidup Nabi Muhammad, kita akan menemukan banjiran pujian yang ditulis Tasaro GK. Kita juga akan dibuat seolah menjadi ‘pemain’ dalam cerita hidup Rasulullah yang ditulis Tasaro GK ini.

Duhai Lelaki yang Lembut Hatinya, apakah yang terasa oleh hatimu ketika tahu alasan mengapa Harits bin Al-Simmah yang engkau perintahkan untuk mencari jasad Hamzah; pemanda tercinta, Singa Padang pasir, tak jua melapor? (h. 43)

Sebagai salah seorang yang cukup familier (meski saya mengaku tahu nggak sangat-sangat mendetail) kisah hidup Nabi Muhammad, bagian kisah hidup nabi terakhir ini tentu saja sudah bisa ditebak. Namun, pemilihan sudut pandang dan gaya menulis Tasaro GK ini membuat kita seperti melalui sesuatu yang baru. Bagian-bagian yang berisi kisah hidup Rasulullah ini terasa berbeda dengan kisah hidup Nabi Muhammad lain yang pernah saya baca.

Meski demikian, saya pribadi menyesali pilihan Tasaro GK yang memulai kisah hidup Rasulullah dari peristiwa Perang Uhud. Gimana ya, saya pribadi mengharapkan biografi ini dimulai sejak nabi belia. Meskipun Tasaro GK memberikan kilasan-kilasan, saya nggak merasa cukup. Selain itu, porsi perangnya sendiri banyak. Jadi, kadang rasanya capek sendiri.

Satu hal lagi, sosok Nabi Muhammad yang digambarkan Tasaro GK ini sangatlah tinggi dan jauh dan suci. Bukannya saya meragukan beliau adalah sosok yang seperti itu, dengan segala kebesaran dan mukjizatnya dari Allah, hanya saja saya jadi tidak berhasil mendapati aspek ‘manusiawi’ dari Rasulullah. Rasanya sosok Nabi Muhammad sangatlah jauh dari saya, manusia hina dina ini.

Tentang Kashva

Kashva, ilmuan dan sastrawan dari Persia yang dijuluki Sang Pemindai Surga, adalah sosok fiksi yang menemani kita membaca kisah hidup Rasulullah tulisan tangan Tasaro GK ini. Berlainan dengan kisah hidup Nabi Muhammad yang telah kita ketahui, kisah Kashva ini tentu saja tidak pernah kita dengar. Bisa saya bilang, Kashva ini juga memberi warna berbeda dari cerita hidup Rasulullah yang ditulis Tasaro GK.

Kashva ini merupakan sosok yang dicintai di Persia, hingga suatu hari di perayaan Naeruza, Kashva datang ke hadapan sang raja untuk menyampaikan kabar kedatangan Muhammad. Suatu peristiwa yang membalikkan kehidupan Kashva yang penuh cinta menjadi penuh luka.

“Seharusnya kubiarkan kepalamu menggelinding ke lantai Apadana sehingga merah darahmu mengotori lantai putihku.” (h. 34)

Perintah Khosrou, penguasa Persia tempat Kashva mengabdikan hidupnya selama ini, membawa lelaki itu pada suatu keputusan: meninggalkan Persia dan menemukan Muhammad.

Meskipun pada awalnya saya nggak bisa mengikuti keindahan tulisan Tasaro GK dan pengetahuannya soal sejarah, agama, hal-hal lain yang  asing (yang sayangnya tanpa catatan kaki; macam Himada, Astvat-ereta, Fravashes, dll yang ternyata menunjukkan kepada nabi tapi sayangnya saya nggak punya pengetahuan nama-nama ini dari mana asalnya atau pengetahuan soal budaya, agama, bahasa lain yang juga saya nggak miliki), begitu saya mulai mengabaikan segala yang nggak saya ketahui, saya mulai merasuk dalam perjalanan kehidupan Kasva. Dan saya mulai menikmatinya.

Saya nggak meragukan pengetahuan sejarah dan agama yang dimiliki Tasaro GK, cuman … sebagai seorang pembaca awam yang penuh rasa penasaran, berbagai kata asing yang ditabur Tasaro GK dalam buku setebal 640 halaman ini bikin saya penasaran. Saya mencoba mencari-cari tahu sendiri beberapa di awal, tapi lama-lama saya nggak sempat mencari tahu karena kisahnya semakin seru. Itulah mengapa saya membatin bakal lebih menyenangkan jika ada catatan-catatan kaki. Tasaro GK memang telah memberikan catatan kaki, tetapi catatan itu hanya seupil dari sebegitu banyak hal yang membuat saya penasaran.

Namun, seperti yang sudah saya bilang lebih dulu, jika kita mengabaikannya pun kita akan bisa menikmati Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan ini tanpa kurang. Poin itu hanya menjelaskan sedikit kekecewaan yang saya rasakan ketika membaca novel ini.

Terakhir

Sebelum mengakhiri, saya ingin memberi tahu bahwa review ini dibuat dalam rangka Blogtour Muhammad bekerja sama dengan Bentang Pustaka. Blogtour ini akan membahas seri novel biografi Muhammad karya Tasaro GK hingga buku ke-3, untuk menyambut terbitnya buku ke-4 seri ini. Pada sudah dengar kabar ini, kan? 😀

Di setiap minggunya, ketika blogtour tengah berlangsung, akan ada hadiah yang dibagian di akhir minggu. Yup, benar, kamu nggak salah dengar, kok. Jadi, di hari Minggu nanti saya akan mengadakan kuis berhadiah Muhammad #1. Kuis hanya berlangsung satu hari saja, yaitu Hari Minggu 17 April. Jadi, supaya kamu nggak ketinggalan info bisa follow @bentangpustaka atau pantengin terus twitter saya @bungaoktober_ (nggak harus follow, kok). Atau kamu bisa juga cek lewat tagar #BlogtourMuhammad.

Namun, sebelum kuis diselenggarakan, kamu bisa meninggalkan jejak di review ini. Pemberian komentar akan mempengaruhi hasil kuis. Kamu juga bisa berbagi informasi soal review ini untuk menambah kesempatanmu menang di kuis Hari Minggu. Intinya, keaktifanmu dalam blogtour minggu pertama ini akan memperbesar kemungkinanmu bisa membawa pulang novel ini di akhir pekan. 😉

Jadi, yuk, lah, berikan saya kesan-pesan terkait Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan versimu!

Yakin nggak bakal nyesel nggak baca novel ini? Biar saya kasih satu bagian menarik sebagai penutup.

“Menurutmu, aku sedang melarikan diri dari apa, El?”
“Kau berusaha kabur dari kesadaramu sendiri, kurasa.”
“Kesadaranku?”
“Dalam sadarmu, kau tahu engkaulah yang membunuh Yim dengan tangan Khosrou, menghancurkan Gathas dengan atas nama Khosrou, melumat perbatasan dengan kekusaaan Khosrou.”
“Kau gila! Apa keuntunganku?”
“Tidak ada. Memang kau tidak untung apa-apa. Kau hanya ingin kabur dari kesadaranmu sendiri.”(h. 497-498)

Selamat membaca!

Advertisements

29 thoughts on “[Blogtour] Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK

    1. Ini kover baru buku pertamanya, Say. Jadi dia cetul dan kovernya diganti.
      Kamu udah baca sampai buku ke-2 apa baru baca buku ke-2 aja nih maksudnya?

      1. Hooh… makin keren aja nih. Sayangnya, belum bacaaa. Yup, baru baca buku #2 thok hehe. Jadi pingin cepet-cepet lulus #mupeng

  1. kerreenn… kashva itu kaya sophie di novel dunia sophie yang jadi perantara buat memahami filsafat. nah ini buat memahami sejarah nabi muhammad sama ajarannya. dalam bentuk novel pula. kalo selama ini tau kisah nabi dari buku-buku agama yang cenderung baku, nah ini dalam bentuk novelnya.
    ga kebayang Tasaro GK bikin riset buat novel ini kaya gimana. salut lah.. 😀

    1. Wah perbandingan yang nggak saya pikirkan!

      Iya, sebagai pembaca emang cuma bisa terkagum-kagum tiada henti sama karya Tasaro GK ini. Keren banget!

  2. Kashva dan penggambaran kisahnya hmm nggak bisa bayangin juga gimana Tasaro GK memilah milih kata untuk novel setebal ini 🙂

  3. Saya pernah baca buku pertama ini bertahun-tahun yang lalu, dan kesannya masih terasa sampai sekarang 🙂

    Tangan Tasaro ini memang ajaib sih, dia berhasil memadupadankan kisah fiksi dan non-fiksi dengan sangat memikat!

  4. Saya membayangkan novel ini seperti cerita di film box office atau avatar namun secara islami. Pasti keren sekali.

  5. Dari dulu, saya memang lebih suka baca sejarah dalam bentuk cerita daripada narasi yang membosankan, cukup membuat lelah mata. Dan, buku ini sudah lama jadi cem-cemanku, aaark. semoga bulan ini bisa dapat buku ini, entah beli atau cari sponsor lewat blogtour ini😷.

    Bang Tasaro emang lihai dalam memilah dan memilih kata yang pas. Dari iming-iming cerita teman yang masih berjanji buat minjemin buku ini saya juga setuju kalau Bang Tasaro mengisahkan Rasulullah di buku ini dengan tjakep, meski banyak nama – nama asing yang bertebaran juga. Tapi itu yang menambah ke-wow-an, Bang Tasaro risetnya kek gimana bisa sampai sedalam itu. 😂😂

  6. Rasanya nggak pantes deh seorang manusia, terlebih Muslim, tidak pernah berusaha merunut sejarah hidup Rasulullah. Kebangetan banget. Apalagi saya, yg ngakunya cinta, ngakunya rindu, tapi buat cari buku biografi beliau yg worth it buat ukuran enak dibaca diri sendiri setelah menuntaskan Sirah Nabawiyah dan buku itu ga beli dulunya aja ga sempat-sempat. Dikasih. Kebangetan!
    Sampai akhirnya mulai penasaran sama seri buku tulisan om Tasaro GK yg katanya best seller. Itupun baru ngeh ketika ada woro-woro buku serinya yg terakhir mau rilis, telat banget. Dan melihat beberapa teman yg sudah memiliki buku tsb, saya menjadi yakin bahwa buku ini memang layak saya baca sebagai ‘obat rindu’ pada nabi akhir zaman yg dicintai seluruh makhluk di alam semesta; Rasulullah SAW.

    Selang sehari, saya memutuskan pergi ke toko buku guna mengecek keberadaan buku ini dan melihat harganya. Harganya bervariasi, tidak sama tiap bukunya. Tapi ada yg menjual keempatnya dengan harga seratus tiga puluh ribu. Pada saat itu juga terbersit keinginan untuk mengadopsi buku-buku itu secara book set. Namun setelah merogoh kocek saya mengurungkan niat karena merasa belum mempunyai cukup uang untuk membeli keempat buku itu. Dan saya memang tipe pembeli buku yg rela menunggu lama demi mendapat kepuasan dengan memborong langsung semua buku serinya. Dan tidak keberatan juga jika menerima satu satu eksemplar dari seri buku itu untuk saya berikan seorang kawan ‘pecinta berat’ nabi Muhammad yg sedang tidak mempunyai kelonggaran waktu untuk sekadar mampir ke toko buku atau berbelanja online karena kesibukan kerja. Saya? Ah gampang, marilah menabung dulu.
    Tidak puas dengan keterangan teman yg sudah memiliki buku biografi Muhammad, saya melipir ke Goodreads. Melongok ulasan-ulasan pemilik buku lain melalui cara pandang yg lain juga. Dan ini yg berhasil saya ‘tangkap’:

    1. Betapa berlikunya perjuangan Kasvha menunaikan hutang rindu yg sudah lama dipendamnya terhadap Muhammad SAW dalam perjalanannya menyusuri Jazirah Arab hingga Tibet.
    2. Diulasnya salah satu kisah inspiratif tentang Rasulullah yg paling saya sukai yaitu tentang pengemis tua di pasar yg buta, di dalam seri pertama buku biografi Muhammad.
    3. Adanya ajaran-ajaran Kristus yg terselip namun tidak sedikitpun mengurangi emosi pembaca yg teraduk oleh sebab kerinduannya kepada Rasulullah yg kian membuncah.

    Dan izinkan juga saya ikut mencatut salah satu ajaran Kristus dalam Khotbah di Bukit,
    “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yg kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yg kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7:1-2) membuat buku ini semakin layak dibaca seluruh makhluk beragama tanpa perlu merasa tersisih dengan label buku islami yg jelas ditorehkan pada buku biografi ini.

  7. Wow! Itu adalah kata yang sempat terucap saat pertama aku tau kalau buku ini akan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Sejak promonya berseliweran di akun twitter @BentangPustaka aku selalu ngikutin perkembangannya. Merasa begitu tertarik dan penasaran dengan bagaimana penulis akan menggambarkan sosok seorang Muhammad dalam buku ini. Dan jujur saja, membaca review dari Mba Wardah ini membuatku memiliki gambaran yang cukup banyak untuk membuatku makin menginginkan buku ini.

    Meskipun aku memang bukan seorang muslimah, namun aku tidak pernah merasa antipati sama Muhammad. Aku justru penasaran dengan kisah hidupnya dan sempat juga beberapa kali googling. Memang ada begitu banyak versi kehidupan Muhammad yang diceritakan banyak sumber, namun buku ini sepertinya akan menjawab begitu banyak pertanyaan di kepalaku seputar kisah hidupnya.

    Dan komentar Hanny Wulandari Yasin semakin mengukuhkan keinginanku untuk membaca buku ini. Ya, sudah pasti buku ini sangat menarik dan layak dibaca seluruh makhluk beragama karena mereka tidak perlu merasa tersisih dengan label buku islami yg jelas ditorehkan pada buku biografi ini.

  8. Judulnya kece gila memvisualisasikan tokoh agunganku dgn bgtu agung. Bikin ngiler pgn bca sejarah nabi muhammad yg mana yg dceritakan d buku ini krna kebetulan saya penggemr siroh nabi 😊o

  9. Keren! Jujur, sebelumnya saya jarang baca-baca novel bernafaskan islami, karena saya sudah terlanjur nonton filmnya duluan, misalnya seperti Ayat-Ayat Cinta, dsb. hehehe …
    Tapi, kalau untuk novel yang satu ini, terutama setelah membaca review-nya ini, saya jadi ingin baca. Terutama dikisahkan dengan adanya Kashva, pasti kisah hidup Nabi Muhammad dalam buku ini bisa sangat mengesankan pembaca.
    Harus punya!

  10. Sebenernya saya juga baru kenal sama nama Tasaro GK sih hehe soalnya jarang baca bacaan islami gitu walau ada beberapa buku di rumah tentang sejarah Nabi SAW yang fokusnya hanya pada kehidupan Nabi SAW sebagai tokoh utama dalam kehidupan buku tersebut. Nuansa dan nama-nama baru yang mbak sebutkan di review itu benar-benar sesuatu yang baru di telinga awam saya ehehe..
    Saya jadi tertarik untuk ikut mengetahui kisah-kisah yang terjadi di buku tersebut >_<
    walau bukunya tebel banget, saya yakin buku itu seru banget karena mengisahkan Nabi SAW akan selalu memukau pembacanya apalagi penulisnya punya diksi yg indah 😀

  11. Wah buku yang inspiratif. Jujur aku belum pernah membaca buku karya tasaro GK. Entah kemana saja aku ini. Selama ini aku lebih banyak mencekcoci pikiranku dengan bacaan biografi untuk para sahabat dan pahlawan di Indonesia. Dan ketika membaca review ini jadi ingin segera membaca buku ini. Mungkin sudah banyak kisah Nabi yang dipaparkan dalam Al-Quran tapi tetap saja tidak mengurangi rasa penasaran ingin membaca buku ini.

  12. Buku tentang agama buat saya pribadi pandangannya seperti agak berat. Namun, siapa sih yang nggak kepingin lebih tau soal Rasalullah? Kalau ada kesempatan buat baca, tentu semua orang minat untuk baca. Banyak ilmunya dan banyak manfaatnya pasti.

  13. keder, padahal baru review gimana bukunya. Sanggup gak ya bacanya tanpa nangis, aku bakal nangis tiap baca kisah” nabi meski sedikit. :3

  14. Setiap membahas mengenai sosok Rasulullah, saya hanya bisa terdiam, diam membisu dan langsung melihat diri saya yang masih belum bisa, bahkan tidak bisa sepertinya. Saya sering membahas hal ini bersama teman-teman saya dan salah satu guru saya di SMA. Awalnya saya tidak begitu banyak mengenai Rasulullah, saya hanya mengetahui beberapa kisahnya yang saya baca di buku-buku para nabi. Saya tidak pernah memahami dan merasakan perjuangan yang di lakukan oleh kekasih Allah SWT. Namun, semenjak saya masuk ke sekolah menengah pertama, saya sering mendapatkan tugas penceritaan. Saya pernah mendapat tugas penceritaan kisah Rasulullah saat beliau di lahirkan hingga berumur 9 tahun dan pada saat perang uhud. Guru saya mengatakan, jika saya berhasil menceritakan detail dari setiap cerita yang nanti saya bacakan, guru saya akan memberi saya nilai yang besar. Atas suruhan guru saya, saya mulai mempelajari kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. Banyak hal yang tak ku ketahui mengenainya dan ketika sudah tiba waktu penceritaan, aku terdiam dan menangis. Aku tak sanggup menceritakan kehidupan Rasulullah dan akhirnya guru saya menyuruh saya menenangkan diri terlebih dahulu. Semenjak saat itu, saya suka berpikir, apakah saya akan bertemu dengannya? Apakah saya akan bertemu dengannya di surga-Nya? Apakah saya sudah menjadi umatnya yang taat? Apakah bibir ini sering melafalkan shalawat untuknya? Apakah saya mencintainya secara tulus? Apakah saya lebih mengagungkannya daripada idola-idola saya di dunia?

    Saya terlalu takut membayangkan Rasulullah, saya merasa bahwa saya belum pantas menjadi umatnya. Hatiku selalu tercubit jika mengingat Rasullulah, saya menjadi takut jika saya termasuk orang-orang yang berdosa. Saya ingin menjadi seperti dirinya, menjadi kekasih Allah SWT.

    Sekarang, saya mencoba menjadi seseorang yang lebih baik. Tidak hanya memujinya namun mengerjakan segala yang di perintahkan-Nya seperti dirinya. Rasulullah merupakan suri tauladan yang baik untuk semua manusia di muka bumi ini, Rasulullah juga merupakan pemimpin terbaik dari yang terbaik di muka bumi ini hingga di akhirat.

    Pertama kali mengetahui buku ini, jujur saya ingin membelinya. Saya berpikir, mengapa saya harus membeli novel fiksi yang menceritakan hal-hal yang tak berguna namun tak membeli buku ini? Tapi ketika melihat dompet, saya sadar belum bisa membeli buku ini. Semoga buku ini bisa berjodoh denganku:)

  15. Rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata betapa indahnya makhluk ciptaan Allah. Yang mempunya tangan indah untuk mengisahkan setiap langkah perjalanan Rasullullah. Pemilihan kata yang indah membuat saya tertarik untuk memiliki buku tersebut, namun karena biaya yang kurang memadai bagi pelajar seperti saya ini tentu membuat saya kelimpungan. Namun, dengan membaca review ini cukup untuk mengobati point-point dalam buku tersebut.

    Semoga Allah melindungiku dan semua umat muslim didunia *Aminn*

  16. Ini buku filsafat yang dikemas cukup menarik .sejak awal kemunculannya aku nabung mengingat harganya yang rada mahal dikit .Tapi yah gitu sering kepincut buku lain jadinya belum jadi terus belinya .

    Awalnya aku berfikir ini tabel banget .Tapi mengingat ini kisah tentang rosulullah kayaknya kurang deh kalau nggak baca ini ,apalagi aku muslim. Itu judulnya juga menarik banget,jadi dulu pertama kali kepincut buku ini ya gara gara judulnya1.

  17. Sejarah Nabi memang menarik dan wajib untuk diketahui, apalagi disajikan dalam bentuk novel membuatnya semakin menarik untuk disimak. Akan ada banyak pelajaran dan pengetahuan juga hikmah dari membaca kisah Nabi ini.
    Semoga beruntung bisa memilikinya.

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s