Teman Imajinasi – Andam P. Saptiar

Teman Imajinasi - Andam P. SaptiarJudul: Teman Imajinasi
Penulis: Andam P. Saptiar
Penyunting: Zydnee Qairin Khadafi
Penerbit: de TEENS
Tebal: 196 halaman


Bisa kamu dapatkan di Bukupedia


Ketika Hana stres, Hana mendengar suara-suara dalam kepalanya. Suara-suara itu menghibur dan memotivasinya. Suara-suara itu membuat Hana takut sekaligus khawatir. Apakah sebenarnya dia punya penyakit jiwa?

Hana yang bingung mencoba berbagai cara untuk menghilangkan suara dalam kepalanya. Mulai dari ruqyah hingga konsultasi ke psikiater. Namun, suara itu masih ada dalam kepala Hana.

Bukannya aku tidak mau pergi darimu, hanya saja kamu masih belum mau melepaskanku. Aku mengikuti jalan pikiranmu. (h. 71)

Bagaimana nasib Hana dan teman imajinasinya?

Karakter-Karakter Dua Dimensi

Pada bagian blurb, kita akan menemukan bahwa Hana ini sedang ditimpa masalah, lalu mulai mendengarkan suara-suara. Saya sudah membayangkan masalah yang besar, rumit, dan kompleks ketika membaca bagian itu. Namun, begitu saya membaca, saya sama sekali tidak merasakan Hana sedang stres.

Karakter dalam novel ini terasa sekali dua dimensi, terlebih si Hana. Ditambah gaya penulisan yang tell, dan bukan show membuat ceritanya terasa datar. Hana begini, Hana begitu.

Saya tidak berhasil merasakan berada di posisi Hana, seorang gadis dari keluarga mapan yang bisa dibilang bahagia tetapi sedang tertekan. Penulis memang menceritakan Hana tertekan karena orang tua dan kampusnya, tetapi ya sudah hanya begitu saja. Bahkan tidak ada solusi untuk segala masalah Hana itu.

Karekter-karakter yang ada, semuanya hanya seperti numpang lewat. Orang tua Hana, adik kembar Hana, sahabat-sahabat Hana, dosen Hana, hingga teman-teman baru di pondok. Mereka hanya muncul sekali, semacam menambah masalah dalam hidup Hana, tetapi tidak ada penyelesaian yang diberikan. Penulis tidak menggambarkan kondisi Hana yang stres, maupun bagaimana Hana berjuang menghadapi masalah-masalahnya.

Novel Teman Imajinasi ini jadi terasa sekali mentah. Ceritanya belum matang, padahal punya konsep yang cukup menarik. Terlihat dari bagian akhir, penulis punya potensi membuat twist, sayangnya potensi tersebut tidak dikerahkan dengan optimal dalam penulisan teman Imajinasi ini sehingga novel ini terasa mengecewakan.

Novel Religi

Teman Imajinasi ini punya kover yang cakep. Saya salut banget pada grup DIVA Press yang sekarang menciptakan semakin banyak kover-kover buku ciamik. Kover Teman Imajinasi ini eye catching kalau dipajang. Cakep!

Kalau dari genre sendiri, novel ini bakal masuk novel religi. Dengan latar keluarga Hana yang islami, ditambah berbagai aktivitas islami yang Hana lakukan sepanjang cerita, novel ini layak disebut novel religi.

Sayangnya, masalah ‘teman imajinasi’ yang Hana miliki ini terasa sedikit aneh dengan latar islam tersebut. Apakah ‘teman imajinasi’ itu jin? Atau memang hanya pikiran Hana? Ataukah … apa? Sampai akhir pun tidak diberikan penjelasan. Jadi, rasanya sedikit aneh gitu menyebut novel dengan unsur fantasi (atau sebenarnya ini masalah psikologis?) ‘teman imajinasi’ begini sebagai novel religi. Meskipun, pada bagian akhir itu terasa unsur religinya (walau, lagi-lagi, segalanya berjalan terlalu cepat dan datar).

Terakhir

Jangan berharap terlalu banyak pada novel ini. Teman Imajinasi memang punya premis yang menarik, sayangnya eksekusi penulisan ceritanya terlalu datar. Lebih baik novel ini dibaca sebagai salah satu hiburan santai di akhir pekan.

Sebelum mengakhiri, biar saya memberikan kutipan favorit.

Tak ada alasan bagi orang yang selalu berharap agar waktu berjalan cepat, kecuali orang yang sedang menunggu. (h. 84)

Selamat membaca! Selamat berakhir pekan!

Advertisements

One thought on “Teman Imajinasi – Andam P. Saptiar

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s