Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, monas, macet, doa

Judul: #Ya Tuhan, monas, macet, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini merupakan buku pertama seri #Ya Tuhan karangan penulis. Sejujurnya, genre buku ini itu membuat bingung. Habis isinya punya format ala puisi dan sajak, tapi begitu kamu baca buku ini memang cocok dengan satu kata yang dibaca dalam judul ‘doa’. Iya, buku ini seperti beneran buku doa.

Dalam buku #Ya Tuhan, macet, monas, doa. pembaca akan menemukan doa-doa yang dekat sekali dengan kemacetan dan metropolitan Jakarta. Beberapa doa disampaikan tidak seperti doa, lebih mirip seperti keluhan ketika kita mengadu kepada Tuhan. Seperti misalnya doa satu ini.

Ya Tuhan,

Ini trotoar apa
jalan tol buat motor sih…? (19)

Doa-doa yang lain, disampaikan selayaknya doa pada umumnya. Lengkap dengan amin diakhir doa.

Ya Tuhan,

Berikanlah kewarasan kepada 
orang-orang yang sudah
melanggar rambu tapi malah
marah-amrah kalau ditegur.

Amin (42)

Yang pasti, semua doa-doa di dalam sini itu mengandung unsur satire yang kental. Hal-hal yang mungkin pembaca alami (atau malah dilakukan pembaca?). Doa-doa ini menimbulkan kegetiran sekaligus pengharapan.

Penulis berhasil menyajikan satire sehari-hari pembaca dalam format yang segar. Harus saya akui bahwa buku doa seri #Ya Tuhan ini memang unik. Dengan halamannya yang tipis dan ukuran tulisannya yang cukup besar, satu buku doa ini bisa ditamatkan dalam satu kali duduk.

Dan tidak seperti buku puisi atau buku kumpulan kutipan, buku doa ini membuat pembacanya tidak bisa berhenti hingga halaman terakhir.

Selain itu, beberapa doa diutarakan dalam permainan kata yang membuat dao-doa ini membuat senyum lebih lebar. Misalnya saja pada doa satu ini.

Ya Tuhan,

Berikanlah kesehabat bagi
polisi lalu lintas yang bekerja di
antara jahatnya polusi Jakarta.

Amin (62)

Sejujurnya, saya sendiri pun bingung menuliskan ulasan untuk buku ini, tapi rasanya begitu sayang jika buku ini dibiarkan tanpa diulas. Sebab dengan isi doa-doa yang terasa dekat dengan pembaca, saya yakin siapa pun yang membaca buku ini akan mengulum senyum sepakat atau mengaminkan khidmat. Sebuah bacaan segar yang cocok sekali bagi kehidupan yang penat.

Sebagai penutup, biar saya berikan satu doa yang sudah selayaknya kita aminkan bersama keras-keras.

Ya Tuhan,

Jauhkanlah kami dari manusia-
manusia yang berlagak bego ketika
diberi tahu untuk mengantre.

Amin (53)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “#Ya Tuhan, monas, macet, doa

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s