Pengumuman Giveaway San Francisco

SAN FRANCISCOGIVEAWAY

Siapa yang menanti pengumuman pemenang giveaway San Francisco di Melukis Bianglala? 😀

Alhamdulillah, senang banget pas dapat kesempatan buat review buku ini dari Penerbit. Senang banget dipercaya jadi host giveaway salah satu buku seri A Love Story: City dari Grasindo. Lebih senang lagi, begitu baca, saya ternyata cocok banget sama bukunya. Kayak nemu jodoh.  *padahal belum pernah ketemu jodoh haha*

Nah, totalnya ada 29 peserta. Entah kenapa cukup sedikit, padahal syaratnya gampang. Apa pertanyaan saya terlalu sulit ya? :/

Untuk menentukan pemenang, saya mencoba memosisikan diri sebagai seorang yang bunuh diri. Dan saya jelas punya alasan sendiri kenapa saya berpikir bunuh diri adalah solusi di kehidupan saya. Jadi, dengan kondisi begini, saya mencoba membaca ke-29 jawaban yang masuk dan yang saya pilih adalah–JENGJENGJENG!

Ayu Puspita Sari (@yuusasih) dan Humaira (@RaaChoco)

Seseorang yang berpikir bahwa bunuh diri adalah solusi, bagi saya pribadi, merupakan seseorang yang sedang sangat-sangat sensitif. Banyak hal logis dan emosional, yang saya yakin banget, nggak bakal bisa diterima olehnya. Dan di antara sekian banyak jawaban, saya bisa menerima jawaban dari kedua peserta, jika saya berada di posisi orang yang ingin bunuh diri. Ada jawaban lain yang saya suka, sih, tapi berhubung saya hanya bisa memilih dua, jadi kedua orang ini yang berhak menjadi pemenang.

Buat pemenang, sila kirim surel ke sepuluh.cokelat@gmail.com dengan subjek San Francisco berisi data diri lengkap (nama, alamat, no hp) dan akun twitter. Surel ditunggu maksimal 2 x 24 jam atau saya akan memilih pemenang baru.

Buat yang belum beruntung, semoga beruntung di kesempatan lain. Kalalu kamu memang berjodoh dengan buku ini, saya yakin kalian bakal dipertemukan.

Sekali lagi, terima kasih buat Grasindo dan Kak Ziggy yang telah menulis karya ini. Terima kasih buat kamu semua yang sudah ikutan. Sampai jumpa di giveaway lainnya!

 

Advertisements

8 thoughts on “Pengumuman Giveaway San Francisco

  1. Jadi intinya biasanya orang yang ingin bunuh diri butuh teman ngobrol, dialihkan perhatiannya, terus “dipukul” dengan pernyataan bahwa orang-orang di sekitarnya nggak akan bahagia dengan bunuh dirinya dia ya?

    Aniwei, congrats buat para pemenang 😀

    • Ngg, nggak gitu juga sih, Ai.

      Btw, jawabanmu termasuk yang bsia kuterima sebagai “seseorang yang mencoba berada di posisi pengen bunuh diri” cuma ya kan yang menang cuma dua ya. Hehe.

      Moga jodoh sama novel ini ya meski nggak menang. Recommended. 🙂

      • Ahaha, kurang to the point kali ya, bisa-bisa orangnya udah lompat duluan (garuk-garuk jilbab)

        Sebenarnya ini pertanyaan yang sering kupikirkan juga. Kalau ada orang yang sebegitunya nggak pingin hidup lagi, apa yang harus dikatakan/dilakukan biar orang itu berubah pikiran (sementara well, kita juga bisa saja punya masalah sendiri).

        Iya, jadi mupeng nih sama novelnya habis baca reviewmu 😀 Akhir-akhir ini banyak cerita novel lokal soal bunuh diri n mental health, yang terjemahan juga. Moga bisa ngaruh ke peningkatan kesadaran pembaca soal dua isu ini.

        • Makanya kan kalau salah ngomong juga siapa yang tau dia malah makin sebel dan makin pengen cepet mati. :”D

          Iya. Aku juga berharap makin banyak yang eksplor novel bertema gini supaya makin banyak yang sadar dan peduli. Semoga banget.

          • Nah itu dia. Kalau kejadian yang trauma malah yang mau nolong T___T aamiin, semoga bisa nyusul barat, dimana orang-orang bisa lebih bersimpati sama penderita isu mental health

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s