Erstwhile; Persekutuan Sang Waktu (+GIVEAWAY)

Judul: Erstwhile; Persekutuan Sang Waktu
Penulis: Rio Haminoto
Penerbit: Koloni
Tebal: 368 halaman

Raphael Harijono atau Rafa adalah seorang pemburu artefak dari Indonesia. Ia bertekad mendapatkan catatan perjalanan yang mengisahkan tentang negerinya di masa Majapahit. Perburuan ini mengantarkan Rafa pada sebuah “perjalanan” menuju masa lalu bersama seorang profesor sekaligus penerjemah catatan itu, Emma Watts.

Bertahun-tahun sebelum Rafa hadir di dunia, Picaro Donevante melakukan perjalanan menuju Cathay. Perjalanan Picaro ini dilakukan karena terinspirasi Marcopolo, juga karena rasa cintanya yang sangat besar kepada seorang gadis. Perjalanan ini juga merupakan salah satu cara Picaro untuk bisa kembali lagi ke Florentia, kampung halaman di mana keluarganya terpaksa terusir penuh kehinaan.

“Suatu hari nanti aku akan kembali ke Florentia sebagai pemenang.” (h. 25)

Perjalanan ini membawa Picaro berkenalan dengan berbagai manusia berbeda etnis, menginjak tanah Srivijaya, hingga terlibat dalam keluarga Majapahit.

Perjalanan ke Masa Lalu

Sejak pertama kali membaca blurb novel ini, saya pikir “perjalanan ke masa lalu” yang dilakukan Rafa adalah benar-benar perjalanan ke masa lalu. Rafa dan Emma terseret mesin waktu dan kembali ke masa lalu. Akan tetapi, sampai halaman 100an, saya sama sekali tidak menemukan tanda-tanda akan adanya perjalanan mesin waktu ini. Dan di tengah bagian, saya akhirnya tersadar bahwa bentuk “perjalanan ke masa lalu” yang diberikan penulis itu bukan seperti bayangan saya.

Erstwhile diceritakan oleh dua orang, yaitu Rafa dan Picaro. Jika Rafa bercerita dari masa kini, di mana dia tengah mengejar artefak yang ditulis Picaro, maka Picaro menceritakan dari masa lalu tentang perjalanan yang dilakukannya. Pada pertengahan cerita, sudut cerita Picaro berakhir lebih banyak, seiring dengan perkembangan kehidupan Picaro di tanah asing.

Nah, “perjalanan ke masa lalu” yang disampaikan dalam novel ini merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Rafa dengan membaca tulisan perjalanan Picaro.

Fiksi Sejarah

Sejujurnya saya masih rada bingung klasifikasi buku fiksi sejarah maklumlah saya jaraaaang banget baca novel genre ini ahaha. Namun, Erstwhile ini diisi dengan penuh kejadian sejarah. Mulai dari sejarah di negeri kelahiran Picaro, kedatangan Arrigo, perang salib, hingga peristiwa sejarah di bumi Nusantara pada masa lalu. Harus saya akui bahwa penulis berhasil menghimpun fakta sejarah yang ada dan benar-benar ada dan menyelipkan karakter fiktif berupa sosok Picaro dengan sangat baik.

Saya jadi mengetahui berbagai fakta seputar Majapahit yang tidak pernah saya dengar, apalagi pelajari di bangku sekolah. Lebih lagi karakter Picaro adalah “orang luar”, jadi Erstwhile terasa lebih menyeluruh dan lengkap. Sebagai “orang luar”, Picaro juga pengamat yang baik dan pencerita yang detail. Cerita dari sudut Picaro pada akhirnya memang jauh lebih penting dan seru ketimbang kisah Rafa.

Meski demikian, novel ini memuat terlalu banyak info. Saya menyukai fakta-fakta sejarah yang dibeberkan penulis lewat sudut Picaro, sayangnya tidak semua fakta sejarah ini saya rasa perlu untuk disertakan. Lebih lagi, gaya bercerita penulis ketika menceritakan peristiwa sejarah ini terlalu mendetail dan panjang sehingga nggak sekali dua kali saya bosan. Apalagi fakta-fakta sejarah di awal itu, yang akhirnya membuat separuh buku sangaaaaat membosankan.

Saya rasa jika penulis bisa lebih selektif menuliskan fakta sejarah, Erstwhile bakal lebih menyenangkan dan asyik saya baca. Toh cerita Picaro memang membuat penasaran.

Penutup

Erstwhile cocok banget dibaca bagi kamu yang menyukai cerita sejarah, khususnya bagi kamu yang ingin cerita sejarah lokal. Novel ini berhasil menghidupkan cerita Gajah Mada, Majapahit, dan berbagai intrik kerjaaan itu lewat karakter fiktif yang menarik, Picaro Donevante.

Selain itu, novel ini juga mengisahkan tentang cinta abadi, sebuah topik yang abadi juga dalam dunia literatur.

“Waktu membunuh uang, kejayaan, dan batas negara. Semuanya tidak ada yang abadi dan kekal. Segalanya selalu berubah. Apabila ada satu yang bisa kudapat dari setiap pertemuan denganmu adalah cintamu yang selalu kekal.” (h. 357)


GIVEAWAY

Minggu ini adalah giliran Melukis Bianglala dan Hana Book Review untuk berbagi tentang Erstwhile, sekaligus mengadakan giveaway! Akan ada satu pemenang di tiap blog yang berhak membawa pulang Erstwhile. Pastikan dulu kamu memenuhi syarat berikut ya.

  1. Memiliki alamat kirim Indonesia.
  2. Berusia minimal 17 tahun atau memiliki izin orang tua untuk mendapatkan paket.
  3. Mengikuti instagram @kolonipublishers dan like FB Koloni.
  4. Mengikuti twitter @missfioree dan like FB Melukis Bianglala.
  5. Kamu juga boleh mengikuti blog ini, kalau sekiranya kamu merasa isi Melukis Bianglala bermanfaat buatmu. Pun nggak juga nggak masalah kok. 😀
  6. Sebarkan info giveaway ini di twitter/instagram/FB dengan tagar #GAMelukisBianglala.
  7. Meninggalkan komentar di postingan ini berupa data berikut dengan jawaban pertanyaan: “Buku sejarah Indonesia apa yang pernah kamu baca?”

    Nama:
    Instagram:
    Twitter:
    Facebook:
    Link berbagi:
    Domisili:
    Jawaban:

  8. Giveaway ini berlangsung dari 27 Juli-2 Agustus. Pengumuman 2-3 hari setelah giveaway ditutup.
  9. Berdoa!

[UPDATE]

Setelah memastikan semua peserta yang memenuhi semua syarat, akhirnya saya berhasil menentukan pemenang.

Selamat untuk RINA FITRI! Kamu berhak mendapatkan Erstwhile! Yey!

Buat yang belum menang, jangan berkec hati ya. Karena bakal ada giveaway seru juga di Melukis Bianglala. 😉

Pesan saya satu, JANGAN LUPA PASTIKAN KAMU SUDAH MEMENUHI SEMUA SYARAT. Sebab jika ada syarat yang terlewat berarti entrimu dianggap gugur. Penting ini! ^^

Untuk memperbesar kemungkinan menang, jangan lupa ikutin keseruan blogtour Ertswhile  di blog-blog berikut ini!

Advertisements

22 thoughts on “Erstwhile; Persekutuan Sang Waktu (+GIVEAWAY)

  1. Nama: ahmad azwar avisin
    Ig: @azwaravisin
    Twitter: @azwaravisin
    Link share: https://twitter.com/azwaravisin/status/890463789572739072
    Domisili: Sidoarjo
    Jawaban:
    Buku sejarah indonesia apa yang pernah kamu baca?

    Banyak tapi dulu waktu sekolah. Jadi saya suka banget buku buku sejarah namun yang berhubungan dengan pelajaran sejarah juga. Jadi saya jawab buku sejarah indonesia yang saya baca adalah buku adalah buku di perpustakaan saya dulu. Tidak tahu pasti siapa penulis dan penerbitnya yang jelas di sana banyak sejarah di masa lalu dijelaskan. Buku sejarah memang sangat identik dengan buku sekolah buku perpustakaan.

    Kalau dalam fiksi, saya baca sejarah indonesia makin banyak lagi dan juga tidak saya hafal penulis penerbitnya. Namun satu yang saya ingat adalah seri bilangan fu ayu utami, but itu kan sudah jadi fiksi meskipun penjelasan sejarah Indonesia juga banyak.

  2. Nama: Eni Lestari
    Instagram: @dust_pain
    Twitter: @dust_pain
    Facebook: Eni Lestari
    Link berbagi: https://twitter.com/dust_pain/status/890471079000416257
    Domisili: Malang
    Jawaban: jujur, aku gak pernah baca buku sejarah, hahaha. kecuali pas jaman sekolah dulu, aku lumayan suka baca buku sejarah terbitan Erlangga. kalo dibandingin buku cetak yang dari sekolah, buku yang dari Erlangga lebih lengkap. banyak trivianya juga, jadi menyenangkan pas baca 😁😁

  3. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Fb: She Spica Forest
    Domisili: Bekasi
    Link Share: https://twitter.com/She_Spica/status/890552621135650817

    Buku sejarah Indonesia yg pernah kubaca dan betah banget kupelajari adalah tentang peristiwa gerakan G30SPKI dimana rakyat2 Indonesia dibunuh secara sadis oleh para kaum komunis.
    Awalnya, ketika SMA saya tertarik ketika guru sejarah menceritakan kisah ini dgn amat tragis dan ngilu hati. Akhirnya saya pun mencari2 tentang bukunya di perpus (saya lupa nama bukunya apa), dan hanyut gitu aja baca tuh buku dgn hati teriris2. Gak kebayang banget kalau PKI masih ada di jaman sekarang. Bisa2 Indonesia terus perang melawan rakyat sendiri.
    Saking gak puasnya saya sama bukunya, saya pernah datangin museum G30SPKI di Lubang Buaya, dan dgn diorama2 yg disajikan di sana, ngeri sekali batin. Istigfar berkali2 membayangkan nasib warga yg tidak beruntung tewas di tangan PKI dengan keji.
    Saya rekomendasiin banget buat rakyat Indonesia untuk membaca sejarah yg satu ini karena dgn begitu kita bisa brsyukur karena kita beruntung hidup di jaman di mana PKI sudah tidak ada lagi, meski pun dari beberapa artikel internet yg saya baca, tanda2 kemunculan PKI mulai ada lagi. Naudzubillah.
    Mungkin sekian jawaban saya. Terima kasih.

  4. Nama: Ainun Mawa’dah Noor
    Instagram: @ainunmdnoor
    Twitter: @AmdnLee
    Facebook: Ainun Mawa’dah Noor
    Link berbagi: https://twitter.com/AmdnLee/status/890617387287945216?s=09
    Domisili: Banjarbaru, Kalimantan Selatan
    Jawaban:

    Sejarah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kalimat dari Soekarno yang tidak asing ditelinga kita. Iya, saya bukanlah orang yang mudah melupakan sejarah, tapi jujur membaca buku sejarah bukanlah hobi saya. Makanya, saat disuguhkan pertanyaan judul buku sejarah Indonesia yang pernah dibaca, saya bingung mau menulis apa. 😅
    Pemerintah tidak salah menaruh mata pelajaran Sejarah sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Jadi, beruntung orang seperti saya pernah mencicipi buku sejarah. Yang saya ingat, salah satu judul bukunya adalah Sejarah untuk SMA/MA 😂 yang isinya mengenalkan saya dengan zaman prasejarah, Kerajaan Hindu, Budha, dan Islam, masa penjajahan, dan tentunya yang paling menonjol adalah tentang sejarah perjuangan kemerdekaan.

    Walau demikian, tidak ada salahnya saya mencicipi Ertswhile. Barangkali buku fiksi sejarah ini mengajari saya untuk lebih mencintai sejarah hehehe.

    Terima kasih kesempatannya ❤

  5. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter & Instagram: @sitasiska95
    Facebook: Elsita Fransiska Mokodompit
    Link share: https://twitter.com/sitasiska95/status/890622089845014528
    Domisili: Morowali, Sulawesi Tengah
    Jawaban: kalau spesifik judulnya, bisa dibilang hampir tidak ada. Baca sejarahnya ya dari buku pelajaran sekolah. Yang diingat banget itu sejarah Mei Kelabu 1998. Pernah ada sih baca buku berjudul “Gerakan Radikal Kiri” tapu belum selesai bukunya sudah diambil sama yang punya. Itu buku pegangan mahasiswa Pendidikan Sejarah. Tapi buatku sejarah selalu menarik. Selain berbagi pengalaman, kita juga diajak untuk berkaca supaya bisa menilai masa kini dengan lebih objektif lewat perjalanan sejarah bangsa sendiri yang cukup nyaris jauh dari kata mulus. Setelah dijajah ratusan tahun, kita dihadapkan pada berbagai pergolakan politik dan kepentingan. Belakangan, saya suka membaca novel yang mengandung unsur sejarah di dalam seperti karya Eka Kurniawan dan Ayu Utami atau Lela S. Chudori. Memang sih sampai sekarang dari sekian banyak novel yang mengandung kisah sejarah, yang sering muncul adalah pergolakan orde lama dan orde baru. Tapi, ada satu penulis yang selalu membawa budaya bahkan sejarah masa lampau seperti Raja Airlangga, Ratna Manjali juga yang kesemuanya tertulis dalam artefak atau prasasti. Itu adalah buku-buku Ayu Utami. Dan sumpah, baca novel yang mngandung sejarah kerajaan itu enak dan seru banget 🙂

  6. Nama:
    Instagram:
    Twitter:
    Facebook:
    Link berbagi:
    Domisili:
    Jawaban:Pernah baca 3 Sandera Terakhir karangan Brahmanto Anindito. Bercerita tentang usaha pembebasan tiga orang yang disandera oleh pasukan Operasi Papua Merdeka. buku sejarah selalu menyenangkan terutama untuk mereka yang ingin mengenal sejarah negerinya sendiri tapi bosan membaca buku-buku sejarah yang sudah ada. Tapi risikonya tinggi, novel berlatar sejarah harus detail, logis, kronologis waktunya jelas dan nggak terasa membosankan.

  7. Nama: Athaya Irf
    Instagram: @bookishcomotable
    Twitter: @jeruknipisanget
    Facebook: Athaya Irfan
    Link berbagi: https://twitter.com/JeruknipisAnget/status/890725915411357698
    Domisili: Jakarta

    Jawaban:Pernah baca 3 Sandera Terakhir karangan Brahmanto Anindito. Bercerita tentang usaha pembebasan tiga orang yang disandera oleh pasukan Operasi Papua Merdeka. buku sejarah selalu menyenangkan terutama untuk mereka yang ingin mengenal sejarah negerinya sendiri tapi bosan membaca buku-buku sejarah yang sudah ada. Tapi risikonya tinggi, novel berlatar sejarah harus detail, logis, kronologis waktunya jelas dan nggak terasa membosankan.

  8. Nama: luthfi izzaty
    Instagram: @luthfiizzaty
    Twitter: @izzaty2011
    Facebook: Luthfi Izzaty
    Link berbagi: https://twitter.com/izzaty2011/status/890822176789614592
    Domisili: Jogja
    Jawaban: Buku Sejarah yang pernah dibaca? Kalau non fiksi, jarang. Bosen hehe. Banyak kalo Novel sih..
    Amba – Laksmi Pamuntjak
    DeWinst – Afifah Afra
    De Lifede – Afifah Afra
    Api Sejarah 1
    Buku2nya Dan Brown soal illuminati, freemason, dll
    ..dan beberapa kumcer punya Seno Gumira
    Kalau buku ttg sejarah Ramayana, pernah juga .. Rahuvana Tattwa judulnya. Suka!
    Makanya tertarik waktu baca reviewnya soal sejarah. Wah! Bakal se-informatif dan se-menyenangkan apa??

  9. Nama: Desita Wahyuningtias
    Instagram: @desita_itsmystyle
    Twitter: @desitaw97
    Facebook: Desita Itsmystyle
    Link berbagi: https://twitter.com/desitaw97/status/890868438712819713
    Domisili: Surakarta
    Jawaban:
    1. “Gajah Mada” oleh Kuncoro Hadi
    2. “Indonesia dalam Arus Sejarah Kerajaan Hindu-Buddha” terbitan Ichtiar Baru van Hoeve
    3. “Sejarah Nasional Indonesia III Edisi ke-4” oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, penerbit: Balai Pustaka
    4. “Salasilah Kutai” oleh D. Adham (yang ini bukan murni buku sejarah, tapi sastra sejarah)

  10. Nama: Aya Murning
    Instagram: @murniaya
    Twitter: @murniaya
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/891207981240467456
    Domisili: Palembang
    Jawaban:
    Kalau buku sejarah yang isinya tentang sejarah thok, itu cuma aku baca pas masih sekolah. Text book buat pelajaran sekolah. Tapi kalau sekarang-sekarang ini aku lebih suka baca sejarah lewat buku yang tidak hanya bersifat edukasi, tapi juga dikemas dalam bentuk fiksi. Yah meski porsi sejarahnya nggak sebanyak kalau di buku sejarah pelajaran, tapi tetap asyik dibaca. Kadang aku baca juga yang untuk anak-anak karena isinya lebih mudah diserap ilmunya, seperti Misteri Kota Lautan Api, ada trivianya juga di dalam pakai gambar ilustrasi.

  11. Nama: Sofhy Haisyah
    Instagram: @fhyhaisyah
    Twitter: @Sofhy_Haisyah
    Facebook: Sofhy Haisyah
    Link berbagi: https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/891434389027954688
    Domisili: Makassar
    Jawaban: Mereka Menodong Bung Karno. Sebenarnya buku sejarah Indonesia yang pernah aku baca sudah cukup banyak, dihitung dari buku paket sekolah, sampai buku di perpustakaan, tapi yang paling langsung teringat setelah baca pertanyaannya yaa buku Mereka Menodong Bung Karno. Buku ini aku baca di perpustakaan kampusku. Isinya cukup sedikit ada pertentangan dengan bahasan sejarah di sekolah (tepatnya pada bahasan G30S/PKI), dan karena itulah aku sadar jika sejarah itu sendiri masih bisa mengundang pro & kontra.

  12. Buku sejarah Indonesia apa yang pernah kamu baca?”
    Nama: Aulia
    Instagram: @nunaalia
    Twitter: @nunaalia
    Facebook: NunaaLia
    Link berbagi: https://twitter.com/nunaalia/status/891851279126765569
    Domisili: Serang
    Jawaban:

    Buku sejarah yang pernah dibaca ya waktu jaman sekolah dulu, dan aku selalu tertarik jika membaca tentang sejarah terutama tentang sejarah kerajaan-kerajaan di nusantara. Karena itu ketika ada sinetron kolosal yang dulu pernah tayang di tv seperti Tutur Tinular, Angling Darma dan lain-lain aku juga selalu nonton. 😀

  13. Nama: Rina Fitri
    Instagram: @Fita_ririn
    Twitter: @Rinafiitri
    Facebook: Rina Fitri
    Link berbagi: https://twitter.com/Rinafiitri/status/891886361770205184
    Domisili: Banda Aceh
    Jawaban: Buku sejarah Indonesia yang sudah pasti saya baca adalah buku cetak yang digunakan untuk mata pelajaran Sejarah Indonesia di sekolah. Selebihnya, saya tidak bisa mengingat persis buku apa saja yang berkaitan dengan sejarah yang pernah saya baca. Ketika SMP, saya sering membaca enai

  14. Nama: Rina Fitri
    Instagram: @Fita_ririn
    Twitter: @Rinafiitri
    Facebook: Rina Fitri
    Link berbagi: https://twitter.com/Rinafiitri/status/891886361770205184
    Domisili: Banda Aceh
    Jawaban: Buku sejarah Indonesia yang sudah pasti pernah saya baca adalah buku cetak yang digunakan untuk mata pelajaran Sejarah Indonesia di sekolah. Selebihnya, saya tidak bisa mengingat persis buku apa saja yang berkaitan dengan sejarah yang pernah saya baca. Ketika SMP, saya sering membaca ensiklopedia sejarah. Akan tetapi sejarah yang diceritakan adalah sejarah dunia. Sebenarnya saya ingin membaca buku-buku karangan Pramoedya, tapi buku-buku tersebut seperti sulit ditemukan disini. Dan saya yakin sebagian juga sudah dilarang beredar oleh pemerintah untuk menyembunyikan kejamnya dunia era pemerintahan masa lalu.

    *yang pertama tak sengaja ter-post

  15. Nama: Nurhidayanti
    Instagram: nurhidayanti17
    Twitter: @CallMe_Yanti
    Facebook: Itnay Thy Yanti
    Link berbagi: https://twitter.com/CallMe_Yanti/status/892009605022089216
    Domisili: Martapura, Kal-Sel
    Jawaban:
    Buku sejarah Indonesia apa yang pernah kamu baca?
    Buku Pelajaran Sejarah Kelas 1 sampai kelas 3 SMP, kemudian buku sejarah kelas X SMA, karena di kelas XI aku masuk jurusan IPA, jadi terakhir ada mata pelajaran Sejarah adalah waktu aku duduk di kelas X. Guru sejarah kami baik dan menyenangkan.
    Ya, di perpustakaan Sekolah juga banyak pelajaran sejarah dan yang aku buka adalah boografi dari tokoh bersejarah, bukankah itu termasuk sejarah juga?
    Bukannya aku tidak suka dengan sejarah, hanya saja terakhir aku membaca tentang Sejarah ya waktu tahun 2006 pas aku duduk di kelas X SMA.
    Aku sangat ingat dengan sebuah Singkatan :”Jassmerah” yang artinya Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah.
    Menurutku terutama sejarah Bangsa Indonesia berdiri dan terbentuk, Sejarah masa penjajahan, Sejarah lahirnya Pancasila dan Undang-Undang, dan Sejarah para pahlawan yang membela tanah air sehingga kita bisa mengecap manisnya kemerdekaan hingga sekarang.

  16. Nama: Larastanie Afdha
    IG: Larastanie_
    Twitter: @Larasta_
    Link share: https://mobile.twitter.com/Larasta_/status/891982358907416577?p=v
    Domisili: Tangerang

    Jawaban: Wah saya sebagai anak IPS tingkat 12, buku sejarah bukan hal yg langka buat saya. Seperti saya dan buku sejarah gak bisa berpisah, saya sangaat suka pelajaran sejarah yg menurut orang-orang sangat membosankan. Karena menurut saya sejarah itu menyenangkan jika dibaca dengan serius dan teliti. Ada banyak buku buku sejarah yg saya baca selain buku sejarah sekolah tentunya, tapi buku yg paling menyenangkan dan menjadi favorit saya, yaitu Guns, Germs, and Steel – Jared Diamond. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer. Buku tentang Peristiwa Rengasdengklok, Berdirinya Dinasti Cina, World War 1 & 2, sama Perang Salib (Lupa judul bukunya)

tinggalkan catatan....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s