Gramedia Pustaka Utama · Remaja · Resensi

Sky; Rumitnya Perasaan Remaja

Judul: Sky
Penulis: Aiu Ahra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 halaman

Lyn dan Kay telah bersahabat sejak kecil. Keduanya sangat akrab dan tidak terpisahkan. Bahkan meski Kay telah menjadi sebatang kara dan keduanya sudah bukan lagi anak-anak, mereka masih bersama.

Sayangnya, sejak Kay kehilangan mamanya, Kay bukan lagi Kay yang diingat Lyn. Kay tumbuh menjadi cowok pesimis yang seolah tidak punya tujuan hidup. Sampai suatu hari ada seorang anak baru bernama Luna datang ke sekolah mereka. Sejak itu, Kay akhirnya mulai berubah. Lyn tentu saja senang melihat Kay mulai membuka diri, tetapi dia merasa sesak setiap melihat Kay bersama Luna. Sebenarnya ada apa dengan dirinya?

“Terkadang, kehadiran orang lain bisa nyadarin kita betapa berharganya orang yang udah lama di sisi kita.” (h. 123)

Di saat Lyn bingung dengan dirinya dan kesepian sejak Luna hadir dalam hidup Kay, Ethan hadir. Meski cowok itu awalnya terlihat seperti stalker, setelah mengenal Lyn merasa nyaman mengobrol dengannya. Apa yang akan terjadi di antara kedua sahabat kental ini?

Persahabatan, Impian, dan Cinta

Sky ditulis dengan alur lambat dari sudut pandang orang pertama. Karena alurnya yang lambat ini, saya merasa bosan ketika sampai separuh awal belum menemukan alasan Lyn memanggil Kay “pengecut” seperti dalam prolog (yang terjadi setahun setelah cerita utama Sky).

Alasan kebosanan saya, saya rasa karena fakta Lyn dan Kay bersahabat. Well, rasanya aneh saja melihat Lyn yang supel dan akrab sama banyak orang tapi cuma punya sahabat seorang Kay. Kalau Kay yang punya sahabat cuma Lyn, saya rasa saya nggak heran sih. Jadi, begitulah, saya merasa bosan sama hubungan persahabatan Kay dan Lyn yang terasa gitu-gitu doang.

Meski demikian, di antara persahabatan Lyn dan Kay, ada hal tentang impian. Selayaknya novel bertema remaja lain. Dalam Sky ini ada Lyn yang optimis dan penuh semangat. Juga Kay yang tidak punya impian. Diselingi dengan hal-hal seputar lari, musik klasik, dan fotografi yang dibahas cukup dalam (dan menambah informasi).

“Impian itu bukan hal yang ngerepotin, Kay. Impian itu harapan. Alasan kita jalahi hidup.” (h. 13)

Lalu, seperti novel-novel bertema persahabatan lain, Sky juga terjebak pada stereotipe itu. Dari sahabat jadi cinta. Sejak awal pembaca sudah bisa menebak sih kalau karakter-karakter dalam Sky ini akan naksir satu sama lain dan menjadikan kisah ini punya hubungan cinta yang rumit.

Perasaan yang Dipendam

Nah, Sky ini menjadi semakin rumit karena karakter-karakternya tidak mengakui perasaan mereka. Sky menggambarkan bagaimana rumitnya perasaan cinta.

“Seenggaknya cobalah bahagia dengan cara yang lebih sederhana. Sejauh ini yang kulihat, kamu cuma bikin rumit. Keadaan dan perasaanmu sendiri.” (h. 175)

Sebelum bagian masa lalu Kay diceritakan, saya merasa tidak paham dengan pemikirannya. Namun, ketika masa lalu cowok itu terungkap, saya jadi bersimpati dan bersepakat bahwa Lyn memang kelewat sempurna. Lyn seperti yang digambarkan oleh Kay. Dan saya bisa memahami kenapa akhirnya Kay memutuskan hal ‘itu’.

Di sisi lain, saya ikut merasa sedih dan terpuruk ketika melihat Lyn. Lebih lagi ketika tahu soal masa lalu yang dilihat Lyn lebih awal. Rasanya … kedua tokoh kita ini kelewat sibuk sama asumsi mereka sendiri dan memilih untuk menghindari konfrontasi. Gregetan pengin narik keduanya buat duduk dan mengobrol dari hati ke hati.

Keduanya terus-terus saja terkungkung oleh perasaan dan ketakutan mereka sendiri hingga akhirnya saling menyakiti.

“Waktu terus berjalan, Lun. Kita nggak pernah tahu kapan seseorang berubah dan pergi dari dunia kita.” (h. 144)

 

Nah, bagian ini mengobati kebosanan yang saya tahan di awal dengan alurnya yang lambat. Saya merasa puas dengan cara penulis mengemas konflik sahabat-jadi-suka antara Lyn dan Kay. Meskipun saya bakal lebih puas lagi kalau Kay gantian yang ‘mengejar’ di akhir. Kan serasa heroic banget jadinya. XD

Terakhir

Secara keseluruhan, Sky adalah novel remaja yang asyik dibaca. Alurnya memang lambat dan karakter pendukungnya kurang dieksplorasi lebih dalam (sedih sama beberapa fakta soal Luna yang mengambang dan keberadaan Ethan yang yah bikin nyesek :”), tetapi novel ini punya konflik yang diracik dengan baik.

Novel ini cocok banget dibaca kamu yang menyukai novel remaja. Atau kamu yang butuh cerita ringan dengan konflik yang bikin gregetan. Sky bakal jadi pilihan yang pas!

Sebagai penutup, saya sertakan kutipan favorit saya seperti biasa.

 

“Cinta itu seperti pedang bermata dua, di satu sisi dia melukai, di sisi lain menyembuhkan.” (h. 233)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Sky; Rumitnya Perasaan Remaja

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s