The Playlist: Cerita di antara Musik dan Makanan

Judul: The Playlist
Penulis: Erlin Natawiria
Penyunting: Septi Ws
Penerbit: Grasindo
Tebal: 244 halaman

Winona adalah penulis konten review restoran di YummyFood. Namun, tidak seperti penulis yang lain, Winona memasukan review soal musik latar restoran. Bagi Winona, musik sangat mempengaruhi penilaiannya atas sebuah tempat makan.

Sampai Winona berkunjung ke No. 46, sebuah restoran berkonsep homey yang sayangnya terasa mencekam. Winona tidak mendapati musik apa pun diputar di sana. Bahkan, Winona dibuat penasaran dengan Aries, sang pemilik, yang misterius. Ditambah lagi dengan kehadiran mantan pacarnya, Ethan, hidup Winona yang tenang sepertinya akan berakhir.

“Mungkin kita dipertemukan untuk belajar memperbaiki kesalahan, supaya tidak terulang lagi nanti…” (h. 206)

Menyoal Hubungan

Novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama, dari Winona. Itu sebabnya, pembaca akan merasa sedikit terkungkung karena hanya bisa mengamati dari sisi Winona. Meski demikian, penulis berhasil menyajikan latar yang tidak terpusat pada kata “aku”. Lengkap dengan gaya menulis Erlin Natawiria yang supel dan ringan, The Playlist menjelma jadi novel yang asyik.

Ceritanya sendiri banyak menyoal hubungan. Bukan hanya hubungan Winona dan mantan pacaranya, Ethan, tetapi hubungan-hubungan yang lain. Begitu memulai, saya cukup yakin bahwa pembaca akan penasaran pada alasan hubungan Winona dan Ethan berakhir. Namun, penulis menyimpan rahasia-rahasia itu rapat-rapat. Penulis pun mengakhri setiap bab dengan kalimat yang memicu penasaran. Tentu dengan petunjuk di sana-sini.

Seharusnya, aku tidak kembali ke tempat di mana kedua orangtuaku menghabiskan masa hidupnya di dunia. (h. 69)

The Playlist berhasil membuat pembaca penasaran dan ingin bergegas menemukan jawaban. Semakin lama membaca, kamu lalu akan tahu bahwa ada kisah tentang hubungan antarkeluarga di sini. Kalau kamu suka novel ringan yang mengemas rahasia dengan baik, saya sarankan untuk membaca The Playlist.

Untuk karakternya sendiri, penulis berhasil menyajikan karakter yang berbeda-beda. Karakter ini pun terlihat perkembangannya, meski hanya dari sudut Winona. Yah, meski di beberapa tempat pembaca tidak akan tahu dengan detail apa yang diinginkan karakter ini atau karakter itu, karena semua ditulis dari sudut Winona.

Oh, tapi saya juga ikut penasaran soal Aries. Seperti Winona. Laki-laki yang jago memasak itu memang sulit ditolak. Chemistry-nya sama Winona sendiri terbangun dengan baik. Meski saya sebenarnya bingung kenapa Winona harus dan mau menemui Aries di halaman 109-110, sehabis kondangan itu. Saya tidak menemukan alasannya. :/

Satu lagi, sebenarnya saya rada bingung dengan gaya hidup Winona ini. Winona bilang bahwa dia dibesarkan dalam keluarga yang konservatif, tapi saya tidak menemukan jejak-jejak itu. Well, saya cukup yakin bahwa masa kuliah adalah masa pencarian jati diri. Namun, saya juga cukup yakin bahwa kebiasaan dan ajaran sedari kecil itu nggak akan dengan mudah hilang. Makanya ketika tahu latar keluarga Winona dan kenyataan soal Winona yang menginap atau tinggal itu, saya jadi bingung. Terlebih dengan latar The Playlist sendiri yang tidak menunjukkan unsur-unsur begitu. (Ini kayaknya gampang bikin salah paham ya, haha, tapi gimana lagi kalau saya bilang jadi spoiler.)

Musik dan Makanan, juga Bandung

The Playlist ini punya judul yang menipu. Judulnya mengisyaratkan pada musik, tetapi begitu mulai membaca, makanan bertebaran di mana-mana. Yah, jika kamu membaca blurb-nya dengan teliti, mungkin kamu tidak akan tertipu seperti saya. XD

Nah, jadi, musik dan makanan adalah dua hal yang penting dalma hidup Winona, tokoh utama kita. Sebelum bekerja di YummyFood, Winona adalah jurnalis media musik. Dia meliput konser, mewawancarai musisi, dan menuliskan ulasan tentang lagu. Selepas berhenti dari pekerjaannya pun, Winona masih tidak bisa lepas dari musik.

Itu sebabnya, jangan heran ketika membaca The Playlist kamu akan disuguhi deskripsi tentang Winona dan musik. Sayangnya, aspek musik ini kurang banyak dieksplorasi. Di awal-awal, saya bisa merasakan ketergantungan Winona terhadap musik. Namun, memasuki paruh akhir, porsi musik ini semacam berkurang gitu. Rasanya jadi seperti bukan Winona.

Di sisi lain, perihal makanan tetap mengisi cerita Winona dalam The Playlist. Deskripsi penulis pun berhasil membuat saya kelaparan ketika Winona sedang menyantap makanan. Salut!

Satu hal lagi yang terasa sangat kuat di The Playlist adalah latarnya. The Playlist mengambil latar kota Bandung sebagai pusat segalanya. Saya memang belum pernah benar-benar menjelajah Bandung, saya hanya pernah ke kota itu untuk kunjungan singkat, tapi saya merasakan penulis berhasil menampilkan Bandung dengan kuat. Lewat jalan-jalan yang dilalui Winona, lewat tempat-tempat makan yang disinggahi, lewat makanan-makanan, saya bisa merasakan kehidupan Bandung.

Membaca The Playlist membuat saya bertanya, “Apakah semua tempat makan yang dikunjungi Winona ini benar-benar ada di Bandung?” Habis, meski penulis jarang menyebutkan soal nama tempat makan, bisa dibilang saya menemukan beberapa petunjuk yang (sepertinya) otentik tentang tempat makan piza yang populer itu.

Terakhir

Meski saya penasaran sebenarnya kehidupan Ghina, sahabat Winona, ini gimana sampai rumahnya punya paviliun sendiri dan pemandangan yang indah, bisa dibilang dia salah satu karakter favorit dan memorable di The Playlist. Kutipan favorit saya pun disuarakan olehnya ketika Winona menanyakan perihal pernikahan.

“Karena, kamu tahu, pernikahan hanya awal dari fase lain. Ini bukan tentang pestanya yang meriah, tetapi bagaimana kami mempertahankannya sampai maut memisahkan.” (h. 41)

“Satu lagi, pernikahan juga tidak cukup jika hanya dilandasi dengan cinta.” (h. 41)

Sayang, penulis tidak memberikan ruang yang banyak untuk menjelaskan persahabatan Ghina-Winona selepas Aries hadir. Penulis juga tidak memberikan cukup eksplorasi pada masalah Winona dan keluarganya.

Terlepas dari itu semua, The Playlist ditulis dengan gaya bahasa yang asyik. Lengkap dengan cowok jago masak dan dipenuhi makanan, novel ini cocok banget dibaca di akhir pekan. Apalagi buat kamu yang susah lepas dari jerat tokoh cowok misterius. XD

Selamat membaca!

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s