Cafe Lovers – Rosyidina Afifah

Cafe Lovers - Rosyidina AfifahJudul: Cafe Lovers
Penulis: Rosyidina Afifah
Penyunting: Miz
Penerbit: de TEENs
Tebal: 268 halaman


Cafe Lovers bisa kamu dapatkan di Bukupedia


Ersen yang baru saja pindah ke Istanbul mengalami kejadian tidak mengenakan. Kantong belanjanya tertukar! Kantong belanja yang berisi bahan-bahan masakan berganti dengan kuas, cat air, dan aneka perlengkapan melukis. Adalah Adile Nadi, gadis yang salah mengambil kantong belanja Ersen dengan miliknya. Meski ada barang yang hilang dari kantong Ersen, pada akhirnya kantong belanja itu kembali kepada Ersen.

Berawal dari kantong belanja yang tertukar itu, takdir mulai terjalin di antara Ersen dan Adile. Meski saat itu kedua orang itu tidak tahu.

Kafe dan Kisah Cinta

Cafe Lovers, seperti judulnya, dipenuhi dengan adegan-adegan dalam kafe. Sebab Ersen pada akhirnya bekerja di Kafe Velvet. Di kafe itulah, Ersen kembali bertemu dengan Adile dan mereka mulai berinteraksi lebih dekat. Adile sering datang ke kafe itu untuk menemui Ersen.

Kedekatan Ersen dan Adile membuat Sahan, teman sekerja Ersen bertanya. Sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab Ersen dengan yakin.

“Lalu, apa kau menyukainya?”
“Menyukainya? K-kau bercanda?” (h. 68)

Meski hubungan Ersen dan Adile dekat, serta keduanya merasa nyaman, tidak ada status di antara mereka, Ersen masih belum yakin dengan perasaannya dan Adile sendiri tidak berkata apa-apa. Bisa dibilang mereka sering jalan bareng, kencan, mengobrol, mirip pasangan tapi bukan sepasang kekasih.

Ersen baru yakin pada perasaannya ketika Adile ulang tahun. Meski demikian, Ersen belum mengungkapkan perasaannya karena Adile ingin menyiapkan kejutan bagi ulang tahun Ersen yang tiba beberapa saat setelah ulang tahun Adile. Sayangnya, begitu hari ulang tahun Ersen tiba, segalanya sudah terlambat.

“Sesuatu akan terasa amat berharga ketika kita kehilangannya.” (h. 233)

Jujur, alur cerita Cafe Lovers ini cepat. Cepat banget. Saya sempat berpikir bahwa penulis akan menyisipkan misteri gitu, habis Adile ini misterius. Namun, sampai akhir pun tidak ada. Adile memang misterius, tapi yasudah hanya begitu saja.

Karakter Ersen juga tidak banyak dieksplorasi, apalagi karakter-karakter pendukung yang selewat lalu. Eksplorasi karakternya nanggung dan plotnya cepat (juga penuh drama: ada hilang ingatan, kecelakaan, dan hilang ingatan lagi).

Rasanya sayang sekali begitu saya mengikuti perkembangan ceritanya. Padahal pembukaan kantong belanja tertukar itu unik, tapi lama-lama yah hanya begitu saja.

Deskripsi Mendetail

Dengan desain kover yang unyuuuu banget (lihat coba itu gambar bangunannya serius unyu keterlaluan), serta blurb yang cukup menarik (kapan lagi ada kisah cinta yang dimulai dengan kantong belanja tertukar?), Cafe Lovers bakal membuat pembaca penasaran.

Sayangnya, halaman-halaman awalnya itu serius bikin bosan! Deskripsinya panjang dan lebih mirip informasi ketimbang alur cerita. Saya tahu penulis berusaha menggambarkan latar dengan jelas maka penulis menuliskan dengan detail, sayangnya penggambarannya membosankan. Coba deh baca nih:

Saat melangkahkan kaki melewati pintu masuk, akan disuguhi pemandangan refleksi dari cermin besar yang berada di belakang meja resepsionis, memberi kesan luas untuk ruang yang terbatas. Cat tembok yang senada dengan warna eksterior gedung, dipercantik dengan adanya lampu gantung bak ballroom hotel mewah…. (h. 7-8)

Penulisan di atas mungkin biasa saja jika hanya ada satu-dua paragraf. Sayangnya, paragraf yang berisi latar yang dilihat Ersen ini terlalu banyak. Mulai dari bangunan luar sampai ke ruangan apartemennya berusaha digambarkan penulis dengan mendetail dalam waktu bersamaan. Selanjutnya pun penulis masih sering memberikan deskripsi latar yang serupa, yang jujur saja membosankan bagi saya.

Terakhir

Yah, secara keseluruhan, novel ini bisa dibilang cukup menarik. Meski ekskusinya kurang di berbagai hal (serta penuh istilah yang mengingatkan saya pada fanfiksi: manik hazel, misalnya).

Cafe Lovers rasa-rasanya bakal cocok bagi mereka yang menggemari cerita cinta dengan latar dipenuhi makanan (berhubung setting-nya kafe).

Selamat membaca!

Advertisements

2 thoughts on “Cafe Lovers – Rosyidina Afifah

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s