GagasMedia · New Adult · Resensi · Romance

The Second Best; Cinta Segitiga dari Orang Ketiga

Judul: The Second Best
Penulis: Morra Quatro
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 256 halaman

“Because the second best is the first loser.” (h. 200)

Edgar dan Aidan. Dua sahabat yang begitu erat dan sama-sama menarik. Gwen mengenal keduanya lewat kegiatan paduan suara mahasiswa, yang kekurangan orang pasca insiden tahun lalu.

Musik membuat mereka dekat, sayangnya musik tak selamanya merekatkan mereka. Continue reading “The Second Best; Cinta Segitiga dari Orang Ketiga”

Advertisements
Gramedia Pustaka Utama · Resensi · Romance

Boy Toy; Kisah Cinta Beda Usia

Judul: Boy Toy
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 384 halaman

Boy Toy bercerita tentang Lea, seorang dosen berusia tiga puluhan yang punya masa lalu menyakitkan, dan Taran, seorang personil boyband yang tengah naik daun.

Pertemuan mereka terjadi di Bali. Tanpa sengaja keduanya bertemu. Dan tanpa alasan yang jelas keduanya saling tertarik. Sayang, selepas di Bali, keduanya tidak saling kontak dengan alasan yang (sejujurnya) tolol banget (tapi mungkin kalo di posisi mereka saya juga bakal bersikap gitu). Nah, Taran lambat laun naksir pada Lea dan dimulailah perjuangan Taran mendapatkan hati Lea.

Sayangnya, ada jarak usia yang cukup jauh di antara Taran dengan Lea dan … sesuatu di masa lalu Lea. Apakah keduanya bisa bersatu? Continue reading “Boy Toy; Kisah Cinta Beda Usia”

GagasMedia · Resensi · Romance

Angel in The Rain; Kisah yang Dimulai dari London

Judul: Angel in The Rain
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 468 halaman

Angel in The Rain melanjutkan kisah Gilang di novel London: Angel. Sekembalinya Gilang ke Jakarta, dia bertemu lagi dengan Ayu, gadis yang ditemuinya ketika mengejar cinta Ning di London. Pertemuan demi pertemuan membuat Gilang dan Ayu dekat.

Akan tetapi, ternyata masa lalu tidak bisa semudah itu meninggalkan keduanya. Apakah keajaiban masih menemani perjalanan kisah Gilang di Angel in The Rain juga? Continue reading “Angel in The Rain; Kisah yang Dimulai dari London”

Gramedia Pustaka Utama · Remaja · Resensi

Trisula Mentari: Teenlit Rasa Lockwood & Co.

Judul: Trisula Mentari
Penulis: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman

Trisula Mentari punya kelebihan, dia bisa mendengarkan suara-suara tak kasat mata. Bukan hanya itu, keberadaan dirinya pun bisa membuat roh-roh itu menjadi semakin kuat. Berkat kelebihannya ini, Trisula dijauhi teman-temannya, hanya Mikaela yang senantiasa hadir di sisi Trisula.

“Karunia seperti yang kumiliki termasuk kategori aneh, kalau nggak bisa dibilang menakutkan.” (h. 121)

Suatu hari, seorang murid pindahan datang dan memilih duduk dekat Trisula. Murid pindahan bernama Alfa itu bahkan menolak Kristal, sang maharatu, dan lebih memilih duduk bersama Trisula. Saat itu, Trisula berpikir bahwa siapa tahu Alfa berbeda dengan orang-orang lain dalam hidupnya sampai Trisula datang ke rumah Alfa dan mendapati rumah itu dihuni roh jahat.

Apa yang harus Trisula lakukan? Continue reading “Trisula Mentari: Teenlit Rasa Lockwood & Co.”

Grasindo · Resensi · Romance

Flat Shoes Oppa: Tentang Cinta yang Penuh Kerelaan

Judul: Flat Shoes Oppa
Penulis: Citra Novy
Penerbit: Grasindo
Tebal: 218 halaman

Flat Shoes Oppa bercerita tentang Hyeon Mi yang baru putus dengan pacarnya lalu bertemu seorang lelaki. Lelaki itu memberikan flat shoes pada Hyeon Mi yang sebelah high hell-nya hilang buat dilempar ke mantan pacarnya. Ternyata lelaki itu bukan pegawai toko sepatu melainkan atasan di tempat barunya bekerja bernama Kyuhyun.

Lama kelamaan keduanya semakin dekat. Kyuhyun bahkan berkata akan selalu menjadi flat shoes buat Hyeon Mi. Flat shoes yang selalu melindungi dan rela diinjak. Hyeon Mi lama-lama jatuh hati pada lelaki itu, tapi Kyuhyun selalu meminta Hyeon Mi mencari lelaki lain, lelaki yang lebih baik darinya.

Apakah kisah cinta keduanya bisa berakhir baik? Continue reading “Flat Shoes Oppa: Tentang Cinta yang Penuh Kerelaan”

Penerbit Haru · Resensi · Romance · Young Adult

I Want to Eat Your Pancreas: Sicklit yang Tak Sehoror Judulnya

Judul: I Want to Eat Your Pancreas
Penulis: Sumino Yoru
Penerbit: Haru
Tebal: 309 halaman

Bacanya udah sejak April lalu, tapi review-nya baru sempet dirapiin dan disalin di blog 😥

Novel ini bercerita tentang pertemuan ‘aku’ dan Yamauchi Sakura. Pertemuan di rumah sakit itu membuat ‘aku’ tahu rahasia penyakit Sakura dan akhirnya mereka menjadi dekat. Mereka makan bersama, berjalan-jalan ke kota, bahkan melakukan perjalanan dengan kereta.

Meski demikian, teman-teman sekelas mereka tidak percaya bahwa ‘aku’, si murid pendiam yang keberadaannya tidak terasa dalam kelas, bisa dekat dengan Sakura, gadia ceria yang supel luar biasa. Setelah kedekatan ‘aku’ dan Sakura terbongkar di sekolah, banyak yang berubah pada keseharian ‘aku’ yang membosankan. Mulai dari disapa ‘selamat pagi’ hingga kehilangan barang-barang kecil.

Di sisi lain, untuk kali pertama, ‘aku’ harus berhadapan dengan seorang manusia dan sesuatu yang buruk terjadi pada Sakura.

“Aku mau makan pankreasmu.”
“Jiwa kanibalmu tiba-tiba bangkit, ya?” (h. 8)

Continue reading “I Want to Eat Your Pancreas: Sicklit yang Tak Sehoror Judulnya”

Pop · Realistic Fiction · Resensi · Young Adult

Me, Earl, and The Dying Girl: Sicklit Kocak yang Emosional

Judul: Me, Earl, and The Dying Girl
Penulis: Jesse Andrews
Penerbit: Pop
Tanggal/Tahun Terbit: 31 Oktober 2016
ISBN: 9786024241933
Tebal: 334 halaman
Format: paperback

Greg Gaines selama ini invincible. Dia bisa berteman dengan semua kelompok-kelompok siswa di sekolah tanpa terikat dengan kelompok mana pun.

Kutekankan lagi bahwa aku bukan anggota kelompok mana pun, tapi aku juga bergaul dengan semua kelompok. (h. 11)

Di sela kehidupan sosialnya yang cukup rumit, Greg banyak menghabiskan waktu dengan Earl Jackson, satu-satunya orang yang bisa disebut teman. Meski Earl lebih cocok jadi rekan kerja menghasilkan film murahan, yang hanya mereka tonton berdua, di mata Greg.

Hidup Greg mulai berubah ketika ibunya meminta Greg berteman dengan Rachel, seorang gadis penderita leukimia yang sedang sekarat. Dulu, ketika keduanya masih kanak-kanak Greg dan Rachel sempat dekat. Namun, setelah insiden Greg berusaha menghindar terus-terusan dari Rachel, hubungan mereka rusak. Dan sekarang Greg diminta oleh ibunya untuk beteman baik dengan Rachel karena gadis itu sedang sekarat. Continue reading “Me, Earl, and The Dying Girl: Sicklit Kocak yang Emosional”