Friendship · Gramedia Pustaka Utama · Romance

Promises – Kristi Jo

Judul: Promise
Penulis: Kristi Jo
Penyunting: Novera & Tri Saputra S.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 232 halaman

Joshua, Lana, dan Alex adalah sahabat baik sejak kecil. Mereka harus berpisah dan melanjutkan kehidupan di tempat-tempat berbeda. Lana harus pergi ke Melbourne. Joshua harus ke Surabaya. Meskipun Alex tetap di Jakarta, tapi hidup mereka tak akan sama lagi tanpa satu sama lain. Di hari perpisahan, Lana mengusulkan agar mereka berjanji untuk berkumpul lagi lima tahun lagi. Janji itu diiringi harapan untuk satu sama lain di lima tahun yang akan datang.

Lima tahun berlalu dan hari yang dijanjikan tiba. Sayangnya, hanya ada Lana dan Joshua yang berjumpa di taman itu. Alex sama sekali tidak muncul. Keduanya pun mencari Alex dan menemukan kenyataan mengejutkan soal pemuda itu. Di sisi lain, baik Lana maupun Joshua kembali ke Jakarta dengan luka masing-masing. Hal ini membuat persahabatan mereka tak lagi sama.

Apa yang akan terjadi pada tiga sahabat ini?

Tentang Persahabatan

Ketika membaca blurb, saya pikir novel ini akan lebih berat pada apek persahabatan. Sayangnya, tidak. Selayaknya cerita tentang tiga sahabat, ada cinta segitiga di sana. Pembaca akan mulai menyadari dari gelagat Lana bahwa dia menyukai salah satu sahabatnya. Lama-lama, pembaca akan dibeberkan kenyataan bahwa perasaan ketiga sahabat ini saling melilit dan menghancurkan pondasi persahataan mereka.

Sejujurnya, saya kecewa pada plot cinta segitiga yang dipilih penulis. Bukan hanya karena mengaburkan tema persahabatan (yang saya pikir bakal kental), cinta segitiganya pun ditulis dengan klise. Tertebak sekali. Saya gerah ketika sampai pada adegan Joshua menyadari perasaannya. Rasanya lebih logis kalau perasaan Joshua tidak begitu. Oke, ini spoiler jadi silakan menerka-nekar maksudnya apa.

Saya juga heran karena kedekatan Joshua dan Alex itu tidak ditunjukkan padahal keduanya sama-sama cowok. Keduanya jelas mengenal akrab dan Lana adalah satu-satunya gadis di antara mereka. Apakah dua cowok itu tidak pernah mengobrol soal Lana atau gadis? Rasanya aneh jika mereka tidak pernah sekali pun menyoal Lana dalam hidup mereka. Terlepas pada kenyataan bahwa Lana dulunya tomboy.

Jadi, yah, unsur persahabatannya kurang. Lebih lagi, banyak sekali dialog di novel ini, dan banyak juga yang isinya teriak-teriak. Nggak tahu kenapa jadi capek bacanya.

Konflik-Konflik Kecil

Sejujurnya, novel ini punya konflik-konflik yang lumayan banyak dan berlapis-lapis. Masing-masing karakter diberikan permasalahan. Mereka dihidupkan dengan kejadian-kejadian dalam hidup mereka selama lima tahun mereka berpisah sehingga ada perkembangan dalam hidup mereka. Sayangnya, penulis belum berhasil mengeksekusinya dengan baik.

Contoh saja tentang masalah Lana. Penulis terkesan ragu-ragu untuk menyampaikan bahwa Lana begini atau begitu. Penulis juga belum berhasil menunjukkan apa yang dialami Lana dengan cukup baik gitu, terkesan nanggung.

Soal Alex lebih lagi. Hidupnya terlalu penuh dengan drama. Gimana, ya, saya merasa karakternya terlampau emosional dan hidup pemuda itu mirip sinetron. Saya nggak mengalami apa yang dia rasakan sih, jadi sebenarnya saya nggak layak mengatakan hal ini. Namun, tetap saja menurut saya penulis tidak berhasil menunjukkan perubahan karakter Alex selepas lima tahun dengan cukup baik. Karakter Alex lima tahun lalu pun kurang digambarkan jadi saya tidak punya pembanding. Yang jelas, hidup pemuda itu tuh terlalu drama.

Pace ceritanya juga cepat dan padat. Penulis pun belum berhasil menyampaikan rahasia-rahasia dengan cukup baik sehingga terkesan bleber gitu. Semoga tulisan penulis berikutnya lebih rapi karena capek juga baca Promises ini.

Terakhir

Ceritanya okay. Punya potensi untuk semakin baik jikalau dieksekusi dengan lebih optimal juga. Penulis punya bekal itu dari karakter-karakternya yang cukup rumit. Akan lebih baik jika aspek persahabatannya didahulukan ketimbang masalah cinta. Konfliknya nggak perlu lagilah seputar cinta-cinta. Saya rasa bakal membuat novel berlabel YA ini lebih menjual. πŸ˜€

Cocok dibaca bagi mereka yang suka cerita cinta segitiga dan tengah menghadapi masalah dengan sahabatnya. Mungkin bisa mendapat pencerahan lewat persahabatan tiga orang ini.

Sebagai penutup, sebuah kutipan dari saya.

β€œOrang boleh berubah, waktu boleh bertambah, tapi ikatan persahabatan nggak harus putus.” (h. 93)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Promises – Kristi Jo

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s