Sing Me Home – Emma Grace

Judul: Sing Me Home
Penulis: Emma Grace
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272 halaman

Bercerita tentang Gwen. Seorang gadis yang sangat cinta menari, tapi ditentang ibunya. Seorang gadis yang menjadikan cowok lain pelarian setelah ditinggalkan cowok yang disukainya.

Iyap, itu inti cerita Sing Me Home. Novel ini cocok banget dibaca kamu yang sedang meraih mimpi atau kamu yang meragukan mimpi atau kamu yang sedang bingung dengan masa depan.

Menyoal Cita-Cita

“Cita-cita bukanlah sekadar cita-cita. Mereka mendefinisikan siapa dirimu yang sesungguhnya.” (h. 191)

Sing Me Home menyoal cita-cita. Lewat karakter Gwen, pembaca akan dibawa pada kondisi ‘bagaimana jika apa yang kamu cita-citakan tidak diresetui orang tuamu?’ Sepanjang buku ini, kita akan disajikan kecintaan Gwen terhadap menari dan hal-hal yang rela gadis itu lakukan untuk menyembunyikan kecintaannya itu karena ditentang sang ibu.

Menurut saya, penulis berhasil menunjukkan bagaimana menari begitu berarti dalam hidup Gwen. Meski demikian, saya tidak merasakan istilah-istilah seputar balet atau trivia tentang balet di sini. Rasa-rasanya menari yang dituliskan dalam novel ini universal, tidak perlu balet. Seakan “balet” hanyalah ornamen dalam kecintaan Gwen terhadap tari. Sayang sekali.

Nah, pada awalnya, saya pikir alasan ibu Gwen tidak merestui keinginan anaknya menari itu masih seputar stereotipe “seni tidak bisa menghidupi, tidak bisa membuat kaya”. Namun, semakin lama membaca, saya menemukan kejutan yang tidak terkira. Jujur, hal itu benar-benar sebuah kejutan! Sayangnya, kenyataan soal sang ibu itu ternyata begitu kok dipaksakan, ya? Kalau memang setenar itu, kenapa Gwen tidak pernah tahu? Sebenarnya berapa usia ibu Gwen sekarang? Berapa lama waktu telah berlalu sejak kejadian ‘itu’? Saya jadi bertanya-tanya.

Namun, secara keseluruhan, saya cukup menikmati bagaimana penulis menyajikan perjuangan Gwen merain mimpinya. Sebuah bacaan yang menyenangkan dan inspiratif! Gwen benar-benar gigih!

Kisah Cinta

Yang saya sayangkan itu justru kisah cintanya. Sejak Gwen mengiyakan Jared (lelaki yang ditemuinya saat manggung dan berusaha mendekatinya), saya langsung merasa sebal pada Gwen. Well, sepertinya saya tidak pernah bisa sepakat sama karakter yang belum menyelesaikan perasaannya pada Hugo dan justru memulai hubungan dengan orang lain. Persis Gwen ini.

“Melarikan perasaanmu pada orang yang tidak tepat bukanlah jalan keluar. Cepat atau lambat kamu sendiri akan merasa terpenjara.” (h. 131)

Gwen seperti memanfaatkan Jared banget dan saya sebal. Meskipun karakter Jared juga rada menyebalkan, tapi saya tetap saja sebal sama Gwen. Menurut saya, Gwen pun sama egoisnya dalam hubungan mereka.

Soal Hugo, lelaki yang masih dicintai Gwen, pun saya sulit bersimpati. Karakternya seperti kesatria gitu kepada Corrine, tapi saya nggak bisa simpati. Saya jadi kasihan pada Corrine. Karakter-karakter di Sing Me Home ini seperti punya kecenderungan untuk melukai perasaan karakter lain.

Sejujurnya, sikap mereka cukup wajar mengingat usia mereka yang belia. Sayangnya, saya susah untuk menikmati kisah cinta yang disajikan dalam Sing Me Home. Semua karakternya memiliki keegoisan masing-masing dan saya jadi tidak merasakan gejolak-gejolak manis ketika membaca interaksi mereka. 😦

Terakhir

Terlepas dari kenyataan bahwa saya tidak menikmati kisah cintanya, saya cukup suka novel ini. Novel ini punya cerita keluarga yang apik dan terjalin rapi. Meskipun karakter ayah Gwen itu seperti tidak ada (yang saya sayangkan), tapi saya suka gejolak yang timbul antara Gwen dan ibunya.

Karakter kesukaan saya itu Pop, kakek Gwen. Beliau ini benar-benar penuh kebijaksanaan.

 

“Tahukah kamu, ketika dua orang harus berteriak untuk menyelesaikan persoalan, itu bukan karena mereka tak saling mendengarkan, tapi karena hati mereka terlalu jauh sehingga teriakan diperlukan untuk menjembatani jaraknya.” (h. 201)

Seandainya saja ayah Gwen diberikan porsi lebih, saya rasa cerita keluarga Gwen dalam novel ini akan lebih menyentuh.

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Sing Me Home – Emma Grace

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s