Starry Night, Memperjuangkan Cinta (+GIVEAWAY)

Judul: Starry Night
Penulis: Larasaty Laras
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 312 halaman

Dru, vokasi band Sunda Kelapa, pemilik label musik indie, dan kafe Kota Koti. Tampan, mapan, dan sejak kecil bebas mengejar mimpinya. Janina, seorang penyiar radio Sky High yang memiliki masa lalu gelap. Cantik, tapi sejak kecil selalu diatur-atur oleh Bapaknya. Keduanya bertemu lewat tidak sengaja di sebuah tempat makan.

Pertemuan mereka ternyata berlanjut karena keduanya bersinggungan dengan musik. Pertemuan demi pertemuan pun terjadi dan muncullah perasaan untuk satu sama lain di hati mereka. Sayangnya, ada banyak rintangan yang menghadang hubungan mereka. Mulai dari masa lalu Janina hingga orang tua Janina yang sangat keras.

“Saya nggak pernah berani bermimpi. Hidup saya sudah diatur Bapak. Mulai bagaimana saya tumbuh, hingga di mana saya harus bersekolah dan dengan siapa saya menikah.” (h. 69)

Akankan Dru bertahan begitu mengetahui masa lalu Janina?Read More »

#Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.


Judul: #Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Sudah bisa ditebak bahwa buku ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, kamu, aku, doa. yang sudah saya ulas sebelumnya. Lagi-lagi tergambar dalam judulnya, buku ini bercerita seputar pekerjaan desain dan tentu saja deadline.

Puisi doa pertama yang menarik perhatian saya adalah puisi ini.

Ya Tuhan.

Maafkan saya berhenti berdoa,
karena harus kembali buka
komputer, barusan ada revisi
mendadak dari klien saya.

Amin (7)

Meski sederhana (seperti doa-doa yang lain di buku seri #Ya Tuhan ini), puisi di atas itu menimbulkan banyak sensasi dalam diri saya. Doa tersebut semacam menyentil saya yang terkadang menunda-nunda “berdoa” karena pekerjaan. Rasanya mementingkan dunia itu memang terlalu sering saya kerjakan. *merenung*

Nah, mari lanjut membahas tema yang diangkat dalam puisi doa di buku ini. Meski tema pekerjaan yang diangkat adalah desain grafis, banyak juga doa yang diungkapkan sangat-sangat relateable dengan saya pribadi.Read More »

[#BBIHUT6] Giveaway Hop

Yey! Sampailah di hari terakhir Marathon #BBIHUT6. Yey!

Di hari terakhir ini, seperti yang sudah ditunggu-tunggu, bakal ada giveaway hop. Yup, saya dan Melukis Bianglala pun akan mengadakan giveaway hop. Hadiahnya untuk dua orang lho, asik kan? 😀

Di kesempatan kali ini, saya bakal memberikan kamu kebebasan untuk memilih hadiah yang kamu inginkan. Saya punya tiga jenis hadiah, dan masing-masing pemenang berkesempatan memilih dua jenis. Sebenarnya, saya lagi bokek banget. Namun, saya nggak mau ketinggalan momen bahagia itu. Itu sebabnya, hadiah yang saya berikan bisa dibilang bukanlah sesuatu yang “wah”, tapi semoga kamu mau ikut serta meski hadiahnya nggak seberapa. :”Read More »

[#BBIHUT6] Cari Tahu Tentang Buku Bekas

Halooo! Siapa di sini yang suka beli buku bekas? 😀

Nah, sebetulnya buat hari ini saya mau cerita soal #BookCrossingID yang lagi happening di jagat instagram, tapi sayangnya idenya datang terlambat dan wawancara dengan narasumber saya belum selesai, hiks. Oleh sebab itu, buat hari ini saya mau bercerita tentang buku bekas.

Apa itu “buku bekas”?

Buku bekas adalah buku bekas *ditendang* Buku bekas itu dilabelkan pada buku yang sudah tidak bersegel dan sudah dibaca (minimal sekali). Intinya sudah tidak cling-cling mengkilap lagi seperti yang dipajang di toko buku.Read More »

[#BBIHUT6] Enam Tahun Sudah BBI Ada

Enam tahun sudah. Bisa dibilang tahun depan Bebi bakal mulai pakai seragam putih merah dan tiap pagi berangkat sekolah penuh semangat. Tapi Bebi bukan manusia, jadi tentu saja itu hanya angan.

Dari nomor member yang saya dapat, saya bergabung dalam keluarga BBI di Februari 2015. Nggak terasa ternyata sudah cukup lama berlalu. Sejujurnya, sampai detik ini saya nggak merasa jadi blogger buku yang makin kece sih dan saya tahu kenapa. Yah gimana mau makin kece kalau nggak diseriusin ya *menggelundung*

Namun, selama sekitar 2 tahun lebih ini … BBI jelas menjadi sesuatu yang sangatsangatsangat berarti dalam hidup saya.Read More »

[#BBIHUT6] Agar Buku Bisa Ditimbun Ratusan Tahun

Siapa di sini yang suka menimbun buku? Iya, yang setiap beli buku nggak langsung dibaca tapi justru disimpan (entah dalam rak buku, di dalam kotak, di bawah tempat tidur, atau digeletakkin masih dalam bungkus plastiknya).

Yah, berkarir(?) sebagai blogger buku meski seringnya males dan ujung-ujungnya gitu doang dan bergabung dalam keluarga BBI membuat saya tertular banyak sekali virus-virus. Virus rekomendasi buku, virus membeli buku diskonan, virus mengadopsi buku-buku bekas, bahkan virus mengoleksi buku “1000 buku yang harus kamu baca sebelum mati”. Nah, saya rasa, menjadi penimbun buku adalah sebuah keniscayaan bagi pembaca buku  yang berinteraksi dengan pembaca buku lainnya. Sepakat? 😀

Baiklah, sebagai penimbun (entah satu-dua buku saja atau mencapai ratusan), saya rasa kita semua akan menghadapi fakta buku-buku yang bisa rusak. Apalagi jika menyimpannya sembarangan. Oleh sebab itu, saya mencoba menuliskan beberapa kiat yang bisa kamu terapkan agar timbunanmu, yah katakan saja, bisa bertahan lama ratusan tahun.Read More »