de TEENS · Friendship · Resensi · Young Adult

Koplax Rangers – Amad Kocil

Koplax Rangers - Amad KocilJudul: Koplax Rangers
Penulis: Amad Kocil
Penyunting: Vita Brevis
Penerbit: de TEENs
Tebal: 304 halaman


Bisa didapatkan di Bukupedia


Koplax Rangers bercerita tentang persahabatan lima orang, Viona, Andra, Gilang, Rehan, dan Dita. Kelima manusia ini dipertemukan dalam kegiatan ospek kampus dan bersahabat hingga menjelang tahun terakhir mereka kuliah. Kelima orang ini berbeda-beda namun sangatlah kompak.

Persahabatan mereka mulai diuji ketika Evan, mantan Viona mendekati gadis itu lagi. Andra yang merasa kecewa dengan sikap Viona mulai menjauhi para ranger. Di saat bersamaan, hubungan orang tua Dita semakin kacau. Gilang mulai merasa kehilangan teman-temannya saat ini hingga kembali ke masa lalunya. Dan sebelum segala kekacauan itu terjadi, Rehan harus menghadapi mimpi berkuliahnya yang mulai hancur.

Bagaimana kelima orang ini bisa bertahan pada akhirnya?

Ala Sinetron

Harus saya akui, begitu mulai membaca Koplax Rangers ini saya merasa sangatlah dekat dengan slenario-skenario sinetron. Terlalu banyak drama yang dialami tokoh-tokoh kita. Seakan penulis kita tidak melewatkan sedikitpun keboborkan manusia yang diangkat dalam sinetron ke dalam tokoh-tokohnya.

Ada Dita, yang kedua orang tuanya hobi berkelahi. Ada Andra, yang mantan berandalan—dan sampai saat ini masih suka nongkrong dengan para berandalan. Ada Gilang, mantan pengguna narkoba. Ada Viona, gadis baik hati selembut malaikat yang mudah percaya dan punya mantan pacar brengsek. Ada Rehan, yang seorang pemuda desa datang ke kota.

Konflik-konflik yang dihadirkan pun terasa sekali sinetronnya. Mulai dari perselisihan Rehan dengan teman-teman sekelasnya karena Campus Idol (berhubung Rehan tidak ikut mendukung teman sekelas mereka). Ada si Evan yang kembali muncul dalam hidup Viona. Ada pertengkaran orang tua Dita yang makin meraja lela. Ada masalah keluarga Rehan yang perlahan menghancurkan mimpi pemuda itu. Dan ada banyak hal lagi.

Tentang Persahabatan

Meski demikian, saya tetap bisa menikmati kisah persahabatan yang disajikan Amad Kocil dalam novel ini. Ketika mereka satu per satu mulai tumbang dan menghilang, saya ikut merasakan gregetannya Rehan.

Bisa dibilang Amad Kocil berhasil mempengaruhi saya buat simpati pada persahabatan kelima manusia ini. Saya sampai ikut baper ketika Gilang itu. Saya nggak nyangka banget penulis bakal … sekejam itu sama Gilang! *peluk Gilang*

Ada banyak hal soal persahabatan yang bisa diambil dalam Koplax Rangers. Misalnya dari masa lalu Rehan ini, yang berusaha tampil gaul buat dapat teman.

“Lo ngabisin banyak duit cuma buat nyari temen? Otak lo dangkal!” (h. 129)

Atau juga soal sahabat dan waktu….

“Kamu akan sangat menyesal kalau suatu hari nanti mereka menjadi terbiasa tanpa kehadiranmu.” (h. 274)

Beberpa Hal yang Mengganjal

Nah, walau persahabatan para ranger ini berhasil bikin saya gregetan dan mewek, ada hal-hal mengganjal yang nggak bisa saya abaikan begitu saja.

Yang pertama itu fakta bahwa … ayah Viona tidak muncul sama sekali ketika anak gadisnya mulai berteman lagi sama si mantan! Dih padahal si ayah ini getol banget muncul di awal dan ngasih petuah panjang lebar penuh kasih sayang itu. Lha, ini pas Viona melakukan hal ini itu setelah hubungannya dengan Evan baik lagi, kok si ayah ngilang ya? Tugas luar kota?

Terus ada fakta soal ayahnya Dita yang … duh apa ya. Si bapak itu nggak pulang ke rumah kah ketika Dita nyamperin ke kafe itu? Lha padahal di awalnya muncul tiap waktu ketika Dita mau keluar dari rumah. Terus pas adegan di dapur itu…. duh!

Kemudian, ada bagian ketika Rehan bilang dia nggak suka baca buku (h. 85) padahal jelas-jelas dari awal dibilang dia mau jadi penulis. Piye tho, Mas? Masa jadi penulis nggak suka baca buku?

Eng, apa lagi ya? Yang paling mengganjal sih itu aja kali. Sama paling penggunaan “di belahan bumi lain” di awal-awal itu bikin saya mikir karakternya emang berada di negara yang beda. Eh, ternyata masih sama-sama tinggal di ibukota. 😐

Sama paling fakta soal ayah Rehan yang lebih memilih membayar karyawannya ketimbang buat Rehan. Hm. Saya bingung kenapa si ayah ini nggak bikin utang gitu? Bukan anaknya dikuliahkan supaya punya kehidupan yang lebih baik? (Ini sih mayoritas alasan orang tua menyekolahkan anaknya hingga tinggi.)

Terakhir

Nah, memasuki bagian terakhir.

Koplax Rangers ini saya rekomendasikan bagi mereka yang pengen baca cerita ringan dan asik dengan cerita persahabatan yang bakal bikin gregetan serta mewek. Bagian Gilang itu beneran bakal bikin sedih! Buku ini cocok banget buat bacaan hiburan, sambil dapat banyak petuah kehidupan dan persahabatan.

Karakter favorit saya sih Rehan. Dia ajaib! Sayang keajaibannya nggak sering nongol di akhir-akhir.

“Duhai Kawan, bukankah setiap insan di muka bumi ini pernah berlaku khilaf? Lupakanlah cerita pahit di masa lallu, bersiaplah merajut cerita baru di hari esok yang lebih baik.” (h. 50)

Untuk menutup, biar saya berikan kutipan favorit.

 “Tapi gue baru tahu kalo malaikat juga pinter bohong.” (h. 159-160)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Koplax Rangers – Amad Kocil

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s