#Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa.


Judul: #Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku terakhir dari seri #Ya Tuhan ini bisa dibilang adalah buku yang paling saya nikmati. Pasalnya tema yang diangkat itu sangat-sangat kekinian. Belum lagi banyak puisi doa yang relateable dan terasa berbeda dari puisi-puisi doa di buku-buku sebelumnya.

Ada begitu banyak puisi doa yang saya simpan di buku ini, saking banyaknya puisi doa yang entah menyentil, terasa dekat, mengundang tawa, atau sekadar memang menyentuh. Puisi doa pertama yang saya suka itu adalah yang ke-4. Berhubung sulit untuk ditulis ulang, biar saya berikan sesuai dengan kenyataan saja ya. Haha.Read More »

#Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.


Judul: #Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Sudah bisa ditebak bahwa buku ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, kamu, aku, doa. yang sudah saya ulas sebelumnya. Lagi-lagi tergambar dalam judulnya, buku ini bercerita seputar pekerjaan desain dan tentu saja deadline.

Puisi doa pertama yang menarik perhatian saya adalah puisi ini.

Ya Tuhan.

Maafkan saya berhenti berdoa,
karena harus kembali buka
komputer, barusan ada revisi
mendadak dari klien saya.

Amin (7)

Meski sederhana (seperti doa-doa yang lain di buku seri #Ya Tuhan ini), puisi di atas itu menimbulkan banyak sensasi dalam diri saya. Doa tersebut semacam menyentil saya yang terkadang menunda-nunda “berdoa” karena pekerjaan. Rasanya mementingkan dunia itu memang terlalu sering saya kerjakan. *merenung*

Nah, mari lanjut membahas tema yang diangkat dalam puisi doa di buku ini. Meski tema pekerjaan yang diangkat adalah desain grafis, banyak juga doa yang diungkapkan sangat-sangat relateable dengan saya pribadi.Read More »

Love in City of Angels; Balada Hidup Gadis Penggila Kebebasan

Judul: Love in City of Angels
Penulis: Irene Dyah
Penyunting: Donna Widjajanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 halaman

Ajeng adalah gambaran wanita masa karir ideal. Cantik, independen, supel, dan tentu saja berprestasi. Akan tetapi, Ajeng juga gambaran wanita yang skeptis pada cinta sejati, belahan jiwa, takdir, apalagi komitmen. Ajeng percaya bahwa kebebasan adalah segalanya baginya.

Yang aku yakini adalah, bahwa setiap wanita di dunia ini berhak memilih kepada siapa dia akan menyerahkan diri seutuhnya, untuk pertama kali. (h. 88)

Sampai suatu hari dia terbangun dalam keadaan telanjang bersama seorang pria asing. Oh, Ajeng memang senang gonta-ganti pacar dan tebar pesona sana-sini, tapi dia memegang prinsip kuat untuk urusan keperawanan. Lantas, terbangun dalam keadaan seperti itu dengan pria asing seperti jelas seperti melemparnya dalam neraka.

Belum lagi, di sudut kota Solo yang jauh dari Bangkok, saat ini sedang rujuk dengan lelaki yang meninggalkannya dan Ajeng bertahun-tahun. Belum lagi, seorang pria tampan mempesona bernama Yazan sedang bergerilya mendekati Ajeng untuk sesuatu yang serius, sesuatu yang tidak Ajeng sama sekali.

Lengkap sudah kedamaian mengusik hidup Ajeng.Read More »

Love Trip: Pencarian Cinta dari Denver Hingga Praha

Judul: Love Trip
Penulis: Putu Kurniawati
Penyunting: M. Adityo Haryadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272 halaman

Pada kunjungan penelitian ke Universitas Kyoto, Cakra bertemu Luna, seorang mahasiswa dari Indonesia sepertinya. Pertemuan itu membuat keduanya dekat dan menjalin hubungan meski terpisah jarak ketika Cakra harus kembali ke Denver.

Tak lama kemudian, Luna menyelesaikan kuliahnya di Jepang dan memilih pulang ke Indonesia, ke Bali. Cakra pun menyusul tak lama. Sayang, tidak seperti Luna, lelaki itu memilih menetap dan bekerja di Denver karena alasan masa lalu yang tidak dia ceritakan pada Luna.

Sayangnya, kehidupan percintaan mereka segera diambang kehancuran ketika Luna tidak lagi bisa dihubungi Cakra. Gadis itu meninggalkan keterangan find me dan membuat Cakra harus menjelajahi berbagai tempat untuk mencari keberadaannya. Akankah keduanya dipertemukan lagi? Apakah hubungan mereka memang tidak akan bersatu?Read More »

Rule of Thirds – Suarcani


Judul:
Rule of Thirds
Penulis: Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 halaman

Ladys meninggalkan karir fotografer dan ayahnya di Seoul untuk mengejar cinta dan komitmen pacarnya, Esa. Sayang, kenyataan di Bali tidak seindah itu.

Dias gagal berhenti jadi asisten fotografer karena keponakan bosnya bergabung di studio. Pemuda itu terpaksa menjadi kacung lagi, kali ini untuk seorang gadis. Ditambah ayahnya semakin tidak peduli, adiknya butuh dilindungi, dan seorang dari masa lalu terus hadir.

Novel ini bercerita pertemuan mereka. kedua orang yang memiliki latar keluarga mirip, sama-sama ditinggalkan sosok ibu. keduanya juga mencintai fotografer, meski awalnya bersiteru. Keduanya pun mengenal namanya dikhianati.Read More »

Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk – Tere Liye

Pengarang: Tere-Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Skor : 5 dari 5

Sebenarnya ini sedikit bias, biar bagaimanapun karya Tere-Liye yang satu ini adalah favorit saya. Sejak pertama kali membaca Negeri Para Bedebah, saya langsung jatuh cinta dengan tulisan Tere di sini. Negeri Para Bedebah berbeda dengan semua karya Tere yang selama ini saya baca. Novel ini jelas berbeda dengan Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Moga Bunda Disayang Allah, apalagi Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Novel Tere-Liye ini lebih liar! Lebih imajinatif, lebih menegangkan, lebih membius, lebih seru, lebih indah, lebih menawan, lebih-lebih-lebih dari semua karya Tere yang lain.

Sederhananya, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk itu novel fiksi luar biasa yang begitu mencerminkan kondisi Negeri ini. Dua karya ini adalah karya yang wajib dibaca siapa saja—tidak peduli latar belakang atau jenis bacaan kesukaan—yang masih peduli dengan bangsa ini.

Tere-Liye sanggup dengan sangat luar biasa cantik mengemas fakta sejarah (tentang ekonomi, politik, sosial, dan segala aspek lainnya) dalam kehidupan masyarakat Indonesia dalam Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Banyak kasus-kasus yang diungkapkan dalam novel ini merujuk pada kasus sebenarnya di dunia nyata. Meski, Tere telah menegaskan bahwa seluruh kisah ini fiksi.

Read More »

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Judul: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang: Tere-Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Nilai: 3/5

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya…”

Baru tadi pagi saya menutup sampul belakang novel ini, novel pertama yang saya habiskan dalam satu malam setelah sekian lama–finally ada juga novel yang membuat saya bersemangat membaca! Dan… sedikit kecewa dengan ending yang diberikan Tere-Liye di sini.

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin adalah novel kedua Tere-Liye yang saya baca. Dan sekali lagi harus saya akui bahwa diksi yang digunakan sungguh luar biasa. Dalam novel ini, Tere-Liye telah merangkai kata demi kata, menjalin jadi paragraf, dan merengkuh keseluruhannya dalam satu buku yang begitu indah. Saya suka gaya menulis Tere dalam novel ini. Begitu sederhana, apik, namun sangat menggugah.

Tere-Liye menggunakan kata-kata sederhana dan menyulapnya menjadi kisah romantis berdiksi menawan. Sungguh, saya jatuh cinta pada gaya penulisan pengarang dalam novel ini. Itulah alasan utama mengapa saya dapat merampungkan novel ini. Tere-Liye berhasil merebut perhatian saya dan memaksa saya menamatkan karyanya yang ini sesegera mungkin. Aih, sungguh saya dibuat jatuh cinta dalam larik-larik dalam Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

Read More »