Gramedia Pustaka Utama · Resensi · Romance

Boy Toy; Kisah Cinta Beda Usia

Judul: Boy Toy
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 384 halaman

Boy Toy bercerita tentang Lea, seorang dosen berusia tiga puluhan yang punya masa lalu menyakitkan, dan Taran, seorang personil boyband yang tengah naik daun.

Pertemuan mereka terjadi di Bali. Tanpa sengaja keduanya bertemu. Dan tanpa alasan yang jelas keduanya saling tertarik. Sayang, selepas di Bali, keduanya tidak saling kontak dengan alasan yang (sejujurnya) tolol banget (tapi mungkin kalo di posisi mereka saya juga bakal bersikap gitu). Nah, Taran lambat laun naksir pada Lea dan dimulailah perjuangan Taran mendapatkan hati Lea.

Sayangnya, ada jarak usia yang cukup jauh di antara Taran dengan Lea dan … sesuatu di masa lalu Lea. Apakah keduanya bisa bersatu? Continue reading “Boy Toy; Kisah Cinta Beda Usia”

Advertisements
Gramedia Pustaka Utama · Remaja · Resensi

Trisula Mentari: Teenlit Rasa Lockwood & Co.

Judul: Trisula Mentari
Penulis: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman

Trisula Mentari punya kelebihan, dia bisa mendengarkan suara-suara tak kasat mata. Bukan hanya itu, keberadaan dirinya pun bisa membuat roh-roh itu menjadi semakin kuat. Berkat kelebihannya ini, Trisula dijauhi teman-temannya, hanya Mikaela yang senantiasa hadir di sisi Trisula.

“Karunia seperti yang kumiliki termasuk kategori aneh, kalau nggak bisa dibilang menakutkan.” (h. 121)

Suatu hari, seorang murid pindahan datang dan memilih duduk dekat Trisula. Murid pindahan bernama Alfa itu bahkan menolak Kristal, sang maharatu, dan lebih memilih duduk bersama Trisula. Saat itu, Trisula berpikir bahwa siapa tahu Alfa berbeda dengan orang-orang lain dalam hidupnya sampai Trisula datang ke rumah Alfa dan mendapati rumah itu dihuni roh jahat.

Apa yang harus Trisula lakukan? Continue reading “Trisula Mentari: Teenlit Rasa Lockwood & Co.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa.


Judul: #Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku terakhir dari seri #Ya Tuhan ini bisa dibilang adalah buku yang paling saya nikmati. Pasalnya tema yang diangkat itu sangat-sangat kekinian. Belum lagi banyak puisi doa yang relateable dan terasa berbeda dari puisi-puisi doa di buku-buku sebelumnya.

Ada begitu banyak puisi doa yang saya simpan di buku ini, saking banyaknya puisi doa yang entah menyentil, terasa dekat, mengundang tawa, atau sekadar memang menyentuh. Puisi doa pertama yang saya suka itu adalah yang ke-4. Berhubung sulit untuk ditulis ulang, biar saya berikan sesuai dengan kenyataan saja ya. Haha. Continue reading “#Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.


Judul: #Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Sudah bisa ditebak bahwa buku ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, kamu, aku, doa. yang sudah saya ulas sebelumnya. Lagi-lagi tergambar dalam judulnya, buku ini bercerita seputar pekerjaan desain dan tentu saja deadline.

Puisi doa pertama yang menarik perhatian saya adalah puisi ini.

Ya Tuhan.

Maafkan saya berhenti berdoa,
karena harus kembali buka
komputer, barusan ada revisi
mendadak dari klien saya.

Amin (7)

Meski sederhana (seperti doa-doa yang lain di buku seri #Ya Tuhan ini), puisi di atas itu menimbulkan banyak sensasi dalam diri saya. Doa tersebut semacam menyentil saya yang terkadang menunda-nunda “berdoa” karena pekerjaan. Rasanya mementingkan dunia itu memang terlalu sering saya kerjakan. *merenung*

Nah, mari lanjut membahas tema yang diangkat dalam puisi doa di buku ini. Meski tema pekerjaan yang diangkat adalah desain grafis, banyak juga doa yang diungkapkan sangat-sangat relateable dengan saya pribadi. Continue reading “#Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, kamu, aku, doa.


Judul: #Ya Tuhan, kamu, aku, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Sesuai judul pada buku ini, tema yang diangkat pada buku puisi doa ini tentang hubungan “kamu dan aku” alias seputar cinta. Continue reading “#Ya Tuhan, kamu, aku, doa.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.

Judul: #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini adalah kelanjutan dari seri #Ya Tuhan, monas, macet, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Nah, pada buku kedua ini, isu yang diangkat adalah seputar perut. Terlihat jelas dari kata ‘lapar’ yang tercantum dalam judul.

Nah, doa-doa yang terdapat di buku ini, banyak yang membuat saya geli. Pasalnya, doa tersebut memang membuat pembacanya tertawa. Saya cukup yakin banyak pembaca yang bisa mengkorelasikan dirinya dengan doa ini.

Ya Tuhan,

Apa bedanya infused water dan
air kobokan di warung pecel ayam…. (15)

Continue reading “#Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, monas, macet, doa

Judul: #Ya Tuhan, monas, macet, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini merupakan buku pertama seri #Ya Tuhan karangan penulis. Sejujurnya, genre buku ini itu membuat bingung. Habis isinya punya format ala puisi dan sajak, tapi begitu kamu baca buku ini memang cocok dengan satu kata yang dibaca dalam judul ‘doa’. Iya, buku ini seperti beneran buku doa.

Dalam buku #Ya Tuhan, macet, monas, doa. pembaca akan menemukan doa-doa yang dekat sekali dengan kemacetan dan metropolitan Jakarta. Beberapa doa disampaikan tidak seperti doa, lebih mirip seperti keluhan ketika kita mengadu kepada Tuhan. Seperti misalnya doa satu ini.

Ya Tuhan,

Ini trotoar apa
jalan tol buat motor sih…? (19)

Continue reading “#Ya Tuhan, monas, macet, doa”