Random · Wawancara

Buku Berjalan dari Mocco Bukku

[Artikel ini cuma tinggal dirapikan saja sejak akhir sebulan lalu tapi apalah daya diri ini begitu pemalas sehingga baru selesai sekarang T_T *merasa sangat bersalah pada admin Mocco Bukku yang udah menjawab hiks*]

Bagi pegiat instagram alias bookstagrammer Indonesia, belakangan ada fenomena asik yang sedang ramai. Iya, fenomena bernama #BookCrossingID yang pertama kali digadangkan oleh Mocco Buku, sebuah klub buku di Ponorogo.

Sebelumnya, biar saya jelaskan sedikit soal #BookCrossingID. Jadi book crossing itu sendiri merupakan kegiatan di mana kita meninggalkan (atau memberikan) buku kepada seseorang untuk dibaca dan setelahnya dilanjutkan kepada orang lain lagi (ketika buku itu sudah dibaca). Jadi, buku kita bakal dibaca berbagai orang dan mungkin saja jalan-jalan ke berbagai tempat.

Nah, kalau #BookCrossingID dari Mocco Bukku sendiri berbasis instagram, sehingga buku tersebut tidak asal ditinggalkan dan bisa dilihat sedang ada di tangan siapa sekarang.

Saya sendiri merasa penasaran dengan kegiatan #BookCrossingID klub buku ini sehingga menyempatkan diri untuk berbincang sejenak bersama mereka. Pada awalnya, wawancara ini ingin saya sertakan dalam artikel maraton HUT BBI, tapi apalah daya ide datang terlambat dan nggak keburu. Jadi, di sinilah artikel ini sekarang 😀

Wawancara ini dijawab oleh beberapa admin, yang bakal saya bedakan dengan warna. Admin A, Admin S, dan tentu saja saya sendiri.

  1. Pertama-tama, bisa ceritakan sedikit soal Mocco Bukku? Supaya pembaca (dan saya) semakin kenal 😀

Admin A: Nama Mocco Bukku adalah plesetan dari Moco Buku, yang dalam bahasa Jawa artinya membaca buku. Kami adalah klub buku yang berbasis di Ponorogo. Kami berdiri karena merasa prihatin dengan Ponorogo yang minat bacanya rendah, sampai-sampai beberapa toko buku seperti Gramedia dan Toga Mas tutup. *Dengar cerita toko buku tutup selalu bikin sedih ya :(*

  1. Apa saja sih kegiatan Mocco Bukku? Saya sempat lihat beberapa update dan ajakan kegiatannya dulu dari akun Mbak Ruwi Meita, tapi sayang lokasinya jauh jadi nggak bisa ikutan.

Admin A: Menggosip di whatsapp (?). Sebenarnya kami masih sangat baru dan berusaha untuk sebulan sekali berkumpul, tapi karena masing-masing sibuk dengan kegiatannya, kadang tidak bisa. Kami biasa menetapkan satu tema buku untuk dibaca dan kemudian dibicarakan bersama. Kegiatan kedua adalah #BookCrossingID *Wah mirip kayak kumpul-kumpul BBI ya XD*

  1. Di instagram belakangan ini bertebaran tagar #BookCorssingID dan Mocco Bukku adalah pelopornya, kan? Sebenarnya apa sih alasan awal Mocco Buku memulai kegiatan ini?

Admin A: Karena The Girl on Paper karya Guillaume Musso. J Saat itu kami berpikir, mungkin salah satu alasan orang-orang tidak mau membeli buku adalah karena harga buku yang mahal *ini bener banget hiks T_T*, kalau begitu, kenapa tidak mengadakan program sharing buku sejenis dengan #BookCrossingID. 

Admin S: Sebelum memulai program #BookCrossingID di Media Sosial, kamu sempat mengadakan Book Crossing dengan melepas buku di sebuah sekolah, dan salah satu anggota Mocco Bukku yaitu Mbak Ruwi juga sempat melepas sebuah buku di café, tapi ternyata setelah itu tidak kabar lebih lanjut mengenai buku tersebut, akhirnya tercetuslah ide untuk membuat program #BookCrossingID di Instagram. *Wah berarti sebelumnya book crossing ini udah dilaksanakan tanpa menggunakan media sosial ya. Tapi seperti yang saya khawatirkan, nasibnya jadi nggak jelas :(*

  1. Bagaimana awal-mula Mocco Bukku memutuskan merelakan beberapa buku untuk diedarkan lewat #BookCrossingID ini? Apakah nggak khawatir bukunya sampai ke tangan orang tak bertanggung jawab?

Admin A: Khawatir sekali. Karena itu #BookCrossingID tidak meletakkan buku di sembarang tempat, juga tidak menyerahkannya ke sembarang orang. Kami menyeleksi dulu orang-orang pertama yang layak mendapatkan buku tersebut. Orang itu harus orang yang mencintai buku, kami mengecek feed Instagramnya, blognya, dan bertanya ke beberapa teman, kenal atau tidak dengan orang tersebut. *Sepakat! Memang harus dipastikan dengan jelas dulu orangnya bagaimana. Sedih kalau misal bukunya sampai di tangan orang nggak bertanggung jawab*

  1. Kegiatan #BookCrossingID Mocco Bukku ini dimulai sejak Januari kan ya. Nah, sampai bulan April ini ada semakin banyak buku yang beredar kan, ya. Sebenarnya masih terlalu cepat sih, tapi kira-kira kegiatan ini sukses nggak sih?

Admin A: Erm, antusiasme pembaca tinggi kok. Yang jadi kendala adalah bagaimana cara menyebarkan ‘aturan main’-nya dan tracking buku yang sudah dilepas. Masih dalam tahap trial and error, jadi kami sendiri pun masih belum tahu apakah ini sukses atau tidak. Tapi, yang pasti kami butuh bantuan teman-teman semua untuk meningkatkan minat baca ini. *Yuk, yang mau ikutan #BookCrossingID bisa banget lho!*

  1. Kalo di luar negeri banyak Book Crossing yang diadakan tapi tidak berbasis media sosial instagram. Nah, apa alasan Mocco Bukku memilih menggunakan instagram sebagai media penyambung kegiatan ini?

Admin A: Karena Instagram lebih visual dibanding sosial media lainnya. Kami juga bisa membuat @LibraryMocco, tempat orang-orang bisa melihat buku-buku yang sudah dilepaskan. Jadi, buku-buku tersebut bukanlah milik satu orang, tapi milik bersama. *Jangan lupa dicatat nih akunnya, siapa tahu menemukan buku inceranmu buat dipinjam :D*

  1. Apakah kegiatan #BookCrossingID ini bakal menjadi agenda rutin di Mocco Bukku?

Admin A: Pasti. Untuk saat ini kami masih mengharapkan donasi buku dari teman-teman. Untuk buku-buku dari kami sendiri, saat kami punya rezeki, pasti melepas buku secara berkala. *Yang mau, yang mau~*

  1. Bagaimana perasaan Mocco Bukku melihat kegiatan #BookCrossingID ini diikuti banyak orang? Bahkan dengar-dengar banyak yang ikut menyumbangkan bukunya, ya buat diedarkan.

Admin A: Tidak menyangka ada banyak yang antusias dengan #BookCrossingID. Ada beberapa orang yang menyumbangkan bukunya, bahkan kemarin saya dapat bookmail dari salah seorang penulis, dan mau bukunya dilepas dalam Book Crossing. Tentu saja senang sekali.

Nah, kira-kira, begitulah awal-mula #BookCrossingID ini hadir. Dan begitu jugalah suka-duka pegiat Mocco Bukku. ^^

Semisal kamu tertarik untuk ikut serta, entah menjadi donor buku atau justru ingin mengadopsi buku, bisa banget cek instagram @moccobukku. Ketentuan seputar #BookCrossingID bisa kamu baca di sini. Terus, gambar di bawah ini adalah stiker yang tertempel di kover depan buku yang diikutkan dalam #BookCrossingID.

Asyik banget ya buku-buku kita bisa jalan-jalan ke mana-mana! Bahkan bisa jadi sampai di tempat yang belum pernah kita datangi! Selain kegiatan Mocco Bukku, ada juga lho buku berjalan lainnya. Ada book crossing  dari @rachaelslibrary, ada juga #BooksOnTheGo bareng @booksonthegoidn.

Oya, sembari terbitnya artikel ini, saya bakal ngasih satu buku saya untuk diikutkan dalam #BookCrossingID juga. Pantengin terus instagram saya di @missfioree ya. 🙂

Advertisements

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s