Penerbit Spring · Resensi · Young Adult

To All the Boys I’ve Loved Before – Jenny Han

to-all-the-boys-ive-loved-beforeJudul: To All the Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Penerbit: Spring


Buku ini bisa kamu dapatkan di Bukupedia


[Repost untuk keperluan ini.]

To All the Boys I’ve Loved Before (yang selanjutnya saya singkat menjadi TATBILB) adalah novel YA yang sangat menarik.

Saya membaca novel ini di penghujung hari yang padat tanpa berpikir panjang. Sekitar pukul setengah sepuluh malam saya memulai dan … saya tidak bisa menutupnya sebelum mencapai akhir. Saya seolah lupa betapa lelahnya tubuh dan pikiran saya malam itu hanya untuk menyelesaikan kisah Lara Jean. Yang sayangnya, tidak selesai di buku ini.

Saya sudah mendengar bahwa TATBILB itu punya buku kedua, tapi saya tidak pernah mengira bahwa kedua buku itu bersambung yang sebersambung ini. Maksudnya, saya pikir TATBILB itu seperti Harry Potter, tiap buku punya kisah sendiri tapi pada akhirnya saling merangkum. Begitu menyelesaikan novel ini bulan lalu, saya langsung mencari novel keduanya dan ternyata baru terbit akhir Mei. Duh, berapa lama saya harus menunggu? 😦

Baiklah, mari akhiri sesi curhatan. Saatnya fokus pada review.

Sinopsis

Margot, kakak Lara Jean, adalah sosok yang membuat rumah keluarga Covey selalu teratur. Margot bagai ibu bagi Lara Jean dan Kitty, gadis Song paling muda. Margot selalu ada buat adik-adiknya, paling dewasa dan bijaksana, dan punya pacar bernama Josh yang sudah dianggap sebagai bagian keluarga juga. Tapi tahun ini Margot harus pergi ke Skotlandia.

“Semuanya akan berubah.”

“Sungguh, tidak ada yang akan berubah. Kita tetap gadis-gadis Song untuk selamanya, ingat?” (h. 29)

Mereka semua belum cukup terbiasa dengan rumah tanpa Margot. Lara Jean belum cukup terbiasa. Dia menabrakkan mobil Margot ketika mengendarainya. Dia tidak bisa menjadi kakak seperti seorang Margot bagi Kitty. Dia justru membuat gadis kecil itu marah besar. Oh, itu semua belum menjadi masalah paling besar. Masalah paling bersar itu justru datang belakangan.

Surat-surat cinta Lara Jean terkirim. Lima lembar surat cinta Lara Jean untuk masing-masing cowok yang pernah (atau masih) dicintainya terkirimkan!

Salah satu surat itu ditujukan untuk Josh, pacar Margot.

Sejak saat itu, segalanya tidak bisa sama lagi. Dunia Lara Jean yang selalu teratur dan monoton sekarang berputar tidak terkendali.

Kisah Persaudaraan dan Keluarga

Hal yang paling menarik dalam novel ini bagi saya adalah bagaimana mereka bertahan tanpa sosok ibu. Bagaimana hubungan persaudaraan Margot, Lara Jean, dan Kitty berkembang. Bagaimana mereka bertiga saling melengkapi di rumah. Bagaimana merea menjadi saling bergantung (khususnya bergantung pada Margot).

Selepas kepergian Margot, Lara Jean dan Kitty harus bahu-membahu mengurus rumah keluarga mereka. Mereka berdua dan sang ayah harus terus menjalani hidup seperti biasa. Mengambil alih tugas-tugas Margot, berbagi tanggung jawab bersama, dan hidup.

Menyenangkan sekali membaca kehidupan keluarga Covey selepas kepergian Margot. Bagaimana Lara Jean mengemban tanggung jawab yang dulunya dimiliki Margot. Bagaimana Kitty terlibat aktif dalam urusan rumah tangga. Bagaimana mereka masih mengadakan kegiatan keluarga bersama Margot meski terpisah jauh.

Rasanya sangat menyenangkan mengikuti kisah keluarga Lara Jean dalam TATBILB.

Peter dan Josh

Kejutan paling besar dalam novel ini terletak pada Peter. Sedari awal, nama cowok yang terdengar dalam TATBILB adalah Josh. Josh, Josh, dan Josh. Saya juga menyukai Josh seperti keluarga Covey menyukai Josh.

Lalu, munculnya Peter. Peter muncul pertama kali ketika Lara Jean menabrakkan mobil Margot. Peter muncul lagi ketika surat-surat Lara Jean terkirim. Peter adalah salah satu cowok yang sempat disukai Lara Jean—bahkan Peter adalah ciuman pertama Lara Jean. Sejak saat itu, sosok Peter semakin sering muncul dalam hidup Lara Jean.

Setelah Josh  yang menjadi menyebalkan setelah menerima surat Lara Jean, saya langsung jatuh cinta pada Peter. Oke, Peter itu tergolong sombong, sedikit seenaknya, dan penuh percaya diri. Tapi dia punya sisi-sisi manis begitu kita membaca TATBILB semakin jauh.

Dan pada akhirnya saya tidak bisa tidak mencintai Peter. Seperti Lara Jean yang perlahan juga mencintainya.

Peter jugalah yang mendorong Lara Jean keluar dari ketakutannya. Selama ini Lara Jean tidak pernah sekali pun berani mengungkapkan perasaannya. Gadis itu cukup puas dengan menuliskan surat-surat. Pertemuannya dengan Peter membuat Lara Jean berhasil melangkah.

“Kau lebih suka mengarang versi fantasi seseorang di kepalamu daripada bersama dengan seseorang yang nyata.” (h. 332)

TATBILB adalah novel YA kontemporer yang sangat menyenangkan. Dengan permasalahan khas remaja yang diangkat, persoalan keluarga, dan hal-hal cewek. Saya sangat menikmati TATBILB dan sangat menantikan kelanjutannya. *berdoa semoga segera terbit*

Saya merekomendasikan novel ini bagi siapa pun yang menikmati YA. TATBILB adalah salah satu YA yang wajib dibaca. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “To All the Boys I’ve Loved Before – Jenny Han

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s