Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, kamu, aku, doa.


Judul: #Ya Tuhan, kamu, aku, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Sesuai judul pada buku ini, tema yang diangkat pada buku puisi doa ini tentang hubungan “kamu dan aku” alias seputar cinta. Continue reading “#Ya Tuhan, kamu, aku, doa.”

Advertisements
Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.

Judul: #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini adalah kelanjutan dari seri #Ya Tuhan, monas, macet, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Nah, pada buku kedua ini, isu yang diangkat adalah seputar perut. Terlihat jelas dari kata ‘lapar’ yang tercantum dalam judul.

Nah, doa-doa yang terdapat di buku ini, banyak yang membuat saya geli. Pasalnya, doa tersebut memang membuat pembacanya tertawa. Saya cukup yakin banyak pembaca yang bisa mengkorelasikan dirinya dengan doa ini.

Ya Tuhan,

Apa bedanya infused water dan
air kobokan di warung pecel ayam…. (15)

Continue reading “#Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.”

Gramedia Pustaka Utama · Komedi · Resensi

#Ya Tuhan, monas, macet, doa

Judul: #Ya Tuhan, monas, macet, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini merupakan buku pertama seri #Ya Tuhan karangan penulis. Sejujurnya, genre buku ini itu membuat bingung. Habis isinya punya format ala puisi dan sajak, tapi begitu kamu baca buku ini memang cocok dengan satu kata yang dibaca dalam judul ‘doa’. Iya, buku ini seperti beneran buku doa.

Dalam buku #Ya Tuhan, macet, monas, doa. pembaca akan menemukan doa-doa yang dekat sekali dengan kemacetan dan metropolitan Jakarta. Beberapa doa disampaikan tidak seperti doa, lebih mirip seperti keluhan ketika kita mengadu kepada Tuhan. Seperti misalnya doa satu ini.

Ya Tuhan,

Ini trotoar apa
jalan tol buat motor sih…? (19)

Continue reading “#Ya Tuhan, monas, macet, doa”