Penerbit Haru · Resensi · Romance

Then She Smiles: Cerita-Cerita di Balik Foto


Judul:
Then She Smiles
Penulis: Makna Sinatria
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 244 halaman

“Hidup nggak mudah buat siapa pun. Dan lo nggak perlu selalu pura-pura terlihat bahagia dan baik-baik aja. Sometimes, it’s okay not to be okay.” (h. 89)

Then She Smiles bercerita tentang Hexa yang baru pindah rumah dan Alena, si tetangga. Keduannya menjadi dekat karena fotografi instan.

Lalu, kedekatan itu lama-lama membuat rahasia-rahasia dalam hidup mereka keluar. Masa lalu Hexa dan kegelapan dalam hidup Alena. Apa jadinya nasib keduanya setelah itu?

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Karya perdana penulis ini punya alur yang padu. Dan ditulis dengan bahasa yang rapi sehingga asik sekali dibaca. Ceritanya sendiri cukup dalam, dengan tema kekerasan dalam rumah tangga yang bakal membuat membuat pembaca waswas dan khawatir.

“Aku juga… ada di sini buat kamu.” (h. 138)

Penulis menjadikan konfliknya dengan beruntun. Pertama, rahasia yang disimpan Alena keluar. Masa lalu Hexa juga perlahan terungkap. Untungnya, keduanya memiliki satu sama lain. Saya suka cara penulis membuat keduanya ada di saat yang tepat bagi satu sama lain, Saya juga suka bagimana penulis merajut konflik demi konflik di antara keduanya, seperti misal ketika di kafe dan soal wine itu. Bagian-bagian itu berhasil membuat pembaca ikut tegang dan penasaran.

Meskipun alurnya rada lambat, tapi suasana yang ditimbulkan penulis berhasil terbangun dengan rapi. Lalu, ketika persoalan kekerasan dalam rumah tangga ini keluar, saya hanya berharap bahwa hal itu tidak seburuk yang saya pikirkan.

Selain Then She Smiles, saya pernah membaca novel lain yang mengangkat tema serupa. Walaupun demikian, ini kali pertama saya membaca novel lokal tentang KDRT yang dilakukan ayah kepada anaknya. Seram dan menakutkan. Sebelumnya saya membaca YA luar yang mengangkat tema ini, sama-sama seram. 😦

Karakter yang Nyata

Saya juga suka cara penulis memunculkan karakter-karakternya. Mereka punya latar belakang, motif, dan hidup dalam novel ini. Interaksi Hexa dan Alena pun manis, meski di paruh akhir jadi terasa datar karena tidak ada konflik yang kompleks di antara mereka.

Karakter Ayah Alena pun ditampilkan dengan manusiawi, meski tetap saya saya seram sendiri pas baca. Karakter-karakter pendukung yang laiin juag berhasil ditampilkan dengan hidup dan terasa punya suara berbeda dengan dua karakter utama.

Meski demikian, saya menyayangkan kurangnya eksplorasi karakter teman Alena. Rasanya nanggung banget dan dikit banget dan yah, karakter yang harusnya jadi ‘teman’ ini akhirnya kayak nggak berguna. Saya juga menyayangkan kurangnya eksplorasi karakter Altair. Interaksi dalam novel ini terlalu terpaku pada Hexa dan Alena sehingga karakter-karakter lain kurang terbangun.

Terakhir

Secara keseluruhan, novel ini menyenangkan sekali untuk dibaca. Tipis tapi penuh dengan cerita. Lebih lagi, novel ini mengajarkan kita cara menyikapi hidup lewat kisah Hexa dan Alena. Cakep!

“Lo tahu satu hal yang bikin gue ngerasa hidup ini berharga? Senyum. Tawa. Segala bentuk kebahagiaan.” (h. 138)

Selamat membaca!

Advertisements

One thought on “Then She Smiles: Cerita-Cerita di Balik Foto

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s