Elex Media Komputindo · Resensi · Romance

Stay with Me Tonight – Sofi Meloni

Judul: Stay with Me Tonight
Penulis:
Sofi Melon
Penyunting:
Afrianty P. Pardede
Penerbit:
Elex Media Komputindo
Format:
 ebook via iJak

Ayu. Di siang hari, dia adalah mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhirnya atau pegawai bakery. Di malam hari, dia berakhir menghangatkan kasur seorang lelaki yang tidak diketahui namanya sejak dijual ayah tirinya di bar.

Benny. Di siang hari, dia hidup sebagai seorang pekerja kantoran dengan uang berlimpah yang katanya bisa membeli segalanya. Di malam hari, dia memeluk gadis yang mirip dengan bayangan masa lalunya dengan intim.

Keduanya tidak mengetahui nama satu sama lain meski mereka telah berhubungan seks setiap malam. Benny butuh kehangatan, Ayu butuh uang. Hubungan mereka murni demi keuntungan masing-masing. Namun, apa yang terjadi ketika perlahan ada perasaan lain yang timbul di hati mereka? Apa yang terjadi ketika masa lalu mereka dalam hubungan mereka?

“Mungkin kita berdua sama-sama orang yang punya rahasia yang sulit dimengerti orang lain. Dan hal itu yang membuat hubungan di antara kita terasa.…”
“Normal maksudmu?” (h. 86)

Review ini mengandung SPOILER. Harap bagi yang merasa terganggu, tidak melanjutkan membaca.

Tentang Ayu

Dalam Stay with Me Tonight ini, Ayu adalah seorang pelacur. Fakta ini membuat saya tertarik membaca Stay with Me Tonight. Saya penasaran bagaimana seorang pelacur dituliskan dalam novel romance yang tentunya akan penuh dengan bumbu-bumbu cinta.

Namun, ternyata dia bukan pelacur biasa, dia pelacur ekslusif. Setiap malam dia hanya melayani seorang laki-laki di kamar apartemen no 1109. Makin ke belakang saya makin tahu bahwa Benny adalah satu-satunya orang yang pernah dilayani Ayu.  Padahal di bab paling awal, yang dibuka dengan adegan after sex itu semacam menunjukkan Ayu profesional. Namun, ternyata tidak.

Oke, jadi ternyata Ayu nggak seperti yang saya bayangkan ketika membaca sinopsis di novel ini. Ayu adalah gadis baik-baik. Pada awalnya. Sampai ibunya menikah dengan preman brewok yang kerjanya mabuk-mabukan dan minta duit saja. Karena ayah tirinya inilah Ayu berakhir di bar, dibeli Benny, dan menjadi pasangan seks Benny setiap malam.

Jadi, bisa saya simpulkan pengalaman pertama Ayu ini dengan Benny. Namun, anehnya, sampai akhir pun saya nggak mendapati adanya “rasa bersalah” atau “rasa berdosa” dalam diri Ayu. Padahal terlihat jelas dia gadis baik-baik, meski memang gengisnya selangit. Gimana, ya, fakta ini rada nggak sinkron dengan “Ayu yang gadis baik-baik sebelum dijual di bar”. Hidup yang kemudian selama beberapa waktu di jalaninya bersama Benny, tinggal bersama tanpa ikatan resmi dan keduanya merasa nggak ada yang salah itu juga nggak kayak “Ayu yang dibesarkan ibu yang baik”.

Belum lagi ketika Ayu diserang Rio itu, Ayu ketakutan lho! Ketakutan! Rio jelas datang mau memperkosa Ayu, perempuan mana pun pastilah ketakutan. Namun, pas Ayu pertama kali melakukan sama Benny memangnya Ayu nggak ketakutan juga?

Ayu sendiri bilang Benny itu muncul kayak pangeran, menyelamatkannya dari sang ayah tiri, eh tapi akhirnya Benny membawanya ke atas kasur! Persetan Benny cakepnya luar biasa, kaya raya tiada tandingan, badannya sexy, tapi kalau saya yang ada di posisi Ayu ya tetap saja bakal ketakutan. Namun, saya nggak menemukan apa pun cerita soal itu. Nggak digambarkan bagaimana perasaan Ayu ketika tahu pangerannya cuma mau tubuhnya dan bagaimana dia menelan segala perasaannya demi beberapa lembar rupiah.

Bisa dilihat uang adalah hal yang mendasari segala yang dilakukan Ayu. Keluarganya berantakan sejak sang ibu menikah. Dan Ayu bukanlah gadis manja. Dia gadis kuat dan tegar yang percaya bisa menyelesaikan urusannya seorang diri.

“Kamu terlalu gengsi untuk mengakui keadaan kamu sekarang, Yu. Kamu sama seperti dulu. Kamu teralu sombong.”

Tentang Benny

Nah, kalau Benny lain lagi. Dia awal, ketika cerita diceritakan dalam sisi Ayu, Benny ini tampak banget laki-laki cool, misterius, sedikit playful, tapi menjaga jarak.

“Menjadi misterius itu memang jauh menguntungkan.” (h. 62)

Sayangnya, Benny ini langsung berubah 180 derajat begitu ditinggalkan Ayu! Jadi ceritanya nanti Ayu pergi dari hidup Benny ketika cinta mulai hadir di hubungan mereka. Ayu menanyakan komitmen Benny sedangkan Benny masih enggan menjalin komitmen setelah ditinggalkan Yuana, mantan kekasihnya yang seharusnya menjadi istrinya.

Ternyata, efek Ayu menghilang dari hidup Benny ini luar biasa sekali. Benny langsung berubah, men! Dia nggak lagi macam cowok cool gitu. Dia justru mengenaskan. Apalagi cerita ditulis dari sudut Benny, yang kebangetan melankolisnya buat ukuran cowok—terlepas dari fakta bahwa dia saat itu memang patah hati.

Lalu, Benny makin mengenaskan ketika dia bertemu Ayu setelah lima tahun berlalu. Benny berubah menyeramkan, mengemis-ngemis permintaan maaf Ayu sampai jadi stalker! Saya nggak tahu apakah cinta memang bisa membuat seseorang berubah sebegitunya. Namun, dengan ini berarti Benny sudah dua kali berubah. Pertama ketika ditinggal Yuana dia menjadi lelaki yang senang ke bar. Kedua, ketika ditinggal Ayu, dia menjadi lelaki mengenaskan dan jadi seorang stalker.

“Apa sangat menyakitkan bagimu saat melihatku baik-baik saja sekarang?” (h. 235)

Yang jelas saya jadi rada gimana gitu pas baca bagian dua. Habis semua ditulis dari sudut Benny yang kelewat melankolis dan semacam remaja galau berhari-hari nggak bisa move on.

Tentang Ceritanya

Meski kedua karakternya begitu, banyak hal yang diangkat dengan baik dalam Stay with Me Tonight. Ada isu kekerasan dalam rumah tangga, perkosaan, hingga keguguran. Lagi pula, Ayu ini tergolong karakter perempuan yang rasional dan nggak biasa dalam novel romance. Dia memutuskan meninggalkan Benny pun dengan alasan rasional, meski tentunya dia pun tak ingin hatinya sakit.

Kemudian, cerita pun ditulis dengan baik. Saya suka ketika cerita dituliskan dari sudut Ayu. Bukan cuma karena sudut Benny terlalu melankolis, tapi Benny ini suka menuliskan “dia” dan “dia” dan “dia” tanpa memberi tahu pembaca dari awal siapa si “dia” ini. Jadi, saya sering mikir keras nebak-nebak siapa si “dia” yang dimaksud Benny.

Terakhir, untuk menutup cerita, saya berikan satu kutipan yang saya suka, seperti biasa.

“Kamu bahkan sudah menghakimi aku sebelum tahu semuanya.” (h. 119)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Stay with Me Tonight – Sofi Meloni

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s